Tampilkan postingan dengan label cerita mesum baru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita mesum baru. Tampilkan semua postingan

Cerita Dewasa Lendir yang Gurih dan Wangi

Cerita Sex Ngentot, Cerita Mesum bergambar, cerita Dewasa Terbaru, cerita mesum Hot, cerita ngentot memek, cerita memek china, cerita gadis china hot | Cerita Sex Lendir yang Gurih dan Wangi, Aku bisa bertemu dengan seorang wanita china disebuah mall di mana saat itu dia sedang bertugas sebagai marketing tugasnya menawarkan produk produk buat investasi, dia terlihat cantik, imut dengan warna kulit yang putih mata sipit dan berambut sebahu , ku perhatikan dia mungkin masih masa masa Anak Baru Gede kira kira umurnya masih diantara 20 an tahun. cerita ngentot hot, ngentot memek china, mesum selakangan cewek china.
Saat aku lewat di depan dia pertama aku tak simpati tapi saat aku perhatikan dari atas sampai ke bawah hmm hmm aku hanya bisa mengecap ngecap , kulihat pahanya yang sangat mulus saat dia memakai rok mini membuat dedekku berdiri.
Kita berkenalan dan dia berkata “tolong banutin mei ko” soalnya aku belum mendatap custumor hari ini ya ya ya , p[intanya karena dia meminta aku pun tak bisa menolaknya dari situ aku bisa meminta nomer handphone nya dan aku jadi membeli produk yang di tawarkan oleh dia.

Cerita Dewasa Lendir yang Gurih dan Wangi

Cerita Mesum Lendir yang Gurih dan Wangi
Cerita Sex Terbaru – Transaksi itu menjadi awal keakraban aku dengan miss Mei…saking akrabnya jadi mirip TTM…but without sex ..sampai……
SETAHUN KEMUDIAN….
…. tui…tui..tui…ringtone hape aku bunyi , dari Miss Mei..
“ Koko…ni hao..(apa Kabar)..”
“…fei zhang hao ..(baik baik saja) ..ada apa Mei…”
“ Ko…tolong dong…omset Mei masih kurang nih…nambain ya..ko “
“ …waduh…Mei koko khan udah tiga kali nambah…”
“….ah..Koko khan masih banyak dana ngangur…please bantu Mei…ntar Mei kasi bonus deh…”
“..bonusnya apa Mei…”
“…ada deh ko…jadi ya …tambahin”
“ ..oke deh koko bantu…bonusnya kapan .”
“…nanti Mei …bel koko lagi..”
SEMINGGU YANG LALU…..
Cerita Ngentot Lendir yang Gurih dan Wangi
…. tui…tui..tuit…ringtone hape aku bunyi , dari Miss Mei…
“… Koko…ni hao….sore nih bisa jemput Mei nga…Mei mo kasi bonus nih..”
“..Wah..nga bisa Mei…sore ini sudah janji mo nganter laubo(istri)….”
“… Jadi Kapan Mei bisa ketemu Koko….”
“….Kalau sore koko nga bisa Mei…nanti susah jelasin sama laubo(istri)..gimana besok siang pas lagi istirahat kantor “.
“…ya..deh ko…jemput Mei ya ….”
“…oke Mei..tunggu aja…”
KEMARIN JADI HARI… H-NYA…..
Cerita Dewasa Lendir yang Gurih dan Wangi
Sesuai deal kemarin siang itu aku tancap gas mobil agak ngebut untuk jemput miss Mei…. Sepanjang jalan aku berpikir apa ya bonusnya…
Sesudah muter-muter bentar kita mampir makan siang di seputaran Jl.Rajawali, lalu aku tanya sama Mei :
“…kita mo kemana Mei….???” Tanyaku saat Mei udah disampingku dalam mobil.
Miss Mei …senyum-senyum padaku matannya menatap nakal :
“…Kalau Koko nga keberatan ….kita ke tempat kos Mei aja….”
“…tempat kos…?? rame nga ….??” Aku bertanya bingung..
“..nga kok Koko…kalau siang begini ..sepi..”
“…ya..okelah..”
Cerita Sex Lendir yang Gurih dan Wangi
Terus mobilku meluncur ketempat kosnya Miss Mei masih dibilangan daerah Rajawali…..tempat kosnya lumayan elit, sesampainya ditempat kos, Mei langsung ngajak aku ke kamarnya yang terletak di ujung lantai 2, kamarnya bersih & harus khas kamar cewek, lumayan luas,ada kamar mandi didalam.
“..Koko …tunggu bentar ya… Mei.. mo…bilas muka dan salin.”
Miss Mei kemudian masuk ke bilik kamar mandi….tak lama kemudian ..dia keluar
Astaga…..! jantungku berdegup kencang….dia ternyata bersalin pake baju tanktop putih tipis plus celana legging hotpants….sehingga menampakkan lengan dan pahanya yang putih mulus.
wah…wah…sexynya luar..biasa…
Aku masih terbengong-bengong ketika Mei duduk merapat denganku, jemarinya kemudian mengusap-usap dadaku…lalu mulai mencopoti kancing-kancing bajuku
“…Mei…kamu…???” aku masih kaget plus bingung.
“…ssstttt…ko…katanya mo bonus…sudah koko enjoy aja…” dia berbisik
…oh my god…disodori makhluk begini mulus dan sexy…aku ne lelaki normal bagaimana mungkin bisa nolak…
Jari jemari Mei menari-nari didadaku yang sdh terbuka…trus turun mengusap-usap areal penisdari celanaku dan dengan lembut dia menarik lepas reslitingnya…lalu tau-tau aku sudah cuma tinggal pake cd aja….lalu beberapa menit kemudian kami udah sama-sama polos…los…los…los
Aku jadi horni berat…miss Mei aku peluk …bibirnya aku lumat habis-habisan sampai dia terengah-engah….tanganku tidak tinggal diam..jemari ku mulai mengelus-ngelus bokong dan areal paha luar dalamnya sambil menikmati juga elusan Mei di areal penisaku yang sekarang ne sudah berdiri kokoh.
Aku membaringkan Mei yang udah polos ke ranjang kosnya….mulailah basic instink aku yang bekerja..jemariku terus mengelus-elus paha mulusnya…lalu memek nya…terus pahanya …terus memek nya..lagi…
Sudah..tuh aku ganti pake ciuman-ciuman liar penuh nafsu ..mulai lumatan pada bibirnya …turun ke leher… trus ke..toketnya yang putih mulus dengan pentil kecil merah kecoklatan..aku jilati puting toketnya…
“…ah..ah..ah..Koko…enak sekali Ko….ah…..terusin….” Mei mendesah .
Mendengar desahannya …aku tambah semangat kali ne ciumanku meluncur turun kearah pusarnya… lidahku bermain-main bentar disana…trus luncur lagi ke pangkal pahanya…kali ini..lidahku menari-nari di areal memeknya.
Agak lama lidahku bermain aku merasa memek Mei suda basah berlendir..gurih..wangi.
Mei tambah horni…tubuhnya bergetar hebat tangannya menekan-nekan belakang kepalaku seakan tak rela kehilangan kenikmatan…dan tak lama kemudian :
“…ah..ah..ah..Koko…Koko….Mei….ahh…Mei..Ahhh mo nyampe…..
Ko….ahh…..terusin….ahhh….Mei..nyampe….” Mei mendesah terputus-putus rupanya dia sudah dapet big-O nya……
Sekarang giliran Mei yang pegang kendali, aku terlentang di bawah …Mei membalas persis sama dengan yang tadi aku lakukan padanya….aduh..luar biasa, penisku tambah berdenyut-denyut…waktu dia mem-BJ-nya….jago sekali ..BJ-nya nga kena gigi..trus biji-bijinya juga dijilatin……pokoknya aku terangsang hebat….hampir aja ngecrot…ketika Mei menghentikan aksinya…
“…ahh..Mei Kok berenti..seh…? aku protes..
“…..maaf Ko..Mei nga suka belepotan peju .…? dia menjelaskan..
Ya…sudah….apa boleh buat…Mei kemudian mendekatkan wajahnya padaku ..kembali kami saling melumat bibir dengan nafsu membara.
Dengan posisi WOT Mei kemudian mengarahkan penis aku ke bibir memeknya.
digosok-gosok sebentar…sejurus kemudian penis aku sudah terbenam habis dalam memeknya….aduh…duh….nikmat sekali…memeknya peret abis…..aku benar-benar menikmati sensasi gesekan penisdalam memeknya.
Lama juga dalam posisi ini…hampir lima belas menitan ..aku memang sangat suka posisi ini …jadi aku…terlentang aja terus.
“…ah..ah..ah..Koko…Koko….ahh…Mei..Ahhh mo nyampe….lagi……”
Mei kembali mendesah hebat rupanya dia sudah dapet big-O nya yang kedua……
Aku juga nga tahan lagi..mr.P-ku berdenyut-denyut keras….
“…ahhh..ahhhh …tunggu…Koko….ahh…Mei..Ahhh mo nyampe juga….ahhh”
Akhirnya…dengan bersimbah peluh, tubuhku bergetar ….lalu ngecrot-lah penisdalam memeknya……aduh…luar biasa nikmat…..cerita sex terbaru 2017, cerita dewasa, cerita mesum terbaru, cerita sex mesum, cerita mesum 18, cerita mesum baru, cerita mesum terkini, cerita mesum 17, cerita mesum terhot, koleksi cerita mesum, mesum cerita 2017
Read more ...

Cerita Sex Ngewe Memek Dewi

Cerita Sex Bergamabar, Cerita Mesum Ngewe, Cerita Ngentot Panti Pijat, Cerita Sex Pijat, Cerita Hot Cewek Cantik, Cerita Ngewe Memek – Cerita Ngewe Memek Dewi – Sebelum kecerita aku ingin memperkenalkan diriku namaku kris aku sudah bekerja di perusahaan swasta yang cukup terkenal di kotaku , suatu hari karena rasa penasaran aku ingin mencoba pijat di salah satu ruko yang katanya pemijatnay cantik cantik dan muda muda, secara singkat ruko tersebut ada tiga lantai dan di dalamnya tentunya ada kamar kecil kecil yang dibuat untuk pijet atau hal yang lainnya.
Oke langsung saja ke ceritaku , tepatnya hari minggu aku keluar dan memang masih jomblo aku maen ke kost teman dari situ aku banyak mendapat informasi dari dia karena minggu lalu dia habis datang ke panti pijat yang berada di ruko itu, dia menceritakan yang enak enak tentunya.

Cerita Sex Ngewe Memek Dewi

Cerita Dewasa Ngewe Memek Dewi
Tapi temanku biasa saja gak seperti diriku sewaktu mendengar cerita dari dia tentunya pikiranku ke hal yang ngeres, dan baru kali ini memberanikan diri untuk pergi ke panti pijat , langsung saja aku melaju ke ruko tersebut dengan mobil temanku. Saat aku sampai di bagian parkir aku melihat rukonya juga biasa saja gak mewah mewah gitu dan jujur saja saat melangkah aku merasa gerogi dan takut.
Cerita Mesum Terbaru – Yang jaga di depan ibu-ibu yang dari mukanya keliatan banget kalo dulu itu dia cantik, alisnya aja alis tato bro.
Dia langsung nanya,
Cerita Ngentot Ngewe Memek Dewi
“Mau pijet mas?”
“Iya bu, eh mbak”
“Langsung pilih aja mas mau sama siapa pijetnya”
“OK mbak”.
Karena kelamaan mikir, aku di tembak sama ibu itu,
“Baru pertama kali ya mas?”
“Lho kok mbak tau?”
“Keliatan groginya” Brengsek niy old pussy, kena aku.
Aku langsung nyoba ngilangin kekakuan aku dengan beraniin nanya “Yang masih muda ada mbak?” “Semuanya masih muda kok mas, di bawah 30 tahun umurnya”
“Yang paling muda siapa mbak?”
“Oooh, ini ada namanya Dewi, umurnya 21 tahun mas, paling muda di sini, kalo mau sama dia langsung naek mas, orangnya lagi gak kerja kok”
“OK mbak, makasih ya” Terus dia merintahin anak buahnya untuk nganterin aku ke atas.
Cerita Sex Ngewe Memek Dewi
Sesampenya di atas, aku di suruh milih kamar, kalo menurut aku sih bilik, soalnya dindingnya triplek, pintunya tirai biasa. Aku tanyain yang kosong terus yang enak dimana, dia nunjukin yang pojok sama yang deket tangga.
Aku langsung pilih yang deket tangga aja karena biliknya agak gede di bandingin yang lainnya sekalian mesen minuman anget biar gak masuk angin, ACnya di set paling kenceng sama paling dingin bro.
Singkat cerita aku duduk di dipan, yang menurut aku dipannya itu buatan mereka sendiri, sambil gemeteran nungguin si Dewi. Lima menit kemudian si Dewi dateng, orangnya putih, mukanya mulus tanpa jerawat, walaupun gak begitu cantik, tapi manis anak ini.
“Halo mas”
“Halo juga, kenalan dulu dong”
“Dewi mas, mas siapa?”
“Agus”
“Mas Agus udah sering ke sini?”
“Ini baru pertama kalinya Wi”
“Masa sih? Kayanya setiap cowok yang dateng ke sini ngakunya baru pertama kali hihihihihihi” Ketawa ketiwi sambil nyubit aku, brengsek niy cewek.
“Bener kok Wi, liat aja aku gemeteran”
“Hahahahaha iya mas ternyata kamu gak bohong hehehehehe”
“Hehehe”. Terus dia minta izin ngebenerin posisi dipan yang aku dudukin, setelah itu dia nyuruh aku buka baju sama celana aku.
“Celana dalemnya mau dibuka apa gak mas? Ntar kotor lho kena cream pijetnya”
“Ntar aja deh Wi, malu, hehehehehe”
“Kan Dewi tutupin pake handuk mas. Kalo gitu ntar aja ya mas kalo udah mau pake cream, celana dalemnya dibuka”
“Iya deh Wi ntar aja bukanya”.
Hal pertama yang dia kerjain adalah mijet refleksi kaki aku, sambil mijet aku coba-coba ajak ngobrol anak itu.
”Dewi udah lama di kota ini?”
”Baru 3 bulan mas”
“Bohong ah, masa baru 3 bulan langsung kerja di sini”
“Beneran mas gak bohong kok, saya dari kampung gak punya kerja, ada yang nawarin kerja di sini, terus saya ikut aja”
“Mangnya Dewi darimana?”
“Dari Cirebon mas”
“Dewi umurnya berapa?”
“Tahun ini 21 mas” Wah, bener kata ibu yang jaga di depan tadi ya pikir aku. Dewi mijet aku sambil nanya-nanya apa mijetnya enak apa terlalu pelan apa gimana, dan aku cuma jawab sambil ehem ehem yang nandain pijetannya enak. Cerita Sex Terbaru
Terus dia mijetnya dari kaki naek ke paha, pantat, punggung aku. Pas dia mijet pantat aku, aku juga megang pantatnya sambil ngajakin bercanda
“Wah kamu megang pantat saya, pantat kamu saya remes ahh”
“Ih mas ini bikin kaget aja” Tapi dia gak marah, cuma nyengir-nyengir imut bikin gemes.
Aku beraniin nanya hal-hal yang lebih bersifat pribadi kaya udah punya pacar ato suami, yang dia jawab belum ada.
30 menit kemudian dia nyuruh aku buat buka CD karena mau pake cream yang takut kalo CD aku kotor kena creamnya.
Aku bangun, pas mau buka CD ternyata si Dewi permisi sebentar ke toliet, sambil ngasih handuk buat nutupin “burung” aku.
Gak lama kemudian setelah aku pake handuk, si Dewi dateng,terus dengan isengnya dia nepuk pantat aku, sambil bilang “Eh, udah siap ya mas, hehehe”
“Wah kamu ini iseng ya Wi” Sambil aku tepuk pantatnya juga, hehehehehehe.
“Mas saya pake cream ya mas ngurut mas”
“Iya Wi”. Terus dia ngurut aku dari kaki naek ke paha dan ke pantat, pas ngurut di pantat, dia sengajain lama-lama di selangkangan, terus tangannya nyenggol-nyenggol biji aku yang bikin burung aku bangun perlahan-lahan dari tidurnya.
Ngeliat aku naekin pantat, si Dewi nanya, “Bangun ya mas burungnya?”
“Hah? Iya nih, mau benerin dulu” Dewi cuma ketawa-ketawa aja ngeliat kelakuan aku yang benerin posisi burung biar gak sakit. Dewi ngelanjutin ngurut badan aku sampe punggung, kesempatan itu aku gunain buat ngelus-ngelus pantat sama ngeremes-remes pantatnya yang lumayan montok, dia juga ternyata sambil colek-colek burung aku dari belakang yang bikin aku tambah nafsu aja sama cewek ini. Cerita Dewasa 2017
Setelah selesai ngurut bagian belakang, dia nyuruh aku balik badan, karena mau ngurut bagian depan. Nah ini dia yang aku tunggu, jadinya aku bisa ngeliat dia langsung tanpa harus balik badan. Dewi ngurut badan aku dari kaki, naek ke paha, pas di selangkangan di lama-lamain biar aku tambah ngaceng.
Sambil senyum-senyum dia ngelirik aku yang nahan-nahan nafsu. Akhirnya aku beraniin megang-megang toket dia yang gak begitu gede.
Pertamanya dia nolak sambil nepis tangan aku, tapi aku langsung bilang “Kamu curang ya Wi”
“Curang kenapa mas?” Dia tanya sambil senyum-senyum.
“Masa kamu pegang-pegang dada saya, terus saya gak boleh megang-megang dada kamu Wi?”
“Hahahaha mas ini bisa aja, iya deh gak apa apa megang-megang dadaku” Gimana gak ngaceng denger cewek ngomong gitu, langsung aja aku pegang-pegang toketnya dari luar.
Terus aku beraniin buka kancing seragam dia satu-satu, dia diem aja sambil senyum-senyum.
Pas kancing terakhir ternyata dia gak mau di buka, katanya malu karena toketnya kecil.
“Kenapa kamu malu Wi? Kan kamu udah ngeliat sama megang dada saya tanpa tutup, masa saya gak boleh?”
“Malu mas, tetekku kecil mas”
“Gak apa apa Wi, buka ya Wi, aku pengen liat sama pegang tetek kamu” Akhirnya dia ngebiarin tangan aku masuk ke dalam BHnya, sambil aku remes-remes toketnya, aku pilin-pilin pentilnya.
Toketnya emang gak gede, tapi bikin nafsu, walaupun kecil, tapi kenceng bro.
Gak lama kemudian, Dewi ngasi tau aku kalo 10 menit lagi waktunya abis, aku langsung bilang sama dia “Tambah 1 jam lagi Wi”
“Mangnya mau ngapain mas nambah 1 jam lagi?”
“Kamu pijet saya lagi Wi, pijetan kamu enak Wi”
“Sebentar ya mas, aku bilang dulu sama yang di bawah”. Terus dia turun ke bawah ngasitau kalo aku nambah 1 jam lagi. Setelah ngasi tau, Dewi masuk lagi ke bilik, siap-siap mo pijet aku lagi.
Akhirnya dia mijet aku lagi, tapi keliatan banget kalo pijetannya udah gak kaya yang pertama, agak males gitu mijetnya, tapi ngabisin waktu 30 menit tambahan, damn it. Aku bilang sama dia “Pin pijetnya udahan aja, kita ngobrol-ngobrol aja Wi”
“Iya mas” Ternyata dia lagi makan permen, terus dia nawarin aku permen, aku bilang “Aku gak mau permen Wi”
“Mas maunya apa?”
“Aku mau itu tu” sambil nunjuk pake mulut ke toketnya, terus dia jawab “Mau apa sih mas?”
“Mau ini nih” Sambil aku pegang-pegang toketnya, dia agak malu nunduk-nunduk sambil senyum.
“Malu mas..”
“Gak usah malu, ntar aku kasih tips”
“Berapa tipsnya?”
“Kamu mau berapa?”
“Aku mau 200ribu mas” Sambil ketawa langsung aja aku bilang “Eit enak aja 200 ribu Wi, masa toket doang 200 ribu”
“Mangnya mas mau apa?” Wah deg-degan juga aku di tanya gitu, aku dieeeem aja sambil bukain kancing bajunya satu-satu, aku buka BHnya, aku pilin-pilin pentilnya.
Terus tiba-tiba dia nanya aku “Mas mau ngewe?”
“Wah iya Wi, aku mau ngewe sama kamu” “Kenapa gak dari tadi aja mas bilang, gak usah pake lama-lama gini mas, nih lat aku bawa apa” Ternyata dia nunjukin kondom yang disimpen di kantong bajunya. Langsung aja aku tembak,
“Kamu mau berapa wi kalo ngewe sama aku?”
“200ribu mas”
“Gak mau ah Wi, kemahalan, lagian aku gak bawa uang banyak Wi” Aku bohongin aja dia gak bawa uang banyak. “Mas ada uang berapa emangnya?”
“Aku cuma bawa 200ribu, bayar pijet 60ribu, kalo 100 ribu aja gimana?” Lama dia mikirnya, terus dia tanya, “Mas ntar suka ke sini lagi gak?”
“Mungkin iya Wi, kalo aku kecapean, aku pijet”
“Tapi mas kalo pijet sama aku ya mas”
“Iya Wi, ntar kalo aku ke sini aku mau sama kamu aja, yang penting pas kamu lagi gak kerja aja Wi”
“Ya udah mas kita ngewe yuk, 100 ribu gak apa apa mas, mas ganteng juga sih, tapi jangan berisik mas, kalo ketauan ntar aku bisa di pecat mas, mas penisnya gede gak mas?”
“Liat sendiri aja Wi, mangnya kenapa Wi kalo penisku gede?”
“Kalo kegedean,vaginaku ntar sakit mas, mana coba liat mas, ooh pas mas, tapi tetep pelan-pelan ya mas kita ngewenya, takut sakit mas”
“Iya sayang”.
Terus aku ngeliatin dia buka baju sama celananya, BH di buka, CD di buka, di depan aku udah berdiri Dewi yang telanjang.
“Mas jangan ngeliatin vaginaku terus, malu mas”
“Ngapain malu Wi, vagina kamu bagus Wi”
“Mas aku di atas ya mas”
“Kita langsung nih Wi?”
“Iya mas, aku udah nafsu banget mas pengen ngewe, dari tadi nahan kebelet pipis terus jadinya”. Setelah masangin kondom di burung aku, Dewi langsung naek ke dipan, ngukur-ngukur posisi lobang vaginanya biar penis aku masuknya pas.
“Aduh mas,kok gak mau masuk ya mas”
“Pelan-pelan aja Wi” Terus dia ngasih ludah di vaginanya, lobang vaginanya di gesek-gesekin ke penis aku biar bisa pas masuk. Sambil nahan agak sakit di vaginanya, Dewi nurunin pantatnya pelan-pelan biar penis aku bisa masuk ke vaginanya, akhirnya “Ahhh aduh mas, enak mas, pas banget penis mas masuk ke vagina Dewi”
“Iya Wi, vagina kamu keset ya Wi, padahal udah pake kondom ya Wi, aduh Wi enak banget Wi”
“Dewi genjot ya mas”
“Iya Wi” Dengan posisi dia di atas gitu, penis aku bisa masuk semua ke vaginanya. vagina Dewi ini masih agak rapet, penis aku ukurannya sedeng-sedeng aja bro, panjangnya 15cm diameternya 4cm, jadi bisa kalian bayangin kan rapetnya vagina cewek ini?
Kayanya si Dewi capek kalo terus-terusan di atas, akhirnya dia bilang “Mas aku capek, mas aja yang di atas ya mas”
“Iya sayang”.
Cewek ini sepertinya bukan tenaga pemuas nafsu yang profesional, gaya yang dia tau cuma cewek di atas or cowok di atas, soalnya aku ajakin gaya yang lain, dia gak tau, di suruh ngisep penis aja dia gak mau, katanya belum pernah. Posisi aku di atas aku manfaatin buat ngegeber cewek ini sampe dia lemes pokoknya.
Baru 5 menit aku hajar pake kecepatan sedeng, tiba-tiba “Maaaas Agussss, aduuuuuuh mas Agus penisnya enak banget sih masss..vagina Dewi di apain ini mas, aduuuuh mas enaaaaaaaakk, terus mas, terus mas terus mas..” Aku tambahin kecepatan jadi full speed,
“Maaasss Dewi mau pipis mas, ah ah ah ah ah ah ah aaaaaaaahhhhhhhhhhhh, cabut mas cabut mas cabut mas!” Pas aku cabut penis aku, si Dewi badannya gemeteran sambil megang vaginanya,
Aduh mas Dewi lemes banget mas, tapi enak mas, ayo mas di masukin lagi penisnya, kita ngewe lagi sampe mas puasssss” Penetrasi yang aku lakuin sekarang dengan membuka lebar-lebar kakinya, biar penis aku bisa nyentuh G-spotya dia.
Gak lama kemudian, Dewi minta di cabut lagi penis aku karena ngalamin orgasme yang kedua kalinya. “Aduuuuh mas geliiiii, mas penisnya enak banget sih mas..” Belum lama di cabut, aku langsung nusuk lagi vaginanya Dewi yang udah kemerah-merahan itu.
“Kamu jangan teriak-teriak Wi, kan katanya jangan berisik” “Ini juga bisik-bisik mas teriaknya” Aneh niy cewek,teriak kok bisa bisik-bisik. Pas aku masukin lagi penis aku ke vaginanya, ternyata vaginanya masih sensitif bekas orgasme yang terakhir tadi, jadi dia gigit tangannya sendiri nahan ngilu, geli, enak campur jadi satu.
“MMMMpppppphhhhhh mmmppppphhhhhh” Aku hajar lagi pake full speed, udah gak tahan lagi aku,ahirnya aku keluarin uneg-uneg yang ketahan di dalem.
“Aaaaaaaahhhh enak banget Wi vagina kamu Wi, mas keluar Wi”
“Iya mas, haduh Wi..wi ca..pek bang..et mas..ah ah aduh, mem..ek Wi..win ma..sih snut snut mas” .
Setelah beres-beres, ternyata waktunya udah lewat 10 menit, akhirnya kita selesein jam pijetnya. Aku kasih tipsnya ke Dewi di masukkin ke dalem BHnya sambil megang toketnya, lumayan sebelum pulang.
“Nanti kalo aku pijet ke sini sama kamu aja ya Wi”
“Nanti ke sini lagi mau pijet apa mau ngewe sama aku mas?hehehehe”
“Bisa aja kamu Wi” Terus aku cium dia, akhirnya aku turun ke bawah untuk bayar pijet selama 2,5jam sama minuman yang aku pesen.
Kemudian aku pulang dengan dengkul lemes tapi puas banget udah dapet vagina. Demikianlah ceritaku yang bisa ngentot dengan pegawai pijat yang masih muda, tunggu cerita sexku berikutnya dengan Dewi, makasih.
Read more ...

Cerita Dewasa Kisah sex Melepas Birahi Burung Kecil

Cerita Sex Dewasa Terbaru, Kisah sex Melepas Birahi Burung Kecil – Pernah ngebayangin gak kalau mainin alat pusakanya orang orang yang sering menggodaku aplagi dia masih brondong gitu, itu yang aku akan ceritakan di bawah ini kegilaan yang sangat membanggakan bisa memainkan burung kecil mereka, berawal dari hari santai yaitu hari sabtu dimana aku yang sendirian di rumah bingung mau ngapain aku santai santai di depan TV sambil nonton film korea.
Setelah habis filmnya kira kira durasi 2 jamman aku kembali ke kamarku untuk tiduran, biasanya rumahku gak sesepi ini adik dan ortuku sedang pergi ke kondangan saudara, aku sudah berumur ke 28 tahun masih menjaga bentuk tubuhku agar masih terlihat seksi dan menarik, soalnya aku juga sering main ke salon.

Kisah sex Melepas Birahi Burung Kecil

Kisah Dewasa Melepas Birahi Burung Kecil
Namun yang sering membuatku risih adalah tatapan anak-anak SMU, yang seringkali menggoda aku. Mungkin mereka mengira aku masih seusia mereka. Apalagi saat aku memakai pakaian bebas. Rumahku terletak di daerah Cibubur yang menurutku lumayan dingin. Halaman rumahku memang tidak luas, namun di luar rumah banyak ditumbuhi pepohanan rindang.
Kamar tidurku mempunyai jendela yang berhadapan langsung dengan halaman luar. Setelah merebahkan badanku beberapa lama, ternyata mata ini tidak mau terpejam. Akhirnya aku SMS-an dengan pacarku.
Baru beberapa kali SMS, terdengar suara berisik dari halaman depan rumahku. Aku bangkit dan melihat keluar. Kulihat dua anak berusia berseragam SMP sedang berusaha untuk memetik buah di depan rumahku. Tentu saja aku sebagai pemilik rumah tidak senang perilaku anak-anak tersebut. Bergegas aku keluar dari kamar.
Kisah sex Melepas Birahi Burung Kecil
Seraya berkacak pinggang aku berteriak pada mereka “Dik, jangan dipetik dulu nanti kalau sudah masak pasti Kakak kasih deh…!”
Tentu saja mereka berdua kaget dan ketakutan karena tidak menyangka kalau ada orang yang melihat perbuatan mereka. Kedua anak itu menundukkan wajahnya karena menyesal. Aku yang tadi hendak marah akhirnya merasa iba.
“Nggak apa-apa kok Dik, Kakak hanya minta buahnya jangan dipetik dulu. Kan masih belum matang benar… Nanti kalau adik-adik sakit perut gimana coba?” aku mencoba menghibur. cerita mesum terlengkap
Sedikit mereka berani mengangkat wajah. Dari penampilan mereka kelihatan bahwa mereka anak kurang mampu. Melihat wajah mereka mereka yang tertunduk dan menyesal akhirnya aku mengajak mereka ke dalam rumah, untuk ikut menonton TV denganku di ruang keluarga.
Aku tanya kenapa pada jam-jam belajar mereka kok ada di luar sekolah. Ternyata mereka bolos dari sekolah karena sedang bosan belajar. Setelah mendapat penjelasan mereka, aku menasehati keduanya supaya jangan membolos dari sekolah lagi. Mereka hanya menganggukan kepala saja.
Kemudian aku tinggal mereka sebentar mereka ke dapur untuk mengambilkan minuman. Lumayan juga pikirku, aku jadi ada teman untuk ngobrol. Dari obrolanku dengan mereka, ternyata usia keduanya masih 13 tahun, dan mereka baru saja masuk SMP.
Kisah Mesum Melepas Birahi Burung Kecil
Walaupun baru mulai masuk SMP, ternyata mereka sudah sering bolos dari sekolah. Aku menanyakan nama mereka, yang berkulit hitam dan berambut keriting bernama Galang. Sedangkan yang berkulit sawo matang dan berambut cepak bernama Budi. Keduanya memiliki badan yang kecil dan kurus. Mungkin tinggi badan mereka hanya 140 cm saja.
Ketika ngobrol aku tahu mata-mata mereka sering mencuri pandang ke bagian dadaku. Aku baru sadar bahwa di dalam kaos warna krem-ku, aku tidak memakai Bra, sehingga puting coklatku terlihat jelas. Aku berpikir, biar masih kecil, namanya laki-laki itu sama saja. Semula aku tidak suka dengan perilaku mereka namun akhirnya ada perasaan lain sehingga aku biarkan mata mereka menikmati keindahan putingku dari luar. Aku menjadi menikmati tingkah laku mereka kepada diriku.
Bahkan aku mempunyai pikiran yang lebih gila lagi untuk menggoda mereka, aku sengaja meregangkan tanganku ke belakang sehingga putingku pasti terlihat semakin jelas. Tentu saja hal ini membuat mereka semakin salah tingkah.
“Hayoo..!! Pada ngeliatin apa!?” Aku pura-pura mengagetkan mereka.
Tentu saja ini sangat membuat mereka menjadi semakin salah tingkah.
“Ng.. gak.. kok.. Kak Ella…” Gilang membela diri.
“I.. Itu acara TV bagus Kak Ella” Budi menambahkan.
“Nggak apa-apa kok. Kakak tahu kalian sedang melihat ke dada Kakak kan?Ayo ngaku aja deh…” aku mencoba mendesak mereka.
“Eeee.. A-Anu Kak Ella…” Budi nampak akan mengatakan sesuatu.
Namun belum lagi selesai kalimat yang diucapkannya, aku kembali menimpali “Ibu kalian kan juga punya, dulu kalian kan sering nyusu dari Ibu kalian”
“I.. Iya Kak Ella” Gilang menjawab.
“Tapi sekarang kami kan sudah nggak nyusu lagi. Lagipula kamu juga udah lupa gimana rasanya nyusu…” Budi nampaknya sudah mampu menguasai keadaannya.
“Terus maksud kamu bagaimana Di?” Aku menanyakan.
“Kami pengen deh liat teteknya Kak Ella” kata Galang semakin berani.
Kata-kata tersebut membuat aku berpikiran lebih gila lagi. Gairahku yang semakin meninggi sudah mengalahkan norma-norma yang ada, aku sudah kehilangan kendali bahwa yang ada di depanku adalah anak-anak polos yang masih bersih pikirannya. Aku kemudian menatap wajah mereka semakin serius.
“Galang, Budi kalian mungkin sekarang sudah nggak nyusu lagi karena kalian sudah besar. Tapi kalian boleh kok…” aku berkata.
Tentu saja kata-kataku ini membuat mereka penasaran.
“Boleh ngapain Kak Ella?” sergah Galang tidak sabar.
“Boleh nyusu sama Kakak, kalian mau nggak..?” tanyaku walau sebenarnya aku sangat tau jawaban mereka.
“Ee.. ma.. u…!!” jawab Budi.
“Mau banget ding Kak…!!” sahut Galang setuju dengan temannya.
Jawaban mereka membuat aku semakin bergairah dan terangsang. Aku berpikiran hari ini aku akan mendapatkan sensasi dari anak-anak ini. Aku memang sudah pernah merasakan kenikmatan juga dari dua anak jalanan, yang aku sudah ceritakan sebelumnya.
Karena itu, aku ingin kembali merasakan sensasi seperti itu. Aku mendekati mereka, kemudian dengan agak tergesa aku melepaskan kaos bagian atasku sehingga kini bagian atas tubuhku sudah tidak tertutup apa-apa lagi. Mata mereka melotot memandangi toketku. Tampaknya mereka bingung apa yang harus mereka lakukan.
“Ayo dimulai ding Adik-adik. Kok malah bengong sih?” aku menyadarkan mereka.
Kemudian tangan-tangan mereka mulai menggerayangi toketku. Aku menjadi geli melihat tingkah mereka.
“Jangan rebutan ding! Aaaaah.. Galang yang ki.. ri… Budi yang kanan…” perintahku.
Birahiku semakin meninggi, sementara Galang sudah mulai mendekatkan bibirnya ke putingku, Budi masih membelai sambil dipilin-pilin putingku. Lalu Budi mulai mengisap-isap putingku juga. Betapa seakan perasaanku melayang ke awan, apalagi ketika mereka berdua mengisap secara bersamaan nafasku menjadi tersengal.
Tanganku membelai kadang agak sedikit menjambak sambil menekan kepala mereka agar lebih dalam lagi menikmati toketku.
Mereka semakin menikmati mainan mereka aku semakin terhanyut, aku ingin lebih dari hanya ini. Aku semakin lupa.
Ketika baru nikmat-nikmatnya tiba-tiba Budi melepaskan isapannya sambil berkata “Kak Ella kok nggak keluar air susunya?”
Aku kaget harus menjawab apa akhirnya kau menjawab sekenanya “Kakak kan belum nikah, terus belum punya anak. Jadi belum keluar air susunya…”
“Oh gitu ya Kak…?” Budi langsung mengerti.
Gilang tidak menggubris, dia semakin lahap menikmati buah dadaku. Akhirnya aku ingin lebih dari sekedar itu.
“Gilang… Budi.. Ber.. henti dulu…” aku meminta.
“Ada apa Kak Ella?” Gilang bertanya.
“Kita ke kamar saja yuk! Di sini posisinya nggak enak” jawabku.
Kemudian aku berdiri menuju ke kamarku. Tentu saja mata mereka menatap tubuhku yang hanya ditutupi oleh celana pendek ketatku.
“Ayo ikut Kakak…” aku mengajak.
Seperti kerbau dicocok hidungnya mereka mengikuti diriku. Sampai di dalam kamar aku duduk di sisi ranjang.
“Gan.. Budi.. lepas saja seragam kalian…” pintaku.
“Tapi Kak Ella…” Budi masih agak ragu.
“Sudahlah turuti saja…” aku menyahut.
Dengan malu-malu mereka mulai melepas baju dan celana seragam mereka. Tampaklah kontol dari anak-anak itu sudah tampak tegang. Rambut kemaluan mereka tampak belum tumbuh sama sekali, sedang batang kemaluannya masih agak kecil. Namun melihat pemandangan ini libidiku semakin naik tinggi.
“Kak Ella curang!” Budi berkata.
“Curang bagaimana?” aku bertanya.
“Kak Ella nggak melepas celananya!?” Budi menjawab.
Gila anak ini, cepat sekali dewasanya. Aku tersenyum, kemudian bangkit dari dudukku. Celana pendek berikut celana dalamku aku lepaskan. Sekarang kami bertiga telanjang bulat tanpa sehelai benangpun. Tatapan mereka tertuju pada benda yang ada dibawah pusarku.
Memekku yang masih rapat dan tanpa ditumbuhi bulu menarik perhatian mereka. Aku duduk kembali di ranjang lalu menaikkan kakiku dan mengangkangkannya. Memekku terbuka lebar dan tentu saja terlihat isi-isinya. Mereka mendekat dan melihat memekku dengan wajah penasaran.
“Ini namanya memek, lain dengan punya kalian…” aku menerangkan ke mereka layaknya seorang guru biologi.
“Kalian lahir dari sini…” aku melanjutkan.
Tangan mereka mulai mengelus-elus bibir kemaluanku. Sentuhan ini nikmat sekali. Jari Gilang masuk ke lobang memekku dan bermain-main di dalamnya. Cairan-cairan tampak semakin membanjiri liang memekku. Sementara jari Budi kelihatannya lebih tertarik dengan kemulusan pahaku. Tangan Budi semakin berani untuk mengelus-elus pahaku. Aku biarkan kenikmatan ini berlangsung.
“Aaa.. duh… Eee.. nak.. sekali! Nik.. mat… Terr.. us…” aku merintih.
Anak-anak ini agak lama memainkan memek beserta pahaku. Sungguh mereka memberiku kenikmatan yang hebat. Aku hanya bisa menggigit bibir bawahku tanpa bisa berkata-kata hanya rintihan dan nafas yang tersengal-sengal.
Akhirnya aku mendirong mereka aku bangkit dan menghampiri mereka yang berdiri di tepi ranjang.
Aku berjongkok dihadapan mereka sambil kedua tanganku memegang diiringi dengan remasan-remasan kecil pada kontol mereka. Aku mendekatkan wajahku pada kontol Gilang, kemudian aku kulum dan jilati kepala kontol muda ini. Tampak kedua lutut Gilang tergetar. Aku masukkan seluruh batang kontol itu kedalam mulutku dan aku membuat gerakan maju mundur. Tangan Gilang mencengkeram erat kepalaku. Sementara tanganku yang satu mengocok-kocok kontol Budi.
“Kak Ellaaa.. Akuuu.. ma.. u.. ken.. cing…” Gilang merintih.
Tampaknya anak ini akan orgasme, tentu aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi karena aku masih ingin permainan ini berlanjut. Kemudian aku beralih pada kontol Budi. Tampak kontol ini agak lebih besar dari kepunyaan Gilang. Aku mulai jilati dari pangkal sampai pada ujungnya, lidahku menari di kepala kontol Budi. Aku tusuk-tusuk kecil lobang kencing Budi kemudian aku masukkan seluruh batang kontol Budi. Jambakan rambut Budi kencang sekali ketika aku semakin mempercepat kulumanku.
“Kaaakkk.. a.. ku.. ju.. ga.. mo.. ken.. cing.. nih…” Budi merintih.
Aku hentikan kulumanku pada kontol mereka, kemudian aku bangkit dan naik ke atas ranjang lalu aku kangkangkan kakiku lebar-lebar sehingga memekku terbuka lebar.
“Siapa duluan yang mau tititnya dimasukkan ke sini?” aku berkata sambil tanganku menunjuk ke lubang memekku yang sudah nampak basah kuyup.
Mereka berpandangan, tampaknya membuat persetujuan. Dan akhirnya Gilang duluan yang akan menusukku. Gilang naik ke atas ranjang dan mengangkangiku tampak kontol yang tegang mengkilat siap menusuk lubang memek wanita yang pantas menjadi kakaknya. Aku tuntun kontol Gilang masuk ke lubang kenikmatanku. Aku membiarkan pria muda ini melepas keperjakaannya oleh memekku. Dan ‘bless’, batang kontol Gilang amblas ke dalam memekku.
“Aaaah …” aku mendesis.
“Masukkan.. Le.. bih.. da.. lam lagi.. dan genjot..” aku memberi perintah.
“Iyaaaa.. Kak Ella!! Eee.. naak.. bangeeeettt…” Gilang berkata.
Aku hanya bisa mendesah sambil menggigit bibir bagian bawahku. Tampaknya Gilang cepat memahami perkataanku dia memompa wanita yang lebih dewasa yang ada dibawahnya dengan seksama. Genjotannya semakin lama semakin cepat. Budi yang menunggu giliran hanya tertegun dengan permainan kami. Genjotan Gilang kian cepat aku imbangi dengan goyanganku. Dan tampaknya hal ini membuat Gilang tidak kuat lagi menahan sperma yang akan keluar.
Dan akhirnya “Akuuu.. mau.. ken.. cing.. la.. gi! Udah gak.. ta.. han.. la.. gi..” Gilang setengah berteriak.
Kakiku aku lipat menahan pantat Gilang. Dia merangkul erat tubuhku dan ‘creet.. creet…’ cairan hangat membanjiri liang kewanitaanku. Gilang terkulai lemas diatas tubuhku, butiran-butiran keringat keluar dari sekujur tubuhnya.
“Enaaaak bangeettt Kak….” Gilang berkata penuh kepuasan.
“Iya… tapi sekarang gantian Budi ding…” aku berkata.
Gilang mencabut kontolnya yang sudah agak mengempis dan terkapar lemas disampingku.
“Budi sekarang giliranmu yah…” aku berkata kepada Budi .
“Kamu tusuk Kakak dari belakang ya…” aku memberi arahan kepadanya.
Kemudian aku mengambil posisi menungging sehingga memekku pada posisi yang menantang. Budi naik ke atas ranjang dan bersiap menusuk dari belakang. Dan kontol anak yang kedua memasuki lobang kenikmatanku yang seharusnya belum boleh dia rasakan seiring dengan melayangnya keperjakaan dia.
Tampaknya Budi sudah agak bisa menggerakkan tubuhnya dengan benar dari dia melihat permainan Gilang. Budi menggerakkan maju mundur pantatnya. Aku sambut dengan goyangan erotisku. Semakin lama gerakan Budi tidak teratur semakin cepat dan tampaknya puncak kenikmatan akan segera diraih oleh anak ini.
“Enaaaaaaaaaaak Kak…” Budi berteriak nikmat.
Dan akhirnya dengan memeluk erat tubuhku dari belakang sambil meremas susuku Budi mengeluarkan spermanya. Lubang memekku terasa hangat setelah diisi sperma kedua anak ini. Budi juga terkapar disampingku. Dua anak ini terkapar lemas setelah memasuki dunia kenikmatan.
Walaupun aku belum sempat orgasme, namun sensasi yang aku dapatkan cukup membuat aku puas. Aku bangkit dan berjalan ke dapur tanpa berpakaian untuk membuatkan sirup dingin, agar tenaga mereka pulih. Setelah berpakaian dan selesai minum mereka minta ijin untuk pulang.
“Gilang, Budi kalian boleh pulang tapi jangan cerita kepada siapa-siapa tentang semua ini, kalian boleh minta lagi kapan saja asal waktu dan tempat memungkinkan…” aku berkata kemudian mencium bibir kedua anak itu.
“Iya Kak…!” sahut mereka hampir bersamaan.
Setelah mereka berdua pergi, satu sisi diriku bertanya-tanya, mengapa aku bisa bertindak seperti ini. Namun sisi lain diriku merasa puas karena berhasil menggoda dua orang anak yang masih polos. Aku juga sangat menikmati menggunakan tubuhku untuk merangsang dan menguasai kedua anak tersebut.
Aku juga senang bisa membuat keduanya lepas kendali dan jatuh dalam pelukan birahi. Namun sampai saat ini, aku tidak pernah melihat keberadaan mereka lagi. Tapi aku juga tidak akan pernah lupa dengan mereka. Karena kedua anak itu dapat memberikan kepuasan dan sensasi yang berbeda.
Read more ...