Tampilkan postingan dengan label ABG BISPAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ABG BISPAK. Tampilkan semua postingan

Cerita Sex Nafsu Pertamaku

Situs yang menyediakan cerita dewasa dan foto hot secara gratis dan selalu update : Cerita Sex | Cerita Dewasa Terbaru | Cerita Ngentot | Cerita Mesum | Cerita ABG | Cerita Porn | Cerita Seks Dewasa – Nafsu Pertamaku. Pengalaman pribadiku sekaligus pengalam pertama saat berpacaran dengan pacar pertamaku, aku dan pacarku sama sama kehilangan perawan dan perjakanya, kejadiannya begini saat itu tepatnya hari rabu aku tidak ada kuliah sehingga bebas mau main kemana saja dari pagi sampai malam, pagi itu aku sudah mandi sambil mikir rencana mau kemana hari ini.

Cerita Dewasa Nafsu Pertamaku

Cerita Sex Perawan, ngentu perawan, tempek perawan, perawan ngesex, perawan dientot, kentu perawan, perawan kentu, perawan hot, cerita perawan
Cerita Mesum Nafsu Pertamaku
Pacarku Eri sms denganku katanya aku disuruh maen kesana ya udah sehabis makan dan ganti baju aku langsung menstater motorku menuju ke rumah pacarku, selang satu jam dalam perjalanan aku sudah sampai di rumahnya kabetulan juga dia juga libur.

Kutunggu agak lama setelah memencet bel rumahnya, Eri membukakan pintu depan rumahnya, "lho kok sepi, pada kemana ? tanyaku sambil masuk ke rumahnya, "oh Mama lagi ke Pasar Baru, si adik sudah berangkat pagi ke sekolah, ada PR" katanya.

Baca Juga Kisah Sex Kiriman Pembaca lainnya di : haussex.com

"Duduk dulu ya, aku mau pake baju dulu nih, soalnya habis mandi buru-buru ada bel bunyi dan aku yakin pasti kamu yang datang, jadinya cuman sempet pake handuk sama kaos aja".

"Pasti belum pake baju dalam ya ? tebakku sambil senyum.

"Ih dasar cowok, pikirannya yang ngeres-ngeres aja, " tapi suka kan …hi hi hi. Sambil berjalan ke kamarnya, aku lihat pinggul dan pantat pacarku ini benar-benar aduhai, betisnya putih apalagi pahanya pasti lebih ok dan yang paling memabukkan adalah buah dadanya yang ranum dan montok, kaos ketatnya membungkus payudara indah tanpa bh itu dengan sempurna, memperlhatkan lekukan dada wanita yang sempurna.

Kebayang waktu kenalan dulu, wih tangannya putih sekali dan mulusnya ampun, banyak cowok yang suka sama dia, tapi namanya cinta nggak bisa diboongin. "Sorry ya agak lama, nih kopi kesukaanmu mas ", aku agak kaget juga "eh makasih ya" kataku sambil kaget dan agak konak lihat pakaiannya,

Eri cuma make celana pendek tipis batik yogya dan kaos tipis ketat coklat muda tanpa lengan dengan belahan kaos rendah yang memperlihatkan belahan dadanya yang putih dan montok.

"Aku minum ya, wah masih panas sekali' kataku sambil megangin mulutku yang kepanasan,

Eri ketawa " makanya kira-kira ya kalau mau minum tiup dulu donk, mas".

"Wah lihat nih, lidahku sampai merah gini, mesti diobatin nih kalau nggak bisa dioperasi "kataku.

"Aduh kacian, sini ibu guru lihat dulu" kata Eri sambil duduk disampingku dan memegang mulutku, aku diam dan memperlihatan lidahku yang kepanasan, sementara kuhirup wangi tubuhnya yang habis mandi, hmm. Kudekatkan dudukku pada tubuh Eri, sambil tangannya melihat-lihat lidahku,

Tanganku memeluk pinggulnya dari samping sambil kulirik belahan dadanya yang putih, montok menantang dan menggairahkan itu. Sambil kupeluk tubuhnya, kurasakan kehangatan tubuh dan payudaranya yang montok membuat kontolku bangkit dan mulai membesar dengan cepat,

Hingga menyesakkan celana yang kupakai, "idih, kok sampai merah gini" kata Eri, tiba-tiba mulutku dilumat olehnya dan tanpa menunggu lagi sambil tetap kupeluk tubuhnya akaupun gantian memgulum, melumat dan mencium bibir seksinya dengan penuh gairah,

Satu hal yang kusuka dari pacarku, meskipun dia orangnya pendiam kalau urusan lumat melumat dia jadi sangat ahli sekali, dan lumatan bibir seksinya sungguh sangat menggairahkan. Tiba-tiba Eri mengangkat pantatnya dan duduk diatas pangkuanku,

Bongkahan pantatnya terasa sangat hangat kenyal dan menekan kontolku yang sudah mengeras, "Ih adikku sudah berdiri, katanya sambil menggoyangkan pantatnya diatas kontolku".

Kulihat matanya sudah mulai nanar dan sedikit berair, pandangannya mulai agak sayu, kemudian aku mulai beralih menciumi leher putihnya dan sedikit jilatan dibelakang telinga,kelihatannya salah satu titik rangsangnya ini sangat menggairahkan nafsu seks-nya,

Lebih kebawah lagi, kuraba dari luar bongkahan payudaranya sudah sangat mengeras dan lebih membesar dari biasanya, pelan kuangkat kaosnya dan sepasang penutup BH-nya, payudara yang putih dan montok itupun menyembul dari dalam BH hitam yang dipakainya,

Sangat kontras sekali dengan dadanya yang sangat putih dan montok itu. Kuciumi dengan rakus payudara montok itu dan kujilati dengan lidahku, sampai akhirnya ke titik pusat dadanya, putting susunya yang sudah tegak seperti penghapus pensil di ujung,

Kujilati putting susunya dan ternyata titik inipun sangat mempengaruhi gairahnya, terlihat kedua tangannya dilepas dari pelukannya dan tangannya memegang dan menarik rambut panjangnya kebelakang sambil mulutnya mendesis seperti orang kepedasan.

Tiba-tiba tubuhnya menggelinjang kuat sekali dan memeluktubuhku erat sekali sambil digoyang-goyangkan pantatnya diatas kontol tegakku dan akupun terasa dikeliilingi daging nikmat, dari sepasang dadanya yang montok dan ranum serta dibawah bongkahan pantatnya yang nggak kalah montok dan padat.

Sejenak dia terdiam sambil tetap memelukku dan dia menggelendot manja diatas pangkuanku, "Mas, kita kemarku yuk, takut di ruang tamu ada yang masuk, lagian disana kan lebih leluasa, tapi aku minta digendong ya ..? pintanya manja.

Sambil tangannya memelukku, akupun menggendong tubuhnya yang ramping dan montok itu ke kamarnya yang lumayan jauh dari ruang tamu. Setelah menaruh Eri diatas kasur, kuhampiri tape disamping tempat tidurnya dan kusetel lagu Forever In Love-nya Kenny G yang sampai saat ini menjadi lagu kenangan kami berdua.

Dalam ketegangan kontolku dan nafsu yang sudah naik, kuhampiri Eri, Kucium lembut bibirnya dan seluruh wajahnya mulai dari keningnya, jidat, matanya yang terpejam, hidung dan akhirnya kukecup dan akhirnya kulumat bibir seksinya, tanganku tak tinggal diam mulai dari kaos dan BH-nya kubuka perlahan dan celana dalam hitam kecilnya yang menutupi lembah dan jembut halusnya,

Sambil terpejam Tangan Eri meraih kancing dan resluting celanaku dan didapatinya kontolku yang sudah tegak berdiri, kubantu melepas baju yang kukenakan sehingga kita berdua telanjang bulat dan hanya celana dalam Eri yang masih dipakainya. Tiba-tiba tubuhku didorongnya, "berdiri dulu sayang, katanya,

Akupun turun dari tempat tidur dan Eri pun duduk ditepi tempat tidur dan sambil membelai kontolku yang sudah sangat tegang, " Aku belum pernah lihat titit lelaki dewasa, tetapi punyamu besar sekali mas, sampai-sampai tanganku rasanya mantap sekali memegangnya, boleh aku belai sayang,

"Tentu, belai ciumi dan manjakan kontol besar ini sayang, kataku. Kontolku sebenarnya nggak terlalu besar ya kira-kira pernah kuukur pakai penggaris panjangnya 15 cm dan bonggolnya sebesar pepsodent ukuran jumbo, yah perfectable size-lah menurut ukuran pacarku.

Sejak pertama kali mengenal oral sex hingga hari ini, Eri menunjukkan antusias yang sangat tinggi dengan kontolku, matanya sempat terbelalak saat pertama melihat dan memegang kontolku yang sudah ereksi.

Apalagi saat pertama kali melakukan "karaoke", istilahku jika ingin di-oral-sex sama pacarku, cara memperlakukan kontolku benar-benar istimewa, saat kutanya emangnya sudah pernah karaoke ya, pacarku marah besar, bagaimana mungkin jawabnya, ciuman bibir aja baru dengan kamu , dan akupun teringat first kiss buatku dan buat dia benar-benar berkesan,

Habis sama-sama baru sekali itu sih. Sambil duduk dipingggir kasur kubuka pahaku sehingga kontolku yang sudah ereksi terlihat menantang seperti tugu monas, Eri jongkok dibawah sambil membelai perlahan kontolku, jari jemarinya menari-nari sepanjang kontolku mengikuti urat-uratnya yang menonjol sambil sesekali meremas dengan gemas,

Kulihat payudara Eri sangat menantang dan sesekali kuremas juga susunya. Dari pangkal kontolku, dekat anus, tiba-tiba Eri menjulurkan lidahnya dan menjilat-jilat bonggol kontolku, jilatan itu kemudian berpindah keatas mengikuti batang kontolku,

Hingga akhirnya kepala kontolku dijilat dan disedot perlahan-lahan. Kurasakan aliran darah mengalir keras disepanjang urat kontolku, dan ketegangannya mungkin sudah mencapai 100%, kepalanya membesar seperti helm tentara,

Warnanya kemerah-merahan dan berdenyut-denyut nikmat sekali. Sampai akhirnya batang kontolku mulai dilumat dan dimasukkan ke dalam mulutnya, perlahan-lahan hingga kurasakan menyentuh ujung tenggorokannya, sementara masih tersisa sekitar 5 cm.

"Masukkan semuanya dong, pintaku, "Gimana mau masuk lagi, kontolmu terlalu panjang buat mulutku, katanya sambil melepaskan kulumannya. Akhirnya keluar masuk kontolku dimulutnya, wah rasanya nikmat sekali, mungkin seperti ini rasanya bersenggama, pikirku,

Kami memang selama ini belum pernah melakukan persetubuhan hingga memasukkan kontolku ke dalam vaginanya, yah hanya sekedar berbugil sambil menjilat dan mengulum alat kelamin dan orgasme tanpa melakukan senggama.

Suasana pagi yang sejuk, karena jendela kamar yang terbuka ditambah alunan instrumen Kenny.G membuat kami sama-sama terbuai dan lupa dengan segala sesuatunya. Sambil kujamah payudaranya, Eri kutarik dan kurebahkan di atas tempat tidur, wajahnya benar-benar merangsang, matanya berbinar,

Bibirnya memerah dan payudara sangat kencang dan memadat dengan putting susu yang mengeras. Seperti diawal aku mulai menciumi wajah dan bibirnya kemudian aku turun kebawah, kuciumi dan kujilati mulai dari jari-jemarinya yang putih mulus hingga ke betis indahnya,

Sambil kubelai dan kusentuh paha mulusnya, tanpa terasa aku menyentuh CD hitamnya dan perlahan kuturunkan dan kulepaskan, Eri diam dan hanya mendesah-desah menahan kenikmatan itu. Sampai di pahanya kubelai dan kuciumi paha mulusnya seinchi demi seinchi kelihatan sekali dia begitu terangsang,

Sebelum sampai ke pangkal pahanya, aku naik dan mulai menjilati dadanya. Payudara yang putih dan mulus itu kuremas sambil mulai kujilati melingkar hingga sampai ke putingnya kujilati dan kusedot penuh nafsu, Kulihat pinggul dan pantat Eri bergerak dan menggelinjang tak karuan menahan kenikmatan jilatan, sedotan dan remasanku.

Kujilati kebawah lagi dan sampai ke perut Eri yang sangat mulus dan akhirnya hingga ke bukit indah yang ditumbuhi rumput hitam yang halus dan sangat kontras dengan kemulusan tubuhnya. Kusibakkan bulu-bulu halus yang menutupi vagina pacarku, terlihat bibir vaginanya masih tertutup rapat,namun terlihat disitu ada cairan disekelilingnya, ternyata dia sudah mulai basah.

Kubuka sedikit dan terlihat kelentitnya berwarna merah jambu, kecil, menonjol dan kelihatan membasah, kuraba perlahan, Eri melenguh keras dan menggoyangkan dan mengangkat pantatnya, Kuraba perlahan dengan jari telunjukku dan akhirnya mulai kujilati dengan ujung lidahku, kembali terdengar erangan dan lenguhannya merasakan nikmat yang luar biasa.

"Mas, tolong aku sayang, masukkan kontol besarmu ke vaginaku, aku sudah tak tahan lagi menahan kenikmatan ini, pintanya sambil setengah menangis.

"jangan sayang, kita belum boleh melakukan ini, toh nanti kita juga akan menikah, kataku masih sadar, meskipun aku jiga sudah tidak kuat lagi menahan nafsuku.

"Biarlah mas, aku rela mmberikan perawanku untukmu sayang, aku sangat mencintaimu dan aku takut kehilangan dirimu, kata Eri, sambil mulai menarik kontolku ke arah vaginanya yang membasah. Kontolku yang sudah agak menurun, mulai bangkit lagi begitu menyentuh bibir vagina Eri, sangat tegang dan begitu membesar.

Dengan masih deg degan akhirnya sedikit demi sedikit kumasukkan batang kontolku ke dalam vaginanya, saat kucoba menyelipkan kepala kontolku ke mulut vaginanya rasanya peret dan sulit sekali, kulihat Eri sedikit meringis dan membuka mulutnya dan sedikit menjerit, "aaah" ,

Namun akhirnya kepala kontolku sudah mulai masuk dan mulai kurasakan kehangat vaginya, perlahan kumasukkan seinchi demi seinchi, pada centimeter ke 3 menuju ke 4, Eri tiba-tiba berteriak dan menjerit,

"Aduh mas sakit sekali, katanya, seperti ada yang menusuk dan nyerinya sampai ke perut", katanya. "Aku cabut aja ya ?" " Jangan, biarkan dulu kutahan rasa sakit ini, aku yang sudah merasa kenikmatan yang luar biasa dan sedikit demi sedikit mulai kumasukkan lagi batang kontolku.

Kulihat Eri meneteskan air mata, namun tiba-tiba dia menggoyangkan pantatnya dan tentunya akhirnya kontolku hampir seluruhnya masuk, kenikmatan yang belum pernah kurasakan, kontolku serasa digigit bibir yang kenyal, hangat, agak lembab dan nikmat sekali.

Akhirnya kamipun mulai menikmati hubungan badan ini, " mas rasa sakitnya sudah agak berkurang, sekarang keluar masukkan kontolmu mas, rasanya nikmat sekali. Perlahan aku mulai mengayun batang kontolku keluar masuk ke vagina Eri,

Kulihat tangannya diangkat dan memegang erat-erat kepalanya dan akhirnya menarik sprei tempat tidurnya, sementara pahanya dia kangkangin lebar-lebar dan mencari-cari pinggulku, hingga akhirnya kakinya melingkar di pantatku dan seolah meminta kontolku untuk dimasukkan dalam-dalam ke vaginanya.

Beberapa kali ayunan, akhirnya aku agak yakin dia sudah tidak begitu merasakan sakit di vaginanya, dan kupercepat ayuhan kontolku di vaginanya. Eri berteriak-teriak dan tiba merapatkan jepitan kakinya di pantatku,

Kepala menggeleng-geleng dan tangannya menarik kuat-kuat sprei tempat tidurnya, mungkin dia mau orgasme, pikirku. Tiba-tiba tangannya memelukku erat-erat dan kakinya makin merapatkan jepitannya di pantatku,

Kurasakan payudara besarnya tergencet dadaku, rasanya hangat dan kenyal sekali, aku diam sejenak dan kubenamkan kontolku seluruhnya di dalam vaginanya. " Oh, mmmas aku keluar…. Ahhhhhhhhhhhhh ….ahhhhhhhhhhhhh…. ahhhhhhhhhhh,

Aku merasakan nikmat yang amat sangat, kontolku berdenyut-denyut, rasanya aliran darah mengalir kencang di kontolku, dan aku yakin kontolku sangat tegang sekali dan begitu membesar di dalam vagina Eri, sepertimya aku juga akan mengeluarkan air kejantananku.

Kubuka sedikit jepitan kaki Eri dipantatku, sambil kubuka lebar-lebar paha Eri, kulihat ada cairan kental berwarna kemerah-merahan dari vagina Eri, kontolku rasanya licin sekali dialiri cairan itu, dan akhirnya dengan cepat aku kayuh kontolku keluar masuk dari vagina Eri, nikmat sekali rasanya.

Ada mungkin delapan sampai sembilan kayuhan kontolku di vagina Eri, tiba-tiba kurasakan ada sesuatu yang akan meledak dari dalam kontolku dan akhirnya …. Crooot …croooot ….crooot …crooot. Kontolku yang sudah kucabut dari dalam vagina Eri,

Kudaratkan di atas perut mulusnya dan semburan air kejantananku muncrat sampai ke rambut, pipi,sebagian mulutnya, payudara dan diatas perut Eri, kuurut-urut batang kontolku dan tetesan air maniku berjatuhan di atas jembut halus kekasihku.

Aku merebahkan diri disamping tubuh mulus Eri, kupeluk dia sambil kubelai rambutnya, Eri terpejam, diam dan tiba-tiba dari ujung kedua belah matanya yang terpejam menetes air mata. Kuseka air matanya dan kupeluk dia erat-erat, dan dia memelukku juga,

" Mas, hari ini aku sudah persembahkan kesucianku untukmu, sesuatu yang berharga yang kumiliki telah kuberikan padamu, aku nggak mau kehilangan dirimu dan tak akan kulupakan seumur hidupku peristiwa indah hari ini … Aku sangat mencintaimu mas".

Eri bangun dari rebahannya, mengambil saputangan dan membersihkan bercak dari sela-sela vaginya yang telah bercampur dengan cairan kenikmatannya, saputangan biru itu berbercak merah, memenuhi hampir setengah lembar saputangan biru itu.

"Saputangan ini akan kusimpan selamanya, sebagai tanda buat cinta kita, mas" Aku terdiam, kemudian kubelai rambut indahnya, kukecup keningnya dan kukatakan, " Hari ini 14 November 1994, aku telah kau berikan sesuatu yang berharga darimu, keperawananmu membuktikan cinta sucimu, aku juga sangat mencintaimu, kuambil keperawananmu dengan keperjakaanku, dan tak kan kulupakan hari ini selama hidupku".

Dalam keadaan sama-sama bugil, kupeluk tubuh Eri, kehangatan tubuhnya mengalir ke setiap pori-pori dan diapun meraskan hal yang sama, " tahun depan aku sudah lulus, selanjutnya aku akan melamarmu dan kita akan menikmati cinta kita selamanya, aku mencintaimu Eri".

" Mas, aku bangga memilikimu, lelaki sepertimu yang memang aku idamkan selama ini". Keringat yang mengalir di badanku diseka Eri dengan handuk dan dia membersihkan kontolku dengan handuk basah, akupun jadi terangsang lagi,

" Ih, si Adik kok bangun lagi, kamu benar-benar perkasa mas", aku tersenyum, sebenarnya aku masih ingin melakukan sekali lagi tapi jam sudah menunjukkan jam 11.30, aku takut kalau tiba-tiba mamanya pulang. Kugandeng tangan Eri dan membawanya ke kamar mandi dan dibawah guyuran shower kamar mandinya kita mandi bersama,

Saling menyabuni dan bercanda bersama, Kontolku menjadi tegang saat mandi dan Eri sempat memasturbasi kontolku yang sudah tegang dengan busa sabun, tangannya yang halus sangat lincah mengocok batang kontolku,

Sekitar lima menitan air maniku sempat keluar lagi dan muncrat sampai ke atas seperti air mancur, Eri tertawa puas, menciumiku dan melanjutkan mandi sampai selesai. Selesai mengeringkan badan, rambutku dikeringkan Eri dengan hairdryernya, kupakai bajuku dan kitapun kembali ngobrol di ruang tamunya, ngopi, ngobrol dan bercanda sambil bermesraan menikmati hari indah itu.
Cerita Dewasa / Cerita Sex / Cerita ABG / Cerita Dewasa Hot / Cerita Dewasa SMA / Cerita Ngentot / Kumpulan Cerita Dewasa
Read more ...

Cerita Sex Vira Mulai Mendesah

Situs yang menyediakan cerita dewasa dan foto hot secara gratis dan selalu update : Cerita Sex | Cerita Dewasa Terbaru | Cerita Ngentot | Cerita Mesum | Cerita ABG | Cerita Porn | Cerita Seks Dewasa – Vira Mulai Mendesah. Dia tipe cewek yang imut kulitnya putih , bersih dan mulus, sedangkan aku orangnya biasa saja aku sendiri saat ini kuliah di kedokteran UI, cewek yang aku taksir ini namanya Vira kita sama sama satu jurusan, suatu ketika saat Vira minta tolong untuk menjemput saat pulang kuliah, dan disaat itu aku bisa maen kerumahnya.

Cerita DewasaVira Mulai Mendesah

cerita sex Mahasiswi, cerita sex panas Mahasiswi, cerita sex terbaru Mahasiswi, cerita sex hot Mahasiswi, cerita sex foto mahasiswi cerita sex mesum mahasiswi cerita sex baru
Cerita Mesum Vira Mulai Mendesah
Dia langsung mengajakku untuk masuk kedalam rumahnya katanya rumahnya kosong, aku pun tidak menolak ajakannya, dan aku langsung duduk di sofa tempat ruang tamunya, dia berkata bentar ya kau ganti pakain dulu, kamu duduk disini aja”.
Nggak lama dia datang dengan baju kaos dan rok pendek sambilmembawa dua minuman dan duduk disamping aku. Buset, aku bisamencium harum tubuhnya dengan jelas. Dan terus terangtiba-tiba aku terangsang dan mulai membayangkan keindahan tubuh Vira bila tanpa busana. Nggak sadar, aku lama menataptubuh segarnya dan membuat Vira bingung.

"Kenapa sih Ben?" tanyanya.

Aku cepat-cepat sadar dari lamunan erotis aku.

"Nggak..., lo keliatan laen dari biasanya."

"Lain apanya Ben..?" sambil menumpangkan salah satu kakinya ke kakisatunya.

Buset.. itu paha putih banget. Birahi aku pun tambah terangkat.

Pikiran erotis aku mulai bergelora lagi, menghayalkan seandainya

aku bisa meraba-raba kemulusan pahanya."Heh..!"katanya sambil tertawa dan menepuk bahu aku, lalu"Ngeliat apaan hayo, ngeres deh lo!" Aku cuma bisa nyengir aja.

"San, panas ya disini?" sambil aku mengambil saputangandi kantong celana.

"Iya yah, lo udah mulai keringetan begini."Tiba-tiba aja dia ngelap keringet di dahi aku pake tisunya.Dalam keadaan berdekatan kayak gini, aku punya inisiatif untukmemeluk dan menciumnya.
Dan bener deh,...kejadian deh...

Vira sudah berada dalam pelukan aku, dan bibirnya sudah dalamlumatan bibir aku. Dia sama sekali tidak berontak dan mulaimemejamkan matanya menikmati percumbuan ini. Tangannyaperlahan berganti posisi menjadi memeluk leher aku. Tangan akuyang tadinya memegang pinggulnya, turun perlahan ke pangkalpahanya dan akhirnya...

Aku berhasil meraba merasakan betapa mulus dan lembutnya paha Vira.

Aku meraba naik turun sambil sedikit meremasnya. Rasanya rada bangga juga aku mulai bisa menyentuh bagian tubuhnya yang rada sensitif.

Sedang bibir kami masih saling berpagutan mesra dalam keadaan mata masih terpejam. Lama-lama aku merasa kurang afdol kalau hanya merababagian pahanya saja.Tangan aku mulai naik lagi. Sekarang aku kepingin bangetmenikmati buah dadanya yang padat. Pikiran aku udah melayang jauh.

Pelan tapi pasti aku mengangkat baju kaosnya untuk aku buka.

Dia nggak nolak, dan setelah aku buka bajunya, kelihatanlah buahdadanya yang masih terbungkus rapi oleh BHnya.

Aku lumat lagi bibirnya sebentar sambil aku bawa tangan aku ke belakangtubuhnya. Memeluk, dan akhirnya aku mencari kancing pengaitBHnya untuk aku lepas. Nggak lama terlepaslah BH pembungkusbuah dadanya.

Dan mulailah tersembul keindahan buah dadanya yang putih padat dengan puting kecoklatan diatasnya. Buu..ssee..tt..benar-benar merupakan tempat untuk berwisata yang paling indahdengan pemandangan yang menakjubkan di seantero jagat.

Aku bertambah gregetan melihat indahnya buah dada berukuran 34B yang terawat rapi selama ini.Akhirnya aku mulai meraba dan meremas-remas salah satu buahdadanya dan kembali aku lumat bibir mungilnya. Terdengar nafasVira mulai tidak teratur.

Kadang Vira menghembuskan nafasdari hidungnya cepat hingga terdengar seperti orang sedangmendesah.

Vira makin membiarkan aku menikmati tubuhnya.Birahinya sudah hampir tidak tertahankan.Saat aku rebahkan tubuhnya di sofa dan mulut aku siap melumatputing susunya, Vira menolak aku sambil mengatakan,

"Ben, jangan disini aah, dikamar aku aja!" ajaknya dan kemudian bangun,mengambil baju kaos dan BHnya di lantai dan berjalan menujukamar tidurnya. Aku ngikutin dari belakang sambil membuka bajuaku sendiri dan melepas kancing celana aku.

Begitu pintu ditutup dan dikunci, aku langsung meluk Virayang sudah topless dan kembali melumat bibir mungilnya danmelanjutkan meraba-raba tubuhnya sambil bersandar di tembokkamarnya. Lama-lama cumbuan aku mulai beralih ke lehernya yangjenjang dan menggelitik belakang telinganya.

Vira mulai mendesah pertanda birahinya semakin menjadi-jadi. Sakinggemesnya aku sama tubuh Vira, nggak lama tangan aku turun danmulai meraba dan meremas bongkahan pantatnya yang begitumontoknya. Vira mulai mengerang geli.

Terlebih ketika akulebih menurunkan cumbuan aku ke daerah dadanya, dan menujupuncak bukit kembar yang menggelantung di dada Vira.Dalam posisi agak jongkok dan tangan aku memegang pinggulnya,aku mulai menggerogoti puting susu Vira satu persatu yangmembuat Vira kadang menggelinjang geli, dan sesekali melenguhgeli.

Aku jilat, gigit, emut dan aku isap puting susu Vira,hingga Vira mulai lemas. Tangannya yang bertumpu pada dindingkamar mulai mengendor.Perlahan tangan aku meraba kedua pahanya lagi dan rabaan mulainaik menuju pangkal pahanya.

Dan aku mengaitkan beberapa jariaku di celana dalamnya dan.. srreet!!! Lepas sudah celanadalam Vira. Aku raba pantatnya, begitu mulus dan kenyal,sekenyal buah dadanya. Dan saat rabaan aku yang berikutnyahampir mencapai daerah selangkangannya..., tiba-tiba,

"Ben, di tempat tidur aja yuk..! Aku capek berdiri nih."

Sebelum membalikkan badannya, Vira memelorotkan rok mininya dihadapan aku dan tersenyum manis memandang ke arah aku.

Alamak, senyum itu... Bikin aku kepingin cepat-cepat menggumulinya.

Apalagi Vira tersenyum dalam keadaan bugil alias tanpa busana.

Buu..ssset khayalan aku benar-benar jadi kenyataan cing..!Vira mendekat ke aku sebentar dan tangannya dengan lincahmelepas celana panjang dan celana dalam aku hingga kini bukanhanya dia saja yang bugil di kamarnya. Batang kemaluan akuyang tegang mengeras menandakan bahwa aku sudah siap tempurkapan saja. Tinggal menunggu lampu hijau menyala.

Lalu Vira mengambil tangan aku, menggandeng dan menarik akuke ranjangnya. Sesampainya di pinggir ranjang, Vira berbalikdan mengisyaratkan agar aku tetap berdiri dan kemudian Viraduduk di sisi ranjangnya.

Oh buu..ssseet, Vira mengulum batang kemaluan aku dengan rakusnya.

Gila mak, lalu dia dengan ganasnya pula menggigit halus, menjilat dan mengisap batang kemaluan aku tanpa ada jeda sedikit pun.

Kepalanya maju mundur mengisapi kemaluan aku hingga terlihat jelas betapa kempot pipinya.

Aku berusaha mati-matian menahan ejakulasi aku agaraku bisa mengimbangi permainannya. Kadang aku meringis nikmatsaat Vira mengeluarkan beberapa jurus pamungkasnya dalammenyepong. Gila bener... uenakya kagak ketulungan cing..!!Ada mungkin 15 menit Vira mengisapi batang kemaluan aku, laludia melepas mulutnya dari batang kamaluan aku dan merebahkantubuhnya telentang diatas ranjang.

Aku ngerti banget maksudini cewek. Dia minta gantian aku yang aktif. Segera aku tindihtubuhnya dan mulai berciuman lagi untuk beberapa lamanya, danaku mulai mengalihkan cumbuan ke buah dadanya lagi, kemudianaku turun lagi mencari sesuatu yang baru di daerahselangkangannya.

Vira mengerti maksud aku. Dia segeramembuka, mengangkangkan kedua pahanya lebar-lebar membiarkanaku membenamkan muka aku di sekitar bibir vaginanya. Keduatangan aku lingkarkan di kedua pahanya dan membuka bibirvaginanya yang sudah memerah dan basah itu.

Oh... buusset, rupanya sewaktu dia mandi sudah bersihkan dan disabuni dengan baik sehingga bau vaginanya harum. Ditambah menurutpengakuannya, bahwa dia tadi meminum ramuan pengharum vagina.

Tanpa ba bi bu lagi, lidah aku julurkan untuk menjilati bibirvaginanya dan buah kelentit yang tegang menonjol.Gila mak, Vira menggelinjang hebat. Tubuhnya bergetar hebat.Desahannya mulai seru. Matanya terpejam merasakan geli dannikmatnya tarian lidah aku di liang sanggamanya.

Kadang pulaVira melenguh, merintih, bahkan berteriak kecil menikmatigelitik lidah aku. Terlebih ketika aku julurkan lidah akulebih dalam masuk ke laing vaginanya sambil menggeser-geser kekelentitnya. Dan bibir aku melumat bibir vaginanya sepertiorang sedang berciuman.

Vaginanya mulai berdenyut hebat,hidungnya mulai kembang kempis,dan akhirnya.."Ben.. ohh.. Ben.. udahh.. maaasuukin Ben..!!"

Vira mulai memohon kepada aku untuk segera mengentotinya. Aku bangun dari daerah selangkangannya dan mulai mengatur posisi diatastubuhnya dan menindihnya sambil memasukkan batang kemaluan akukedalam lorong vaginanya perlahan.

Dan akhirnya aku genjotvagina Vira yang masih perawan itu secara perlahan danjantan. Masih sempit, tapi remasan liangnya membuat aku tambahpenasaran dan ketagihan.Akhirnya aku sampai pada posisi paling dalam, lalu perlahanaku tarik lagi.

Pelan, dan lama kelamaan aku percepat gerakantersebut. Kemudian posisi demi posisi aku coba bareng Vira.Aku sudah nggak sadar berada dimana. Yang aku tahu semuanyasangat indah. Rasanya aku seperti melayang terbang tinggibersama Vira.

Yang aku tahu, terakhir kali tubuh aku dantubuh Vira mengejang hebat. Keringat membasahi tubuh aku dantubuhnya. Nafas kami sudah saling memburu. Aku ngerasa adasesuatu yang memuncrat banyak banget dari batang kemaluan akusewaktu barang aku masih di dalam kehangatan liang sanggamaVira. Habis itu aku nggak tahu apa lagi.

Sebelum aku tertidur aku sempet ngelihat jam. Alamak..! duasetengah jam. Waktu aku sadar besoknya, Vira masih tertidurpulas disamping aku, masih tanpa busana dengan tubuh masih seindah sebelum aku bersenggama dengannya.

Sambilmemandanginya, dalam hati aku, aku berkata, "Akhirnya aku bisajuga ngelampiasin nafsu yang aku pendam selama ini.

Thank's banget "San..., kalo nggak ada lo, aku kagak tau dehkemana aku bawa nafsu aku ini..." Aku kecup keningnya, laluaku segera berpakaian dan siap cabut dari rumah Vira setelahaku lihat jam di mejanya, mengingatkan aku bahwa sebentar lagikeluarganya bakal datang.

Aku kagak mau konyol kepergok lagibugil berduaan bareng dia. Apalagi masih ada noda darahperawan di sprei tempat tidurnya. Aku bangunin dia dan berkatabahwa lain kali sebaiknya kita main di villa aku, di Bogor,aja dengan alasan lebih aman dan bebas.
Cerita Dewasa / Cerita Sex / Cerita ABG / Cerita Dewasa Hot / Cerita Dewasa SMA / Cerita Ngentot / Kumpulan Cerita Dewasa
Read more ...

Cerita Sex Klimaks Bersama Githa

Situs yang menyediakan cerita dewasa dan foto hot secara gratis dan selalu update : Cerita Sex | Cerita Dewasa Terbaru | Cerita Ngentot | Cerita Mesum | Cerita ABG | Cerita Porn | Cerita Seks Dewasa – Klimaks Bersama Githa. Ngantuk banget rasanay di dalam pesawat yang hendak menerbangkanku dengan nada suara "Ladies and gentlemen welcome aboard flight SQ318 destination Los Angeles from Taipei. Blaaaa blaa blaa awal mula perjalanan ini pasti membosankan pikirku, tapi setelah aku menengok kanan wanita cantik duduk di sebelahku.

Cerita Dewasa Klimaks Bersama Githa

Cerita sex sahabat, cerita hot terbaru, cerita mesum terbaru, cerita sahabat terbaru, kumpulan cerita mesum terbaru, cerita sahabat terbaru hot, cerita mesum sahabat terbaru, cerita seks terbaru, cerita kenthu sahabat terbaru
Cerita Ngentot Klimaks Bersama Githa
Kulitnya putih manis mukanya rambutnya pendek kurang lebih kalau di tokoh kartun seperti sailarmoon, mataku tak berhenti di wajahnya tapi aku melihat dadanya yang tidak besar tapi menonjolkan putingnya sungguh keras dan kencang payudaranya ditambah lagi tubuhnya yang sempurna karena saat itu memakai kaos putih yang ketat.

Perutnya datar dan pinggangnya yang melekuk sungguh aduhai.Tak kusadari dia melihat ke arahku.

"Kok ngeliatin kayak gitu sih Mas?" Mukaku langsung merah padam menanggung malu. Aku gelagapan bilang, "Maaf Non habis kamunya cakep sih."

Di luar dugaan dia cuma tersenyum kecil. Sambil mengulurkan tangannya dia berkata, "Nama saya Githa, nama kamu siapa?" aku agak bengong sebentar tapi kemudian menjabat tangannya dan menjawab, "Eh.. nama saya Jonathan." Tangannya lembut sekali.

Pikiranku mulai ngeres. Wah enak sekali kalau yang dipegang itu kemaluanku. "Kok jabat tangannya nggak lepas-lepas sih?" aku tersentak lagi dan minta maaf. Aku mengambil majalah dan mulai membacanya untuk menutupi mukaku yang mulai merah menahan malu.

Aku memang boleh dibilang jarang ada pacar walaupun aku boleh dibilang lumayan. Kalau masalah seks, aku sih personal experience masih belum ada, cuma masturbasi saja pernahnya. Aku sudah ngebet sekali nge-seks dengan cewek tapi sampai sekarang peruntungan masih belum ada.

"Eh kamu pernah sekolah di SMP Muda bukan?" tanyanya secara tiba-tiba.

"Kamu kok tahu?"

"Tadi waktu ngeliat kamu rasanya aku pernah ngeliat kamu sih, apa lagi ngedenger nama kamu. Aku dulu pernah sekelas sama kamu."

"Tapi rasanya nggak ada yang namanya Githa di kelasku."

"Waktu itu aku belum ganti nama, waktu itu namaku Li Ruyin, inget nggak?" Aku seperti tersentak saja, si Li Ruyin itu pacar impianku, biarpun badannya tidak perfect tapi cantik sekali.

Tapi cewek yang di depan mataku ini kelihatannya lain sekali, jauh lebih cantik. "Oh kamu toh, gila, kamu beda banget. Kamu dulu kayak anak kecil saja, sekarang kayak bidadari saja," timpalku.Dia cuma tersipu saja, kemudian kami pun mulai menceritakan keadaan masing-masing.

Ternyata setelah lulus SMP, dia pergi ke Kanada untuk belajar di sana. Dari Kanada, dia berjalan-jalan ke Taiwan dan dalam perjalanan balik ke Kanada tapi bakal tinggal di L.A untuk sementara. Sementara di Kanada, dia tidak ada cowok, katanya sih tidak ada yang mengejar dia.

Gila, pikirku, cewek cakep, body perfect seperti dia tidak ada yang mengejar. Akhirnya makan malam pun mulai dihidangkan. Sebagai penumpang First Class, kami ditawari bermacam jenis arak dan anggur.

"Whisky please," ucapku kepada sang pramugari. Dia menuangkan segelas Whisky. Githa ternyata memilih untuk minum Brandy. Sewaktu makan malam dihidangkan, lampu mulai diredupkan. Tiba-tiba saja aku ada rasa untuk mengungkapkan perasaanku kepadanya yang tak tersampaikan sewaktu di Surabaya.

"Yin, aku mau tanya nih tapi kamu jangan kaget ya..." Sambil tetap mengunyah dia menoleh ke arahku dan mengangguk.

"Yin, aku waktu di Muda dulu udah mulai suka sama kamu, tapi tidak ada kesempatan dan keberanian." "Jon, kamu mah gombal," jawabnya sambil meminum Whisky-nya.

"Yin, yang mau aku tanyain, kalau misalnya aku ngejar kamu gimana?" "Tergantung," jawabnya polos.Aku tidak banyak tanya lagi, kata "tergantung" sudah membuatku hilang semangat dan putus asa.

Akhirnya piring kami diambil kembali dan waktu telah agak malam dan aku sudah kepingin tidur. Aku minta selimut kepada pramugari pesawat itu dan Githa pun juga minta selimut.

Tapi pramugarinya kembali dan memberitahu kalau selimutnya tinggal satu saja tapi selimut ini cukup untuk dua orang.Akhirnya aku dan Githa share selimut itu dan tempat menaruh tangan di tengah kuangkat.

Aku masih tidak bisa tidur, memikirkan si Githa. Bagiku kata "tergantung" adalah sebuah tolakan halus yang menyakitkan. Pernah aku menunggu jawaban seorang cewek yang memberi kata "tergantung" tetapi ternyata dia sudah punya pacar.

Tiba-tiba saja aku merasakan kepala Githa di pundakku, rupanya dia tertidur dan tidak sengaja. Aku tatap wajahnya yang manis dan cakep itu. Bibir imutnya seakan menggodaku untuk menciumnya. Tetapi aku berhasil menahan nafsuku dan mulai membetulkan dudukku.

Aku menoleh lagi, seakan aku ingin sekali melihati dia terus. Akhirnya tanpa peduli resiko, tanganku, kutaruh di pinggangnya sementara tangan satunya kutaruh di belakang kepalanya dan kucium bibirnya. Tanpa diduga, lidahnya mulai menerobos bibirku dan akhirnya lidah kami berduel di dalam mulut kami.

Tangannya menarikku supaya lebih dekat. Akhirnya kami beristirahat untuk mengambil nafas. "Yin, apa sih maksudmu 'tergantung'?"

"Maksudku, tergantung kamu mau nggak ngejar aku. Kalau kamu mau, sih aku terima saja."Aku tercengang, ternyata tadi dia cuma main hard-to-get. Kucium dia sekali lagi tapi kali ini aku mulai ciumi juga lehernya dan kupingnya.

Tanganku juga mulai masuk ke dalam bajunya yang ketat itu. Akhirnya tanganku mulai menyentuh bagian dasar payudaranya, dengan satu gerakan mulus, tanganku mulai menggenggam payudaranya yang lentur itu.

Pentilnya yang sudah berdiri itu kumainkan dengan ibu jariku. Dia cuma mendesah kecil. Dia melepas ciuman kami dan di bawah selimut yang hangat itu dia melepaskan kaos dan BH-nya. Penumpang lain sudah tidur dan kami duduk di kursi paling belakang, sehingga tidak ada yang dapat melihat ataupun menduga apa yang kami lakukan.

Setelah itu kami pun mulai melanjutkan permainan kami yang gila ini. Tanganku mulai meraba masuk celananya tak dapat dikira, ternyata dia tidak memakai celana dalam. Tanganku mulai menelusuri "hutan" kemaluannya dan akhirnya menemukan klitorisnya yang juga telah berdiri seperti pentil payudaranya. Sewaktu tanganku menyentuh klitorisnya, dia bergetar sedikit.

Kubenamkan kepalaku di bawah selimut dan dengan lahapnya kuhisap dan kujilat pentilnya sementara tanganku sibuk bermain dengan klitoris dan liang kemaluannya. Desahannya mulai agak cepat dan aku mulai takut ketahuan dan tertangkap.

Jadi kucium dia sambil tanganku tetap bermain di kemaluannya. Akhirnya dia mendapat klimaks dan jeritannya cuma terdengar dalam mulutku. Ledakan klimaksnya sangat dahsyat dan tanganku dibanjiri oleh air bah klimaksnya seolah-olah seperti bendungan pecah keluar dari liang kemaluannya.

Celananya kini pun telah basah oleh air klimaksnya.Tanganku yang untuk pertama kalinya bermain dengan kemaluan cewek ini mulai pegal. Akhirnya kubetulkan posisi dudukku dan kupeluk dia. Dia memakai kembali kaosnya dan bersandar pada dadaku.

"Jon, kamu belum puas kan, aku puasin yah?" Aku mulai gelagapan, jangan-jangan si Githa mau main di pesawat. Aku tidak mau menanggung malu kalau ketahuan orang-orang, jadi aku bilang,

"Yin, kamu keliatannya capek, kamu istirahat saja, kamu kalau mau puasin aku boleh saja tapi nanti saja."Akhirnya pesawat kami tiba di Honolulu, Hawaii untuk mengisi bahan bakar.

Kami diperbolehkan menunggu di dalam pesawat ataupun turun pesawat dan melihat-lihat keadaan Hawaii dari ruang tunggu.

Aku dan Githa turun pesawat dan ke ruang tunggu. Kami punya 2 jam untuk jalan-jalan.

"Yin, kita mau ngapain?" tanyaku sambil menggandeng tangannya bak sepasang kekasih. "Kamu maunya apa?" jawabnya sambil memberikan senyuman seribu arti.Waktu masuk, aku melihat ada iklan hotel dalam airport.

Kuajukan saranku untuk beristirahat di dalam hotel. Githa setuju saja dan kami memesan satu kamar. Sesampai di kamar, aku langsung merebahkan diri di ranjang setelah melepas kaos dan sepatu serta kaos kakiku.

Githa berdiri di depan ranjang dan menyalakan TV, acara yang ditayangkan adalah MTV. Dia berjalan pelan mendekati ranjang tanpa melepaskan kontak mata. Pinggulnya bergerak ke kiri dan kanan dengan seksinya.

Dengan gerakan yang mulus, dia mulai berdansa dengan seksinya. Satu persatu pakaiannya dilepas hingga badannya tidak terbungkus sehelai kain pun. Batang kemaluanku sudah tegang dan keras seperti baja. Perlahan-lahan dia naik ke ranjang.

Dengan kedua lututnya, dia menopang badannya dan dia mulai menunduk dan menyingkapkan selimut ranjang yang kupakai. Sabukku dilepasnya dan celanaku ditarik sampai ke lutut. Batang kemaluanku sudah sangat menonjol dan kepalanya keluar dari bagian atas celana dalamku.

Kutendang celanaku ke lantai. Celana dalamku dipelorotnya dan mulutnya yang kecil itu mulai mengulum batang kemaluanku. Semua itu dilakukannya tanpa melepaskan kontak matanya dari mataku.

Gerakan mulutnya yang naik turun diiringi dengan sedotannya yang keras sungguh membuat nafsuku meledak. Pinggulku, kugerakkan naik turun seirama dengan naik turun mulutnya.Kepalanya kupegang dan setiap kali kepalanya turun, kudorong kepalanya serendah mungkin agar seluruh batang kemaluanku ditelannya sedalam mungkin.

Akhirnya klimaksku mulai mendaki naik dengan tajam, gerakan mulutnya pun mulai cepat dan hisapan-hisapannya semakin keras.

"Yin, aku mau keluar nih, kalau kamu nggak lepasin entar aku bakal nyemprot di mulut kamu nih..." ucapku.Dia tidak menggubris peringatan yang kuberikan, bahkan gerakannya makin dipercepat.

"Ohhh yesss... arghhh..." Aku menjerit keras.

Aku seolah melayang di dimensi keempat dan kenikmatan yang kudapat tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata sewaktu aku menyemprotkan spermaku di dalam mulutnya yang mungil itu. Seluruh spermaku ditelannya dan batang kemaluanku dijilatinya agar tidak ada setetes sperma pun yang bakal tertinggal.

Dia memandangku dan bertanya, "Gimana, aku hebat nggak?" Hebat? Apa saja yang dilakukannya sangat hebat dan mungkin dia penjilat kemaluan laki-laki yang terbaik di dunia.

Aku tidak tahu berapa tahun dia latihan dan berapa batang kemaluan yang telah dia hisap."Yin, aku nggak tahu gimana bilangnya, kamu bukan hebat lagi, kamu the best."

"Jon, aku tahu kamu cuma basa basi saja. Tadi itu pertama kali aku nyoba ngisep kontol orang loh..."

"Yang bener saja, aku tidak percaya Yin. Masa aku cowok pertama yang kamu isep." "Okay deh Jon, aku ceritain deh. Aku dulunya ada banyak cowok, tapi semua tidak cocok.

Tiap kali aku sama cowok-cowokku yang dulu dating, kami sampai petting."

"Terus?"

"Yah, waktu sampai heavy petting, kusuruh cowokku 'ngisep aku' tapi tidak ada yang mau. Jadi satu persatu aku putusin." "Nah apa hubungannya sama kamu 'ngisep aku'?"

"Aku sayang sama kamu Jon, alasan kedua aku putusin cowok-cowokku yang dulu sebab aku tidak bisa ngelupain kamu. Aku masih inget waktu itu aku diganggu sama orang jahat di dekat Mal Galaxy, kamu ngebantu aku.

Kalau nggak ada kamu aku nggak tahu bakalan gimana. Sejak waktu itu aku mulai suka sama kamu."Hatiku mulai tersentuh dengan ucapannya itu. Kupeluk dia dan kucium bibirnya. Ciumanku mulai menjalar ke pipinya, kupingnya, dagunya dan lehernya.

Tak berapa lama, ciumanku sampai ke buah dadanya. Sambil kucium dan kujilat pentil buah dadanya yang mulai keras dan tegak, tanganku menelusuri perutnya, hutannya dan akhirnya jariku masuk ke dalam liang kemaluannya.

Dia mulai mendesah kecil. Tangannya mengelus kepalaku dan rambutku. Ciumanku mulai menurun ke bawah sampai ke liang kemaluannya. Klitorisnya yang telah berdiri tegak terlihat jelas. Kujilat sekali dan efeknya sangat dahsyat.

Jeritan-jeritan kenikmatan mulai keluar dari mulutnya. Sambil jariku keluar masuk lubangnya yang sempit itu, kujilati klitorisnya dengan penuh semangat. Bau odor seks yang keluar dari kemaluannya terasa harum di hidungku, menambah semangatku.

Jilatanku keras dan cepat. Irama sodokan jariku kupercepat dan kuperlambat, membuat Githa menggeliat dan menjerit keenakan."Jon, kontolmu Jon, masukin donk..."

"Yin, kamu udah pernah belum?"

"Kok nanya sih? Pasti belum lah!" "Yin, pertama kali bakal sakit loh." "Gini saja Yin, aku tiduran di ranjang and kamu mengangkang di atasku, terus kamu saja yang masukin agar kamu enak.

Kalau gitu, semua kamu yang ngatur. Kalau sakit diem, kalau udah biasa masukin lagi."

"Suka-suka kamu deh."Akhirnya dia pun mengangkang di atas batang kemaluanku dan berat badannya ditopang dengan lututnya.

Perlahan-lahan dia menurunkan badannya. Tangannya memegang batang kemaluanku dan diarahkannya ke dalam liang kemaluannya. Liang kemaluannya sempit sekali. Sedikit demi sedikit batang kemaluanku ditelan lubang kemaluannya.

Kurasakan ada hambatan di depan batang kemaluanku, rupanya dia masih benar-benar perawan."Yin, waktu hymen kamu pecah kamu pasti ngerasain sakit jadi kamu kerasin saja agar sekali langsung masuk."

Dia menurut anjuranku dan menggunakan seluruh berat badannya dan gravitasi, dia menurunkan badannya. Pada saat yang sama, kuangkat lututku untuk menopang badannya. Jeritannya menggema di dalam kamar yang kecil itu dan seprei ranjang diremasnya kuat-kuat.

Kami beristirahat sebentar, agar liang kemaluannya bisa beradaptasi dengan adanya batang kemaluanku di dalam liang kemaluannya. Setelah kurang lebih 3 menit, kutidurkan dia di ranjang. Kedua kakinya di pundakku dan aku bertanya,"Yin, aku mulai ya?"

"Iya Jon, tapi jangan sakiti aku."

"Tenang kalau sakit bilang saja, aku pasti stop."Pinggulku mulai kugerakan maju mundur dan jariku bermain dengan klitorisnya. Irama sodokanku dimulai dengan irama yang pelan, dan irama itu terkadang kupercepat.

Erangan kenikmatan menggema di dalam kamar. Githa telah klimaks dua kali selama irama ini kupermainkan. Akhirnya klimaksku pun telah mendekat. Iramanya kupercepat dan Githa pun mengikuti iramaku dan menarik tanganku agar batang kemaluanku bisa masuk sedalam mungkin.

Pas sebelum aku klimaks, kurasakan dinding lubang kemaluan Githa mengeras dan mencengkeram batang kemaluanku dengan kuatnya dan dia pun mendapatkan klimaksnya sekali lagi. Tidak lebih dari dua detik, aku pun menyemprotkan spermaku di dalam liang kemaluannya.

Badan kami penuh keringat dan aku pun berbaring di sebelah Githa. Kami kembali berpakaian dan bergegas menuju pesawat, sebab kami hanya ada sepuluh menit sebelum pesawatnya
Cerita Dewasa / Cerita Sex / Cerita ABG / Cerita Dewasa Hot / Cerita Dewasa SMA / Cerita Ngentot / Kumpulan Cerita Dewasa
Read more ...