Tampilkan postingan dengan label MEMEK MERAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MEMEK MERAH. Tampilkan semua postingan

Mahasiswi Cantik Aryani Rahma Menggoda iman

Cewek super sexy ini berasal dari kota sukabumi.
Profesinya selain menjadi model amatir, dia juga tiap akhir pekan bekerja sebagai Waiters di sebuah Club Malam di daerah Kemang-Jakarta.




Read more ...

Cerita Dewasa Nikmatnya Ngentot Di Kursi Sofa

Cerita Dewasa Nikmatnya Ngentot Di Kursi Sofa – Aku sangat akrab dengan Fitri penjaga toko itu, tetapi aku tidak berminat untuk menidurinya karena meskipun cantik, penampilan Fitri terlalu manis bagiku sehingga selama ini aku hanya menggodanya dan seringkali memberinya uang sehingga setiap kali aku kesana Fitri selalu baik kepadaku, dia juga tahu kalau aku sebetulnya doyan perempuan tetapi terhadap dia aku selalu menolak.
Cerita Dewasa Nikmatnya Ngentot Di Kursi Sofa
Seringkali dia menggodaku dan akupun selalu menggodanya sampai hal yang paling intim, tetapi ya cuman segitu aja, mungkin Fitri juga gemas padaku karena perhatianku padanya cukup baik tetapi aku tidak mau meminta yang macam macam sehingga dia jadi bingung. Sedang asyik asyiknya aku memilih film, tiba tiba ada seorang wanita masuk kedalam toko dan langsung masuk mendekati Fitri serta berbicara pelan, aku meliriknya danketika itulah ia menoleh kepadaku dan tersenyum. Aku kaget sekali karena perempuan itu begitu cantik dan wajahnya sangat seksi, aku juga balas tersenyum dan Fitri lalu berkata kalau itu adalah bossnya pemilik toko. Aku berdiri dan mengajaknya bersalaman, tangannya terasa lembut ketika bersalaman, Erna si pemilik toko begitu ceriah berbicara kepadaku, rupanya dia sudah sering mendengar dari Fitri kalau aku ini langganan utama tokonya. Ia dengan ramah mempersilahkan aku untuk melanjutkan pilihanku dan ia bergegas menuju ruang kaca yang dijadikan kantor. Aku benar benar terpesona oleh penampilan Erna boss Fitri itu, badannya tidak terlalu tinggi dengan kulit yang kuning langsat, sementara dari balik kaos Guess yang dipakainya aku bisa menyaksikan gundukan buah dadanya yang montok dan kencang sekali itu, sangat serasi dengan wajahnya yang seksi dengan make up yang rapi sehingga membuat wajahnya bertambah anggun dan sangar. Ketika tadi ia masuk keruang kantornya aku memperhatikan pantatnya yang dilapisi celana panjang tipis itu, aku dapat melihat peta celana dalamnya dibalik celana panjangnya, kecil sekali sehingga sepertinya hanya menutupi sebagian kecil dari pantatnya yang bahenol itu. Aku langsung ngaceng dan kepengen secepatnya menyetubuhinya. Dengan pelahan aku bertanya pada Fitri, apakah Erna sudah bersuami, Fitri hanya tersenyum kecil dan menggeleng, tetapi aku berani bertaruh bahwa meskipun belum menikah tetapi Erna sudah sering mencicipi kontol, karena aku melihat dari gayanya yang demikian mantap, pastilah ia sudah sering ditiduri laki laki. Dari Fitri juga kuketahui bahwa Erna sudah berumur 26 tahun, meskipun penampilannya kelihatan lebih tua dan matang. Aku mencari alasan untuk berbicara dengan dia secara pribadi, ketika aku bertanya pada Fitri kenapa tak ada koleksi BF, Fitri langsung berkata agar aku langsung saja berbicara dengan bossnya dan masuk kedalam. Aku langsung mengiakan dan bergegas masuk keruang kantornya sementara Fitri hanya tersenyum melihatku karena ia sudah mengerti maksudku. Mungkin dia juga kepengen tahu bagaimana akalku untuk menaklukkan bossnya itu. Bagi aku semua ini menggembirakan karena bagi aku seks adalah suatu avonturisme yang akan membuat seks jadi lebih menggairahkan. Aku justru akan lebih bergairah jika melakukan seks secara mendadak dan tidak direncanakan, seperti apa yang kuinginkan saat ini. Ketika aku masuk kedalam ruang kaca itu kulihat Erna sedang berjongkok didepan lemari pendek sembari memeriksa beberapa Video disk. Aku berdehem sehingga Erna menoleh, ketika dilihatnya aku masuk ia segera bangkit dan tersenyum ramah, “Mari Pak silahkan duduk, apa yang bisa saya bantu ?” Aku langsung saja to the point menanyakan mengenai koleksi BF nya yang baru . Erna tersenyum dan berdiri dari kursinya untuk mengambil dari lemari ditembok, sambil membawa beberapa video disk Erna kembali ketempat duduknya sambil tak lupa menutup pintu kaca yang tadi aku masuki, lebih dari 15 video disk yang ditunjukkan Erna kepadaku untuk dipilih. Dengan ramah Erna bertanya kepadaku :”Bapak senang BF yang keluaran mana ? ” Aku jawab kalau aku senang dengan BF Eropah karena pemainnya betul betul serius dan tidak kelihatan canggung. Erna tertawa. Katika aku tanyakan kepadanya dia senang yang bagaimana dia mulanya tertawa ngikik tetapi ketika aku desak dia menjawab kalau dia senang film Eropah juga, ketika kudesak kenapa senang Eropah dia bilang karena prianya seksi seksi. Aku tertawa juga padahal aku benar benar tak tahan rasanya kontolku sudah mau muncrat mendengar tertawa Erna yang menggairahkan itu. Dengan berlagak bodoh aku minta agar dapat mencoba diks tersebut. Tanpa ragu ragu Erna segera memasang film tersebut di video playernya dan menyerahkan remote controlnya padaku. Diapun dengan serius melihat film tersebut, ketika ada adegan seorang pria menjilati nonok si perempuan kulirik Erna, ternyata dia hanya diam saja tanpa reaksi, tetapi ketika ada adegan seorang pria mengeluarkan kontolnya dan mengocoknya didepan pacarnya barulah Erna tersenyum. Aku langsung nimbrung, Bu Erna senang yang seperti ini ya, dia hanya tertawa. Aku tidak melanjutkan lagi melihat film tersebut, langsung aku putuskan untuk membeli semua film yang ditawarkannya tadi. Bagi aku lebih penting untuk berbicara pada Erna daripada mengurusi film. Erna agak kaget juga melihat keborosanku itu, karena total aku memborong hampir 30 video disk. Sambil menunggu Fitri yang membungkus film yang aku beli, aku berbincang bincang dengan Erna. Aku bertanya padanya apakah dia sudah berkeluarga dengan gamblang dia menjawab kalau berkeluarga belum tapi kalau kawin sudah. Aku kaget mendengar jawabannya itu, malahan dia balik bertanya kepadaku apakah aku selalu setia pada isteriku. Aku hanya menyeringai saja. Dia tertawa lepas melihat seringaiku itu dan mengatakan bahwa bagi dia seks itu harus dinikmati dan dia tidak mau kalau hanya menjadi alat pemuas seks dari pria tetapi jutru dia harus bisa betul betul puas dengan seks tersebut. Ketika aku tanyakan apa yang dia maksudkan dia mengatakan kalau dia “main” maka bagi partnernya harus menuruti kemauannya dan harus sanggup membuat dia terpuaskan, karena kalau tidak dia akan marah marah. Aku bertanya lagi apa yang menjadi kemauannya bila bersetubuh. Erna menjawab kalau dia senang kalau dijilati barangnya lalu dia senang kalau si pria kuat bertahan meskipun dia mencari kepuasannya sendiri. Aku tersenyum mendengar ceritanya itu, bagi aku semuanya itu justru merupakan hobbyku. Ketika kusindir bahwa dia itu ternyata super hot, Erna malahan tertawa ngakak dan berdiri, tanpa sungkan dia mengangkat blusnya sehingga aku dapat melihat beha yang melapisi buah dadanya yang montok itu juga ketiaknya yang penuh dengan bulu itu. Kata Erna, perempuan kalau ketiaknya tebal pasti nafsunya gede lho Pak” Aku meneguk air liurku sendiri kebingungan karena tak kusangka Erna begitu cepat akrab denganku. Ketika kukatakan pada dia apa dia suka pria yang barangnya gede dia langsung menjawab kalau itu yang enak karena kalau dihisap pegangannya mantap. Aku sudah rasanya kepengen saja menunjukkan kontolku yang over size itu pada Erna, tetapi aku masih bertahan dulu, aku ingin Erna menceritakan segala sesuatu tentang dirinya, karena kalau kuperhatikan Erna rupanya juga punya sifat exhibitionist alias suka pamer tubuhnya sendiri, aku bertanya lagi pada Erna kapan dia terakhir kalinya hubungan seks. Dengan serius Erna menjawab bahwa sebenarnya sebelum ketokonya, dia sempat main seks dulu digarasi rumahnya, bahkan dia mengatakan kalau sampai saat itu dia belum sempat membersihkan alatnya hanya dilapisi tissue saja. Ketika aku tanyakan bagaimana kok bisa main di garasi, kenapa tidak dikamarnya saja, dia menjawab hanya karena mendadak nafsu saja. Dia bilang kalau dia cuma menurunkan celananya serta teman cowoknya masuk dari belakang. Untung kata Erna dia berhasil mencapai kepuasan, karena kebetulan dia pagi itu benar benar lagi hot. Aku bilang pada Erna apakah dia mau melihat barangku yang antik, Erna langsung mengangguk dan mendekati aku, sebelum kubuka celanaku, aku berpesan pada Erna agar supaya jangan mentertawakan bila barangku itu kecil. Erna mengangguk, namun ketika kubuka celanaku dan kukeluarkan kontolku yang segede anak kucing itu, Erna terpekik dan tertawa. Dia betul betul kagum melihat kontolku yang ukurannya raksasa itu. Aku diam saja ketika Erna mengelus elus kontolku yang sudah ngaceng sepenuhnya itu. Mendadak Erna meninggalkan aku dan menuju pintu ruangannya, dia tanpa sungkan langsung menggerendel pintu itu dan kembali kedepanku. Erna langsung membuka blouse dan celana panjangnya sehingga dia hanya memakai celana dalam dan beha saja. Kulihat dicelana dalamnya memang tampak beberapa lembar tissue menyumpal nonoknya yang masih dibanjiri sperma pacarnya itu. Sementara Erna membuka behanya, aku langsung menurunkan celana dalamnya dan langsung wajahku kubenamkan dikerimbunan jembutnya yang berbau harum itu. Dengan posisiku ini aku mengalami kesulitan untuk menjilati bagian dalam nonok Erna, karenanya kudorong kaki Erna agar mengangkang sehingga memudahkan aku menjilati bagian tepi nonoknya. Baru saja lidahku menyentuh bibir luar nonok Erna, Erna sudah mencengkeram bahuku dan merintih. Agar supaya aku makin mudah menjilati nonoknya, Erna langsung agak menekuk kedua kakinya dan lebih melebarkan kakinya, dengan agak menengadah aku berhasil menjilati celah nonok Erna yang masih menyimpan lendir sperma itu. Kurasakan asin dan kental, tetapi aku tak perduli, kucari itil Erna yang letaknya agak tersembunyi karena posisinya yang sedang berdiri itu. Ketika kutemukan, dengan sekali sedot itil Erna lenyap dalam mulutku dan kupermainkan dengan lidahku. Erna memekik lemah ketika itilnya kumamah pelan pelan. Rupanya Erna tak tahan dengan gerakanku itu karena dia langsung lemas dan menimpa badanku sehingga kami berdua terguling dikarpet. Saat itulah aku melepas seluruh celanaku dan langsung kuselipkan kontolku dinonok Erna. Erna mengangkat kedua kakinya tinggi tinggi sehingga kontolku benar benar merasakan pendaratan yang nyaman didasar nonok Erna yang hangat dan kenyal itu. Seperti yang dikatakannya, ternyata Erna memang egois, begitu dia merasakan kontolku sudah masuk seluruhnya, dia langsung menggerak gerakkan pantatnya untuk mencari kepuasannya sendiri. Dia memutar mutar pantatnya dengan gerakan yang tersendat sendat, aku biarkan saja semua itu karena aku tahu bahwa Erna sedang mencari titik kenikmatannya. Benar saja tak lama kemudian Erna sudah melenguh seperti sapi, kurasakan kontolku seperti disiram cairan hangat dari dalam nonok Erna. Baru saat itulah aku memainkan kontolku untuk merasakan legitnya nonok Erna. Ketika kutarik batang kontolku kurasakan kalau nonok Erna sepertinya menyedot kembali kontolku itu, tetapi ketika kuhunjamkan lagi kedalam liangnya, terasa peret sekali sepertinya batang kontolku dicengkeram dengan lembut. Saat itu Erna sudah tak berdaya apa apa lagi, dia hanya diam saja pasrah dengan apa yang aku lakukan. Aku benar benar memanfaatkan moment ini untuk menikmati kesintalan tubuh Erna yang seksi itu. Kuciumi bibirnya dan Erna dengan cekatan menjulurkan lidahnya menggelitik lidahku. Kuremas susunya yang montok dan kupilin pilin putingnya. Erna tak henti hentinya memuji kontolku yang katanya luar biasa besarnya itu. Aku diam saja, karena aku betul betul konsentrasi merasakan kenikmatan yang mengumpul diujung kontolku itu. Ketika terdengar dering telepon, Erna acuh saja, tetapi aku jadi tak bisa konsentrasi maka kucabut kontolku dulu dan kusuruh Erna untuk mengangkat telepon itu. Dengan malas Erna berdiri dan mengangkat telepon itu, sementara Erna menelepon aku memperhatikan kemolekan Erna dalam keadaan amburadul karena mencari kenikmatan tadi itu, kulihat badannya yang putih itu berkilat karena keringat, sehingga menambah kecantikannya. Tak lama kemudian Erna sudah kembali memeluk aku dan menciumi aku, kali ini dia langsung melorot dan menghisap kontolku yang masih berlumur lendir dari nonoknya tadi itu. Dengan telaten Erna memasukkan ujung kontolku itu kedalam mulutnya kemudian dijulurkannya lidahnya untuk menelusuri batang kontolku sampai kepelirnya, begitu diulang ulang dan setiap kali sampai diatas ia selalu mengulum seluruh topi bajaku benar benar nikmat dan menyenangkan karena gerakan Erna benar benar menunjukkan kalau dia menikmati kulumannya itu. Karena aku lebih kepengen memuntahkan spermaku didalam nonok Erna, maka pelan pelan kudorong Erna kesamping dan aku kembali mengambil peran. Kududukkan Erna ditepi meja kerjanya dan kemudian kusuruh ia berbaring sehingga kakinya terjuntai dan nonoknya mencembung serta merekah memamerkan itil yang berwarna merah muda agak keungu unguan itu. Karena sudah basah dengan keringat maka jembut Erna menyibak sendiri, aku tidak langsung memasukkan kontolku kedalam liangnya, tetapi justru dengan ujung kontolku yang keras itu, kugosok gosok itil Erna. Erna menggeliat geliat sambil mencengkeram, dia mendesah dan memintaku agar secepatnya memasukkan kontolku itu, aku diam saja, aku terus menggosok gosokkan ujung kontolku pada itil serta tepi tepi bibir nonoknya, aku yakin bahwa tak lama lagi Erna pasti akan orgasme lagi, benar saja tak lama kemudian Erna menggerang keras dan tubuhnya diangkat untuk memelukku serta menggigit pundakku. Erna mengejang untuk beberapa saat, barulah kemudian ia lemas dan terbaring lagi diatas meja kerjanya sendiri. Aku menunduk untuk melihat nonok Erna yang merekah itu, benar saja tampak ada sedikit lendir bening yang keluar dari dalam nonoknya, aku yakin bahwa itulah cairan kenikmatan yang dikeluarkan Erna. Dengan cepat kujulurkan lidahku dan kujilati cairan itu sampai bersih sekali. Erna tak bergerak sama sekali, dia benar benar loyo, dan aku benar benar memiliki kebebasan untuk menyetubuhi serta memuaskan dia. Kali ini aku langsung menyelipkan kontolku diantara bibir nonok Erna yang sudah membengkak itu, benar benar seksi karena nonok Erna sepertinya jadi tebal dan itilnya keras seperti batu ditambah dengan bulu jembutnya yang lebat itu. Tanpa kesulitan ujung kontolku langsung mendarat didasar nonok Erna. Dengan penuh semangat aku memaju mundurkan kontolku sambil bibirku menciumi susu serta bibir Erna. Erna masih terus bereaksi membalas ciumanku dan kadang kadang bila terasa geli ia malahan menggigit bibirku. Meskipun sudah basah kuyup dengan cairan yang keluar dari dalam nonoknya, barang Erna masih tetap berpasir dan mampu membuat sekujur batang kontolku setiap kali kugerakkan seperti dialiri listrik. Merasa kalau bendungan air maniku akan ambrol, aku menciumi leher Erna dan menggigit lehernya yang jenjang dan putih itu, benar saja kurasakan panas sekali diujung kontolku sementara kupingku berdenging karena kenikmatan yang merayap diseluruh tubuhku, dengan pandangan yang mendadak menjadi gelap kusemprotkan seluruh isi kontolku kedalam liang nonok Erna ….. syoor…… syoor…… croot. Benar benar terasa lega karena begitu banyak air maniku yang kusemprotkan kedalam liang Erna.
Read more ...

Cerita Dewasa Ngentot Dengan Tante Saat Liburan

Cerita Dewasa Ngentot Dengan Tante Saat Liburan ini berawal dari liburan kuliahku yang jadi awal cerita sex dewasa dan cerita seks panas ini. Aku memang sudah punya rencana untuk jalan-jalan sekaligus pulang ke kampung halamanku. Tidak terasa pesawat yang kutumpangi telah mendarat di bandara Sam Ratulangi. Aku bingung, ini mau kemana sich?? sudah lama aku nggak kesini. Tiba-tiba ada yang menepuk punggungku,
Cerita Dewasa Ngentot Dengan Tante Saat Liburan
” Hei, sudah lama yach? ”
Aku bingung, siapa tante ini.
” Masih ingat tidak sama tantemu ini”? katanya.
Aku cuma menggelengkan kepala. ” Aku tante Linda ” katanya.
Ooo..iya aku langsung jadi teringat sama adik papaku. Ternyata dia yang menjemputku. Singkat kata aku pun berada dirumahnya. Habis makan siang, dia mengajakku mengobrol diruang tamu. Aku tanya sama dia, kok sepi sich?? Dia bilang, memang begini keadaanya tiap hari. Oom boy masih berlayar, sepupuku yang cewek satu-satunya lagi Kuliah katanya.
Saat Tanteku ingin mengambil gelas minumannya, tak sengaja mataku melihat ketengah dadanya yang hanya terbalut baju kaos yang ketat dan tipis(ngaa’ pake BH cing!!). “Adikku” langsung ngeras, aduh bahaya nich kalau ketahuan, pikirku. Sambil berdiri aku berkata mau istirahat dulu. Dia berkata:
” Silahkan, soalnya tante mau istirahat juga.”
Sesampainya dikamar, perasaanku jadi nggak karuan, soalnya masih ingat dada putih tante Linda tadi.Aku langsung mengunci pintu kamar, lalu beronani ria sambil membayangkan wajah tante Linda yang agak mirip-mirip dengan Krisdayanti itu. Oo enak banget “croott..croot..crot..” aku sudah keluar rupanya. Aku harus nyari cara nih supaya bisa merasakan dada putihnya tadi. Sambil pikir-pikir, aku ketiduran.
Aku terkejut dan bangun karena tiba-tiba saja aku merasa dingin. Wah ternyata sudah gelap, mana hujan lagi. Kututup jendela kamarku itu, lalu aku beranjak keluar. Hening dan sepi rumah ini. Aku ke dapur, hanya mendapati si Ijah sedang mencuci piring. Aku bertanya ke dia,
” Ibu kemana Bi? “.
Bi ijah menjawab kalau tanteku sudah tidur tadi sehabis makan dan sepupuku sedang menginap di rumah temannya. ” Aku kekamar aja dech”, pikirku. Saat menuju kamar, tak sengaja aku melewati kamar tante Linda. Pintunya sudah tertutup rapat. Teringat dada putih yang tadi siang, aku jadi bersemangat untuk melihat, bagaimana sich tante Linda kalau tidur. Pelan-pelan kuintip melalui lubang kunci.Tapi gelap banget. Rupanya lampu dikamar tante Linda sudah padam.
Makin penasaran aku dibuatnya. Kucoba untuk menarik gagang pintu, ahaa.. ternyata tidak terkunci. Sambil melihat kiri-kanan, aku beranjak masuk ke kamar tante Linda. Kesempatan nih pikirku. Terdengar desahan halus tante Linda diatas ranjangnya. Pelan-pelan aku merayap mendekati tempat tidurnya. Kimono tente Linda tersingkap keatas sedikit, sehingga memamerkan pahanya yang putih mulus.
Kejantananku langsung bereaksi. Pelan-pelan kuraba paha tante Linda, sambil menurunkan celana pendekku. Tante Linda tidak bergeming sedikitpun, dia tertidur begitu pulasnya membuatku semakin berani. Batang penisku sudah semakin membesar. Tanganku semakin naik keatas, menyentuh bulit-bukit halus tante Linda. Tante Linda mendesah, akupun menarik tanganku. Takut ketahuan. Tanganku kembali naik ke paha dan sekitarnya. Sambil mengocok penisku, kucari lubang vagina tante Linda. Terasa hangat ditanganku. Ternyata tante Linda tidak memakai CD ketika tidur. Pelan-pelan kubuka tali kimono yang berada dipinggangnya.
Tampaklah tubuh putih tante Linda dengan dada berukuran 36B (kutaksir).Aku membaringkan diri disamping tubuh tante Linda. Tiba-tiba tante Linda bergeser ke arahku, membuatku semakin tidak karuan. Sambil menusukkan jariku ke vaginanya, aku pun pelan-pelan beranjak menindih tante Linda. Tapi tanganku yang satu kugunakan sebagai penopang tubuhku. Pelan-pelan kutusukkan penisku ke liang vaginanya yang sudah basah. Tapi masuknya sulit banget. Dan tiba-tiba dia mengerang.Aku pun menahan napas. Ternyata dia tidak sadar pada apa yang akan menimpanya. Dengan memastikan sasaran yang tepat, kedua tanganku kugunakan sebagai penopang tubuhku. Kutusuk pelan-pelan vaginanya, penisku sudah sebatas kepala yang tenggelam. Aku menanti reaksi tante Linda. Tidak ada apa-apa (mungkin dia sedang mimpi hubungan sex dengan Om Boy).
Dengan suatu dorongan yang kuat, kuhujamkan penisku kedalam liang vagina tante Linda sampai amblas seluruhnya. Terpekik tante Linda karena kaget.
” Apa yang kau lakukan??” katanya.
” Penisku ingin merasakan vagina tante ” , kataku.
Tante Linda terus berontak.Tapi apalah daya sorang wanita bertinggi badan 165 dengan berat kira-kira 55, terhadap aku yang bertinggi badan 180 cm. Sambil terus menghujamkan penisku dengan keras, terdengar pekikan dan desahan halus tante Linda yang ternyata sudah mulai menikmati besarnya penisku. Saat aku hampir keluar, kuhentikan goyanganku. Ternyata dia marah.
Ia berkata,” Kalau tidak mau kulaporkan kau sama bapakmu, lanjutkan goyangan penismu “.
Aku pun tersenyum dan membalik badan tante Linda. Kuangkat kimononya dan berkata, aku mau rasain pantat tante .Tante Linda pun kaget, pantatnya belum pernah dimasukin penis katanya. Akupun memaksa dengan tusukan keras dan teriakan histeris tante Linda, kutusuk pantatnya dengan sekuat tenagaku. Terasa sempit dan licin karena darah tante Linda rupanya. Tak berapa lama aku pun mengeluarkan air maniku ke pantat tante Linda.
Malam itu aku melakukanya berulang-ulang, aku betul-betul membuat tante Linda kepayahan sampai hampir pingsan. Perbuatan itu kami lakukan selama aku berada di sana. Sampai sekarang aku masih teringat akan perbuatanku terhadap tante Linda dan aku ingin selalu melakukannya lagi bersama jika aku bertemu lagi dengannya nanti.
Read more ...

Cerita Ngentot Bersama Vina Teman Adikku

http://img9.uploadhouse.com/fileuploads/4119/4119870f9b3a970e36b607a639592efcfa97a68.jpg

Vina kutemui ketika mengantar dan menghadiri wisuda adikku, Feby si bungsu di sebuah universitas terkenal di Bandung. Ketika itu aku berperan menjadi sopir keluarga karena harus mengantar jemput keluarga yang datang dari Sumatra. Si bungsu ini adalah cewek terakhir di keluargaku yang menjadi sarjana. Dalam usia 21 tahun, dengan otaknya yang encer ia menjadi sarjana tercepat di keluargaku.

Eh bukan mau cerita tentang Feby nih, tetapi temannya, si Vina mojang geulis yang wajahnya Bandung banget itu. Mereka sama-sama wisuda, meski dari jurusan yang berbeda. Feby di HI, sedang Vina di Ekonomi. Pendek cerita, usai mengantar Feby adikku dan orang tua dari Medan ke arena wisuda, tiba tiba datang perintah dari Feby.

"Bang, please, darurat nih, tolong jemput temanku Vina di Salon XX, udah jam segini bokap nyokapnya belum nyampe. Ntar nggak dapat tempat duduk lagi.." katanya dengan wajah memelas.
"OK, putri duyung, yang dekat PLN itu kan? Ah, gimana aku bisa tahu wajahnya?"
"Yang paling cantik di salon dan pakai kebaya krem, itu sudah pasti Vina! Jangan coba merayu, ntar aku kasih tahu kakak di rumah lho.."
"OK bawel.." Meski macet, cuma 5 menit kemudian aku telah mencapai salon tempat Vina menunggu. Wah, itu dia, pikirku melihat cewek pakai kebaya krem tengah memijit- mijit ponsel. Sialan si Feby, nomor HP-nya tidak diberi kepadaku. Begitu dekat aku langsung menyapanya.
"Vina ya?"
"Hmm.. Bang John ya, sorry nih merepotkan, bokap masih jauh di jalan Bang.."
"Oh, nggak pa-pa Vin, santai aja, lagian kan dekat.."

Aku membukakan pintu Taft bututku dan dengan sedikit kesulitan dia naik. Tubuhnya dibalut kebaya, benar-benar seksi. Kututup pintu dan pelan pelan aku jalankan mobil. Aku bisa memperkirakan Vina tingginya 167 cm, beratnya sekitar 50-51 kg. Dengan model kebaya yang dadanya agak tinggi, payudaranya pasti berkisar 36B. Usianya pastilah masih seumur dengan adikku Feby, 21 atau 22 tahun. Bandingkan dengan aku yang sudah 35 tahun. Lho buat apa lagi dibandingkan, maksudku ini adalah cewek tipeku.

"Bang, Kakak nggak ikut?"
"Kakak siapa Vin?" tanyaku berlagak bego.
"Kakak istri Abang.." Buset, kapan dia kenalan sama bini gue ya, pikirku.
"Oh, ada di rumah Vin, eh di sekolah antar si kecil.." Alamak, kok jadi grogi gini gue.
"Beberapa kali Vina ke rumah ama Feby, Abang selalu di luar kota.."
"Hehehe.. Biasalah Vin, cari sesuap nasi ama segenggam berlian.."
"Hihihi.. Si Abang bisa aja.."
"Hmm.. Kamu udah ada yang dampingi nih di wisuda nanti..?" tanyaku.
"Belom nih Bang.. Cariin dong.."
"Ah, masak cewek secakep kamu nggak ada yang dampingi.."

Aku mulai memasang jerat. Benar saja, wajahnya langsung bersemu merah. Aku tahu bahwa Vina ini adalah tipe cewek yang ramah, sedikit cerdas tetapi sialnya dia juga termasuk grup penggoda, hehehe..

"Terus, ntar mau kerja atau lanjut nih Vin?" tanyaku basa basi agar tidak terlalu ketahuan sedang menebar jerat.
"Bokap bilang sih lanjut ke Amrik, gue sih masih pengen main dulu Bang.."
"Lho disuruh sekolah kok malah main.. belum puas main sama teman teman..?"
"Iya nih Bang, cowok gue belum tamat hahaha.."
"Lho tadi bilangnya belum ada pendamping..?"

Karena keasyikan mengobrol, kami tahu-tahu sudah sampai di gerbang masuk. Feby melambai-lambai dan kemudian mendekat.

"Hi Vin, ngobrol apa sama Abang gue? Hati hati lo, gue kurang percaya tuh sama Abang gue.." Ah, sialan si Feby menjelekkanku lagi.
"Ah, nggak kok Vin.. Lagian kalau gue dirayu juga berarti gue emang cantik, hihihi.."

Aku tinggalkan mereka menuju tempat parkir. Buset dah, benar-benar nasib seorang sopir, habis mengantar penumpang eh tamu masih juga harus keringatan mencari tempat parkir. Tapi karena habis ngobrol sama cewek keren lelahnya tidak terasa juga. Hmm.. Vina, aku suka lihat wajahnya, bodinya alamak. Kulitnya yang putih bersih tampaknya dirawat dengan baik. Semasa kuliah dulu aku suka mengatakan bahwa cewek-cewek seperti Vina ini Bandung sekali atau Jawa sekali sesuai dengan asalnya. Aku sih, Sumatra sekali, hehehe. Menurut istriku aku tidak ganteng-ganteng amat, yang ganteng mah si Mamat, hehehe.. Memang istriku sekarang bukan yang pertama tapi yang terakhir juga bukan.

Usai wisuda aku masih harus mengantar adikku Feby, orang tua, istri dan kedua anakku ke restoran Sunda untuk merayakan hari bahagia si bungsu bawel itu. Ketika tiba di parkiran, Feby mengangsurkan ponselnya dengan berbisik. Barangkali takut dilihat oleh istriku.

"Bang, sini nih, Vina mau ngomong.. Awas jangan rayu-rayu ya.." ujarnya.
"Halo.. Vina ya.. Selamat ya Vin, sampai tadi lupa ngucapin selamat, hehe.."
"Makasih Bang, makasih banget lo jemputannya.. Hmm.. Ntar kapan-kapan, Abang Vina undang datang ya.." Kubayangkan Vina dengan senyum manisnya. Dia mau ngundang aku dan keluarga atau aku sendiri ya, pikirku agak surprise. Ah, gue yakin dia ngundang aku sendiri nih! Gak papa-lah ge-er dikit.
"OK deh, sayang.." Uppss, baru kenal gue bilang apa tadi?
"Sayang nih.. Ntar ditimpuk sama bini loh Bang.."
"Hehehe.. Nice to meet you Vin, salam sama keluarga ya.." kataku, yang ini agak keras agar Feby nggak curiga. Sedang istriku sibuk bermain dengan kedua anakku, jadi nggak perlu kuatir. Ah, sial lagi.. Aku tidak sempat mencatat nomor HP-nya. Tapi toh nanti malam masih bisa lihat di ponsel Feby kok, pikirku mulai keluar isengnya. Dua minggu setelah acara wisuda tersebut tiba tiba aku menerima SMS.

"Bang, lagi di mana nih.. Ada acara nggak? Vina" Hah? Gak salah nih, pikirku. Dengan pura pura menahan diri, 5 menit kemudian baru aku jawab dengan menelepon langsung. Tengsin dong SMS balik.
"Hai Vin, apa kabar? Aku lagi di Jakarta nih.. Lagi makan nih ama teman-teman di.." kataku menyebut suatu tempat di Plaza Senayan.
"Nah, itu dia.. Vina juga lagi di Jakarta nih Bang, lagi boring.."
"Lho.. Aku pikir jadi ke Amrik" kataku sekenanya.
"Males Bang, Vina lagi di tempat sodara nih.. Abang kapan pulang Bandung?"
"Lusa.. Kamu?"
"Iya, boleh dong kita pulang bareng.. Vina naik kereta Bang" Buset dah, benar kan kata gue, Vina tipe penggoda.
"Hmm.. Gimana ya.." kataku sok ragu, padahal udah pengen banget.
"Kita lihat nanti ya, Vin. Ntar sore Abang telepon kamu. Eh, Feby tahu nggak kamu ada di Jakarta?"
"Nggak Bang, mau Vina kasih tahu sama Feby dan istri Abang?"
"Haha.. Bukan gitu maksudku, ok deh ntar jam 5 sore Abang telepon kepastiannya ya.." kataku bersorak.

Memang kalau rejeki nggak bakal lari ke mana-mana. Cepat-cepat aku bereskann tugasku di Jakarta. Sebetulnya sore ini juga sudah selesai tapi teman-teman di Jakarta seperti biasa suka mengajak main bilyar dan karaoke. Jadi sorry friends, kali ini aku ada urusan penting, mesti cabut. Jam 5 sore aku telepon Vina. Aku bertanya dia sedang apa, kalau boring mengapa tidak jalan-jalan bersama saudara atau teman-temannya.

"Abang ada acara nggak ntar malam? Ajakin Vina nonton dong?" Katanya dari seberang sana.
"Ok Vin, gue takut macet, gimana kalau kita ketemuan di 21?"

Pendek cerita, Vina dengan jeans ketat dan T-shirtnya aku temui di 21. Dia sudah beli tiket untuk berdua. Mentang-mentang kaya, tiket saja dibelikan olehnya. Aku tidak ingat apa judulnya. Yang jelas begitu masuk gedung bioskop, aku gandeng tangan Vina seperti yang diinginkannya. Vina memulai sinyal dengan mengatakan sedang boring, ingin jalan dan sebagianya.

Kubelai rambutnya dan seperti sudah kuduga, dia merebahkan bahunya sepanjang film berputar. Tak ada penolakan ketika jemariku menyusup ke balik T-shirt dan branya. Semua lancar. Ia melenguh ketika kupelintir putingnya dan kuelus perutnya. Ketika jemariku menyusup ke sela-sela pahanya, ia berbisik..

"Jangan di sini Bang.."

Itu sudah sesuai dengan harapanku dan harapannya. Aku juga sudah tegang sekali ketika keluar dari gedung bioskop. Di dalam mobil, seperti harimau kehausan kami berciuman dengan gairah. Aku suka suara lenguhnya, kepasrahannya ketika kusedot putingnya dan jariku menelusup ke celah-celah memeknya yang sudah basah sekali. Tubuh Vina bergetar. Aku ingin membuatnya menjadi wanita yang sesungguhnya ketika berhubungan intim.

"Vina, Abang pengen jilat memek kamu sayang.."
"Hmm.. terus Bang, Vina udah nggak tahann.."

Bulu-bulu halus memeknya kusibak, kelentitnya yang sudah mengeras sungguh nikmat dikulum. Aromanya sungguh harum dan bentuknya tampak terawat. Tubuhnya sampai bergetar getar menahan nikmat. Tangannya aku arahkan meremas kontolku. Tetapi ternyata dia lebih suka blow job. Pada saat yang sama aku tidak menyia-nyiakan kesempatan meremas dadanya yang montok. Apa boleh buat, di mobil yang sempit ini harus terjadi pergumulan yang menggairahkan. Aku pastikan tidak ada manusia yang melihat kegaduhan nikmat ini. Jangan sampai kepergok Satpam karena bisa malu.

Sedotan lidahnya sungguh membuatku melayang jauh. Tanganku tak henti meremas payudaranya yang indah dengan puting kecoklatan yang sudah mengeras. Pada saat lain aku pelintir dan sedot putingnya hingga membuatnya semakin basah. Karena di depan terlau sempit, aku mengajaknya pindah ke jok belakang. Vina dengan tak sabar melepas celana dalam hitamnya. Aku sungguh terangsang melihat wanita dengan CD hitam, sepertinya Vina tahu selera seksku, heheh..

Tampaknya Vina adalah tipe cewek blowjob mania karena ia terus saja mengoral batangku. Kupikir hobinya ini sejalan dengan hobiku mengoral memek cewek. Kuberi isyarat agar ia mengambil posisi 69 dengan aku di bawah. Vina mengangguk lemah. Aku suka melihat matanya yang sayu. Gila, memek si Vina memang OK, masih kelihatan garis vertikalnya dengan kelentit yang sungguh imut dan mengeras. Segera kuremas pantatnya dan kujilat perlahan paha dalamnya sebelum memasuki area memeknya. Vina melenguh hingga aku makin terangsang dengan suaranya yang sendu.

"Ouhh.. Please Johnn.. Kamu apain memekku say, enak bangett!"
"Hmm.." hanya suara itu yang keluar dari mulutku sambil menyeruput cairan memeknya yang mulai banjir. Sementara jemari Vina yang halus masih menggenggam kontolku
"Say.. Vina nggak tahan.. Vina mau keluar sayang.. Terus terus.. Isep kacangku.. Ahh!"

Aku memang selalu ingin memuaskan cewek-cewek yang making love denganku. Menurutku ini adalah salah satu rahasia cewek-cewek selalu ketagihan ngentot denganku. Perlakukanlah wanita dengan gentle, jangan egois. Mereka adalah makhluk yang butuh perhatian dan belaian. Jangan bersikap bodoh meninggalkan mereka meraung-raung karena tak terpuaskan. Ada saat tertentu kapan kita membuat mereka tak bisa berhenti. Vina akhirnya mencapai orgasme. Ia terduduk lemah namun tangannya masih menggenggam batangku yang masih ngaceng dan berdenyut-denyut.

"Makasih ya Bang, Abang sungguh laki-laki yang baik! Sekarang Vina pengen memuaskan Abang.." Nah lo, benar kan kataku, jika puas wanita sebetulnya tidak egois.
"Iya Vina cantik, kamu istirahat dulu.. Gak usah terburu-buru, kita masih punya waktu sampai besok kan?"
"Ih, Abang nakal.." katanya sambil meremas kontolku.
"Sekarang Vina pengen lagi Bang.. Pengen dimasukin sama kontol Abang.."
"Tapi kamu kan masih perawan Say..?"
"Lho kok Abang tahu sih?"
"Kan Abang sudah periksa tadi, hehehe.."
"Ihh.. Nakal deh.. Vina jadi malu.." katanya manja.
"Vin, Abang sayang kamu, tetapi untuk memerawani kamu Abang sungguh nggak tega.."
"Tapi kan Vina yang mau.. Please Bang.. Vina rela"
"Vin, kalau dengan oral saja kamu bisa orgasme, ngapain harus sampai berdarah?"

Yang benar benar tidak kuduga, Vina menangis. Wah, kacau deh.. Tapi aku tidak ingin bicara lagi. Perlahan kukecup bibirnya, kuhapus airmatanya dan benar pemirsa eh pembaca, gairahnya mulai naik kembali. Segera dikulumnya kontolku. Hmm.. Enak sekali. Dan aku kembali mengajaknya ke posisi VW (Vosisi Wenakk), favoritku mengerjai memek cewek dari belakang alias posisi 69. Aku berkonsentrasi agar kali ini spermaku dapat muncrat di mulutnya. Tipe cewek pehobi blowjob adalah penyelesaian akhir harus di mulutnya. Kusedot kelentit Vina dengan lembut tetapi kuat dan itu cukup membuatnya makin menguatkan sedotannya pada kontolku. Memek Vina memang beraroma perawan, cairannya sungguh kental dan aku senang menelannya. Kontolku berkedut-kedut seakan mau muncrat, tetapi kutahan. Aku ingin kali ini aku dan Vina mencapai orgasme bersamaan.

"Ohh.. Johnn.. Fuck me please, pengen keluar say.. Ouhh.." teriaknya.

Itu adalah pertanda bahwa kurang dari 1 menit lagi dia akan mengalami orgasme. Jadi sebetulnya orgasme bisa diukur alias terukur. Kupercepat sedotanku pada kedelai Vina yang memerah sambil tanganku berusaha meraih payudara dan putingnya. Kuremas untuk memberi extra kenikmatan padanya.

"Auhh.. Johnn.. Vina keluar.. Ahh.. Ahh.." lenguhnya panjang.

Dan seperti yang kuperhitungkan akhirnya aku juga mengeluarkan pejuku dan muncrat ke wajahnya. Dapat kurasakan mulut Vina menyeruput kontolku dengan cepat. Aku sampai kehabisan kata-kata untuk melukiskan bagaimana perasaan nikmatku! Kupeluk Vina dan kubelai rambutnya, sambil say thanks! Aku tahu bahwa Vina bakal ketagihan. Aku sebenarnya ingin menceritakan lanjutan perjalanan yang menggairahkanku ke Bandung dengan Vina. Seluruh sensasi yang aku dan Vina dapatkan.

Ternyata Vina juga menyukai ngentot sambil berdiri. Di beberapa lokasi kami terpaksa berhenti mencari tempat rimbun pepohonan. Vina segera menyender di batang pohon dan dengan nafas terengah-engah melepaskan celananya. Posisi yang menggairahkan. Dengan berjongkok aku isep memeknya yang cepat basah itu. Kadang ia menungging dan aku sedot itilnya dari belakang. Aku juga mencapai orgasme dengan menggosok-gosok memeknya dengan batangku. Percaya atau tidak bahwa Vina masih tetap perawan sampai akhirnya dia berangkat ke Wisconsin, USA untuk melanjutkan studi. Sekarang aku masih merindukannya. Ia masih sering merngirim SMS dengan untaian kata kata, jilat, jilat dan jilat say. Entahlah, apakah masih ada cewek yang seperti dia di antara pembaca, i do hope!
Read more ...

Foto Memek Basah Artis Indonesia Tanpa Sensor

Foto Memek Basah Artis Indonesia Tanpa Sensor

foto%2Bmemek%2Bbasah

foto%2Bmemek%2Bbasah%2B(2)

foto%2Bmemek%2Bbasah%2B(3)

info baru-baru ini foto porno sola aoi juga tak luput dari pencarian netter kelas dunia,, diIndonesia sendiri pencarian dengan keyword Foto-foto memek artis indonesia jika belum berubah pada saat saya menulis artikel ini terdapat Sekitar 2,270,000 hasil pencarian yang terdapat pada search engine Google
diantara judul-judul yang masuk dalam top index google dengan menggunakan kata kunci tersebut adalah sebagai berikut:
Foto Memek Revalina Artis Indonesia – Forum Indonesia, forum kami
Foto foto pribadi Anya Dwinov | Kumpulan Foto Artis Indonesia …
Cerita Ngentot Memek Artis Indonesia
Gambar Memek Artis Indonesia | BeritaTerkini.us
Foto Memek Artis Indonesia | BeritaTerkini.us
Memek Artis Indonesia Blogs @ Karr.net
ShareMe – free Foto Memek Jembut Tebal Artis Indonesia download
Shareme Free Download Gambar Memek Bugil Artis Indonesia …
Search Results gambar memek artis :: Pusat Pengumuman CPNS …
Foto Memek Artis Indonesia – Foto dan Info Berita Terbaru
itulah 10 judul yang saya temukan pada halaman pertama yang ditampilkan oleh index search engine google terbaru
pencarian dengan menggunakan keyword populer lainnya adalah untuk kata kunci ,topless ,Foto Bugil . Artis Indonesia. Seksi Telanjang Video Bokep 3gp Koleksi Terbaru Foto Telanjang . Artis. Gambar . Memek. Toket Montok Mulus . Dewi Persik sepertinya tampil sangat vulgar di film,Gambar Memek Foto Sma Ngentot,Artis Korea,memek jupe dll
Read more ...