Tampilkan postingan dengan label cerita mesum 17. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita mesum 17. Tampilkan semua postingan

Cerita Dewasa Lendir yang Gurih dan Wangi

Cerita Sex Ngentot, Cerita Mesum bergambar, cerita Dewasa Terbaru, cerita mesum Hot, cerita ngentot memek, cerita memek china, cerita gadis china hot | Cerita Sex Lendir yang Gurih dan Wangi, Aku bisa bertemu dengan seorang wanita china disebuah mall di mana saat itu dia sedang bertugas sebagai marketing tugasnya menawarkan produk produk buat investasi, dia terlihat cantik, imut dengan warna kulit yang putih mata sipit dan berambut sebahu , ku perhatikan dia mungkin masih masa masa Anak Baru Gede kira kira umurnya masih diantara 20 an tahun. cerita ngentot hot, ngentot memek china, mesum selakangan cewek china.
Saat aku lewat di depan dia pertama aku tak simpati tapi saat aku perhatikan dari atas sampai ke bawah hmm hmm aku hanya bisa mengecap ngecap , kulihat pahanya yang sangat mulus saat dia memakai rok mini membuat dedekku berdiri.
Kita berkenalan dan dia berkata “tolong banutin mei ko” soalnya aku belum mendatap custumor hari ini ya ya ya , p[intanya karena dia meminta aku pun tak bisa menolaknya dari situ aku bisa meminta nomer handphone nya dan aku jadi membeli produk yang di tawarkan oleh dia.

Cerita Dewasa Lendir yang Gurih dan Wangi

Cerita Mesum Lendir yang Gurih dan Wangi
Cerita Sex Terbaru – Transaksi itu menjadi awal keakraban aku dengan miss Mei…saking akrabnya jadi mirip TTM…but without sex ..sampai……
SETAHUN KEMUDIAN….
…. tui…tui..tui…ringtone hape aku bunyi , dari Miss Mei..
“ Koko…ni hao..(apa Kabar)..”
“…fei zhang hao ..(baik baik saja) ..ada apa Mei…”
“ Ko…tolong dong…omset Mei masih kurang nih…nambain ya..ko “
“ …waduh…Mei koko khan udah tiga kali nambah…”
“….ah..Koko khan masih banyak dana ngangur…please bantu Mei…ntar Mei kasi bonus deh…”
“..bonusnya apa Mei…”
“…ada deh ko…jadi ya …tambahin”
“ ..oke deh koko bantu…bonusnya kapan .”
“…nanti Mei …bel koko lagi..”
SEMINGGU YANG LALU…..
Cerita Ngentot Lendir yang Gurih dan Wangi
…. tui…tui..tuit…ringtone hape aku bunyi , dari Miss Mei…
“… Koko…ni hao….sore nih bisa jemput Mei nga…Mei mo kasi bonus nih..”
“..Wah..nga bisa Mei…sore ini sudah janji mo nganter laubo(istri)….”
“… Jadi Kapan Mei bisa ketemu Koko….”
“….Kalau sore koko nga bisa Mei…nanti susah jelasin sama laubo(istri)..gimana besok siang pas lagi istirahat kantor “.
“…ya..deh ko…jemput Mei ya ….”
“…oke Mei..tunggu aja…”
KEMARIN JADI HARI… H-NYA…..
Cerita Dewasa Lendir yang Gurih dan Wangi
Sesuai deal kemarin siang itu aku tancap gas mobil agak ngebut untuk jemput miss Mei…. Sepanjang jalan aku berpikir apa ya bonusnya…
Sesudah muter-muter bentar kita mampir makan siang di seputaran Jl.Rajawali, lalu aku tanya sama Mei :
“…kita mo kemana Mei….???” Tanyaku saat Mei udah disampingku dalam mobil.
Miss Mei …senyum-senyum padaku matannya menatap nakal :
“…Kalau Koko nga keberatan ….kita ke tempat kos Mei aja….”
“…tempat kos…?? rame nga ….??” Aku bertanya bingung..
“..nga kok Koko…kalau siang begini ..sepi..”
“…ya..okelah..”
Cerita Sex Lendir yang Gurih dan Wangi
Terus mobilku meluncur ketempat kosnya Miss Mei masih dibilangan daerah Rajawali…..tempat kosnya lumayan elit, sesampainya ditempat kos, Mei langsung ngajak aku ke kamarnya yang terletak di ujung lantai 2, kamarnya bersih & harus khas kamar cewek, lumayan luas,ada kamar mandi didalam.
“..Koko …tunggu bentar ya… Mei.. mo…bilas muka dan salin.”
Miss Mei kemudian masuk ke bilik kamar mandi….tak lama kemudian ..dia keluar
Astaga…..! jantungku berdegup kencang….dia ternyata bersalin pake baju tanktop putih tipis plus celana legging hotpants….sehingga menampakkan lengan dan pahanya yang putih mulus.
wah…wah…sexynya luar..biasa…
Aku masih terbengong-bengong ketika Mei duduk merapat denganku, jemarinya kemudian mengusap-usap dadaku…lalu mulai mencopoti kancing-kancing bajuku
“…Mei…kamu…???” aku masih kaget plus bingung.
“…ssstttt…ko…katanya mo bonus…sudah koko enjoy aja…” dia berbisik
…oh my god…disodori makhluk begini mulus dan sexy…aku ne lelaki normal bagaimana mungkin bisa nolak…
Jari jemari Mei menari-nari didadaku yang sdh terbuka…trus turun mengusap-usap areal penisdari celanaku dan dengan lembut dia menarik lepas reslitingnya…lalu tau-tau aku sudah cuma tinggal pake cd aja….lalu beberapa menit kemudian kami udah sama-sama polos…los…los…los
Aku jadi horni berat…miss Mei aku peluk …bibirnya aku lumat habis-habisan sampai dia terengah-engah….tanganku tidak tinggal diam..jemari ku mulai mengelus-ngelus bokong dan areal paha luar dalamnya sambil menikmati juga elusan Mei di areal penisaku yang sekarang ne sudah berdiri kokoh.
Aku membaringkan Mei yang udah polos ke ranjang kosnya….mulailah basic instink aku yang bekerja..jemariku terus mengelus-elus paha mulusnya…lalu memek nya…terus pahanya …terus memek nya..lagi…
Sudah..tuh aku ganti pake ciuman-ciuman liar penuh nafsu ..mulai lumatan pada bibirnya …turun ke leher… trus ke..toketnya yang putih mulus dengan pentil kecil merah kecoklatan..aku jilati puting toketnya…
“…ah..ah..ah..Koko…enak sekali Ko….ah…..terusin….” Mei mendesah .
Mendengar desahannya …aku tambah semangat kali ne ciumanku meluncur turun kearah pusarnya… lidahku bermain-main bentar disana…trus luncur lagi ke pangkal pahanya…kali ini..lidahku menari-nari di areal memeknya.
Agak lama lidahku bermain aku merasa memek Mei suda basah berlendir..gurih..wangi.
Mei tambah horni…tubuhnya bergetar hebat tangannya menekan-nekan belakang kepalaku seakan tak rela kehilangan kenikmatan…dan tak lama kemudian :
“…ah..ah..ah..Koko…Koko….Mei….ahh…Mei..Ahhh mo nyampe…..
Ko….ahh…..terusin….ahhh….Mei..nyampe….” Mei mendesah terputus-putus rupanya dia sudah dapet big-O nya……
Sekarang giliran Mei yang pegang kendali, aku terlentang di bawah …Mei membalas persis sama dengan yang tadi aku lakukan padanya….aduh..luar biasa, penisku tambah berdenyut-denyut…waktu dia mem-BJ-nya….jago sekali ..BJ-nya nga kena gigi..trus biji-bijinya juga dijilatin……pokoknya aku terangsang hebat….hampir aja ngecrot…ketika Mei menghentikan aksinya…
“…ahh..Mei Kok berenti..seh…? aku protes..
“…..maaf Ko..Mei nga suka belepotan peju .…? dia menjelaskan..
Ya…sudah….apa boleh buat…Mei kemudian mendekatkan wajahnya padaku ..kembali kami saling melumat bibir dengan nafsu membara.
Dengan posisi WOT Mei kemudian mengarahkan penis aku ke bibir memeknya.
digosok-gosok sebentar…sejurus kemudian penis aku sudah terbenam habis dalam memeknya….aduh…duh….nikmat sekali…memeknya peret abis…..aku benar-benar menikmati sensasi gesekan penisdalam memeknya.
Lama juga dalam posisi ini…hampir lima belas menitan ..aku memang sangat suka posisi ini …jadi aku…terlentang aja terus.
“…ah..ah..ah..Koko…Koko….ahh…Mei..Ahhh mo nyampe….lagi……”
Mei kembali mendesah hebat rupanya dia sudah dapet big-O nya yang kedua……
Aku juga nga tahan lagi..mr.P-ku berdenyut-denyut keras….
“…ahhh..ahhhh …tunggu…Koko….ahh…Mei..Ahhh mo nyampe juga….ahhh”
Akhirnya…dengan bersimbah peluh, tubuhku bergetar ….lalu ngecrot-lah penisdalam memeknya……aduh…luar biasa nikmat…..cerita sex terbaru 2017, cerita dewasa, cerita mesum terbaru, cerita sex mesum, cerita mesum 18, cerita mesum baru, cerita mesum terkini, cerita mesum 17, cerita mesum terhot, koleksi cerita mesum, mesum cerita 2017
Read more ...

Cerita Dewasa Kisah sex Melepas Birahi Burung Kecil

Cerita Sex Dewasa Terbaru, Kisah sex Melepas Birahi Burung Kecil – Pernah ngebayangin gak kalau mainin alat pusakanya orang orang yang sering menggodaku aplagi dia masih brondong gitu, itu yang aku akan ceritakan di bawah ini kegilaan yang sangat membanggakan bisa memainkan burung kecil mereka, berawal dari hari santai yaitu hari sabtu dimana aku yang sendirian di rumah bingung mau ngapain aku santai santai di depan TV sambil nonton film korea.
Setelah habis filmnya kira kira durasi 2 jamman aku kembali ke kamarku untuk tiduran, biasanya rumahku gak sesepi ini adik dan ortuku sedang pergi ke kondangan saudara, aku sudah berumur ke 28 tahun masih menjaga bentuk tubuhku agar masih terlihat seksi dan menarik, soalnya aku juga sering main ke salon.

Kisah sex Melepas Birahi Burung Kecil

Kisah Dewasa Melepas Birahi Burung Kecil
Namun yang sering membuatku risih adalah tatapan anak-anak SMU, yang seringkali menggoda aku. Mungkin mereka mengira aku masih seusia mereka. Apalagi saat aku memakai pakaian bebas. Rumahku terletak di daerah Cibubur yang menurutku lumayan dingin. Halaman rumahku memang tidak luas, namun di luar rumah banyak ditumbuhi pepohanan rindang.
Kamar tidurku mempunyai jendela yang berhadapan langsung dengan halaman luar. Setelah merebahkan badanku beberapa lama, ternyata mata ini tidak mau terpejam. Akhirnya aku SMS-an dengan pacarku.
Baru beberapa kali SMS, terdengar suara berisik dari halaman depan rumahku. Aku bangkit dan melihat keluar. Kulihat dua anak berusia berseragam SMP sedang berusaha untuk memetik buah di depan rumahku. Tentu saja aku sebagai pemilik rumah tidak senang perilaku anak-anak tersebut. Bergegas aku keluar dari kamar.
Kisah sex Melepas Birahi Burung Kecil
Seraya berkacak pinggang aku berteriak pada mereka “Dik, jangan dipetik dulu nanti kalau sudah masak pasti Kakak kasih deh…!”
Tentu saja mereka berdua kaget dan ketakutan karena tidak menyangka kalau ada orang yang melihat perbuatan mereka. Kedua anak itu menundukkan wajahnya karena menyesal. Aku yang tadi hendak marah akhirnya merasa iba.
“Nggak apa-apa kok Dik, Kakak hanya minta buahnya jangan dipetik dulu. Kan masih belum matang benar… Nanti kalau adik-adik sakit perut gimana coba?” aku mencoba menghibur. cerita mesum terlengkap
Sedikit mereka berani mengangkat wajah. Dari penampilan mereka kelihatan bahwa mereka anak kurang mampu. Melihat wajah mereka mereka yang tertunduk dan menyesal akhirnya aku mengajak mereka ke dalam rumah, untuk ikut menonton TV denganku di ruang keluarga.
Aku tanya kenapa pada jam-jam belajar mereka kok ada di luar sekolah. Ternyata mereka bolos dari sekolah karena sedang bosan belajar. Setelah mendapat penjelasan mereka, aku menasehati keduanya supaya jangan membolos dari sekolah lagi. Mereka hanya menganggukan kepala saja.
Kemudian aku tinggal mereka sebentar mereka ke dapur untuk mengambilkan minuman. Lumayan juga pikirku, aku jadi ada teman untuk ngobrol. Dari obrolanku dengan mereka, ternyata usia keduanya masih 13 tahun, dan mereka baru saja masuk SMP.
Kisah Mesum Melepas Birahi Burung Kecil
Walaupun baru mulai masuk SMP, ternyata mereka sudah sering bolos dari sekolah. Aku menanyakan nama mereka, yang berkulit hitam dan berambut keriting bernama Galang. Sedangkan yang berkulit sawo matang dan berambut cepak bernama Budi. Keduanya memiliki badan yang kecil dan kurus. Mungkin tinggi badan mereka hanya 140 cm saja.
Ketika ngobrol aku tahu mata-mata mereka sering mencuri pandang ke bagian dadaku. Aku baru sadar bahwa di dalam kaos warna krem-ku, aku tidak memakai Bra, sehingga puting coklatku terlihat jelas. Aku berpikir, biar masih kecil, namanya laki-laki itu sama saja. Semula aku tidak suka dengan perilaku mereka namun akhirnya ada perasaan lain sehingga aku biarkan mata mereka menikmati keindahan putingku dari luar. Aku menjadi menikmati tingkah laku mereka kepada diriku.
Bahkan aku mempunyai pikiran yang lebih gila lagi untuk menggoda mereka, aku sengaja meregangkan tanganku ke belakang sehingga putingku pasti terlihat semakin jelas. Tentu saja hal ini membuat mereka semakin salah tingkah.
“Hayoo..!! Pada ngeliatin apa!?” Aku pura-pura mengagetkan mereka.
Tentu saja ini sangat membuat mereka menjadi semakin salah tingkah.
“Ng.. gak.. kok.. Kak Ella…” Gilang membela diri.
“I.. Itu acara TV bagus Kak Ella” Budi menambahkan.
“Nggak apa-apa kok. Kakak tahu kalian sedang melihat ke dada Kakak kan?Ayo ngaku aja deh…” aku mencoba mendesak mereka.
“Eeee.. A-Anu Kak Ella…” Budi nampak akan mengatakan sesuatu.
Namun belum lagi selesai kalimat yang diucapkannya, aku kembali menimpali “Ibu kalian kan juga punya, dulu kalian kan sering nyusu dari Ibu kalian”
“I.. Iya Kak Ella” Gilang menjawab.
“Tapi sekarang kami kan sudah nggak nyusu lagi. Lagipula kamu juga udah lupa gimana rasanya nyusu…” Budi nampaknya sudah mampu menguasai keadaannya.
“Terus maksud kamu bagaimana Di?” Aku menanyakan.
“Kami pengen deh liat teteknya Kak Ella” kata Galang semakin berani.
Kata-kata tersebut membuat aku berpikiran lebih gila lagi. Gairahku yang semakin meninggi sudah mengalahkan norma-norma yang ada, aku sudah kehilangan kendali bahwa yang ada di depanku adalah anak-anak polos yang masih bersih pikirannya. Aku kemudian menatap wajah mereka semakin serius.
“Galang, Budi kalian mungkin sekarang sudah nggak nyusu lagi karena kalian sudah besar. Tapi kalian boleh kok…” aku berkata.
Tentu saja kata-kataku ini membuat mereka penasaran.
“Boleh ngapain Kak Ella?” sergah Galang tidak sabar.
“Boleh nyusu sama Kakak, kalian mau nggak..?” tanyaku walau sebenarnya aku sangat tau jawaban mereka.
“Ee.. ma.. u…!!” jawab Budi.
“Mau banget ding Kak…!!” sahut Galang setuju dengan temannya.
Jawaban mereka membuat aku semakin bergairah dan terangsang. Aku berpikiran hari ini aku akan mendapatkan sensasi dari anak-anak ini. Aku memang sudah pernah merasakan kenikmatan juga dari dua anak jalanan, yang aku sudah ceritakan sebelumnya.
Karena itu, aku ingin kembali merasakan sensasi seperti itu. Aku mendekati mereka, kemudian dengan agak tergesa aku melepaskan kaos bagian atasku sehingga kini bagian atas tubuhku sudah tidak tertutup apa-apa lagi. Mata mereka melotot memandangi toketku. Tampaknya mereka bingung apa yang harus mereka lakukan.
“Ayo dimulai ding Adik-adik. Kok malah bengong sih?” aku menyadarkan mereka.
Kemudian tangan-tangan mereka mulai menggerayangi toketku. Aku menjadi geli melihat tingkah mereka.
“Jangan rebutan ding! Aaaaah.. Galang yang ki.. ri… Budi yang kanan…” perintahku.
Birahiku semakin meninggi, sementara Galang sudah mulai mendekatkan bibirnya ke putingku, Budi masih membelai sambil dipilin-pilin putingku. Lalu Budi mulai mengisap-isap putingku juga. Betapa seakan perasaanku melayang ke awan, apalagi ketika mereka berdua mengisap secara bersamaan nafasku menjadi tersengal.
Tanganku membelai kadang agak sedikit menjambak sambil menekan kepala mereka agar lebih dalam lagi menikmati toketku.
Mereka semakin menikmati mainan mereka aku semakin terhanyut, aku ingin lebih dari hanya ini. Aku semakin lupa.
Ketika baru nikmat-nikmatnya tiba-tiba Budi melepaskan isapannya sambil berkata “Kak Ella kok nggak keluar air susunya?”
Aku kaget harus menjawab apa akhirnya kau menjawab sekenanya “Kakak kan belum nikah, terus belum punya anak. Jadi belum keluar air susunya…”
“Oh gitu ya Kak…?” Budi langsung mengerti.
Gilang tidak menggubris, dia semakin lahap menikmati buah dadaku. Akhirnya aku ingin lebih dari sekedar itu.
“Gilang… Budi.. Ber.. henti dulu…” aku meminta.
“Ada apa Kak Ella?” Gilang bertanya.
“Kita ke kamar saja yuk! Di sini posisinya nggak enak” jawabku.
Kemudian aku berdiri menuju ke kamarku. Tentu saja mata mereka menatap tubuhku yang hanya ditutupi oleh celana pendek ketatku.
“Ayo ikut Kakak…” aku mengajak.
Seperti kerbau dicocok hidungnya mereka mengikuti diriku. Sampai di dalam kamar aku duduk di sisi ranjang.
“Gan.. Budi.. lepas saja seragam kalian…” pintaku.
“Tapi Kak Ella…” Budi masih agak ragu.
“Sudahlah turuti saja…” aku menyahut.
Dengan malu-malu mereka mulai melepas baju dan celana seragam mereka. Tampaklah kontol dari anak-anak itu sudah tampak tegang. Rambut kemaluan mereka tampak belum tumbuh sama sekali, sedang batang kemaluannya masih agak kecil. Namun melihat pemandangan ini libidiku semakin naik tinggi.
“Kak Ella curang!” Budi berkata.
“Curang bagaimana?” aku bertanya.
“Kak Ella nggak melepas celananya!?” Budi menjawab.
Gila anak ini, cepat sekali dewasanya. Aku tersenyum, kemudian bangkit dari dudukku. Celana pendek berikut celana dalamku aku lepaskan. Sekarang kami bertiga telanjang bulat tanpa sehelai benangpun. Tatapan mereka tertuju pada benda yang ada dibawah pusarku.
Memekku yang masih rapat dan tanpa ditumbuhi bulu menarik perhatian mereka. Aku duduk kembali di ranjang lalu menaikkan kakiku dan mengangkangkannya. Memekku terbuka lebar dan tentu saja terlihat isi-isinya. Mereka mendekat dan melihat memekku dengan wajah penasaran.
“Ini namanya memek, lain dengan punya kalian…” aku menerangkan ke mereka layaknya seorang guru biologi.
“Kalian lahir dari sini…” aku melanjutkan.
Tangan mereka mulai mengelus-elus bibir kemaluanku. Sentuhan ini nikmat sekali. Jari Gilang masuk ke lobang memekku dan bermain-main di dalamnya. Cairan-cairan tampak semakin membanjiri liang memekku. Sementara jari Budi kelihatannya lebih tertarik dengan kemulusan pahaku. Tangan Budi semakin berani untuk mengelus-elus pahaku. Aku biarkan kenikmatan ini berlangsung.
“Aaa.. duh… Eee.. nak.. sekali! Nik.. mat… Terr.. us…” aku merintih.
Anak-anak ini agak lama memainkan memek beserta pahaku. Sungguh mereka memberiku kenikmatan yang hebat. Aku hanya bisa menggigit bibir bawahku tanpa bisa berkata-kata hanya rintihan dan nafas yang tersengal-sengal.
Akhirnya aku mendirong mereka aku bangkit dan menghampiri mereka yang berdiri di tepi ranjang.
Aku berjongkok dihadapan mereka sambil kedua tanganku memegang diiringi dengan remasan-remasan kecil pada kontol mereka. Aku mendekatkan wajahku pada kontol Gilang, kemudian aku kulum dan jilati kepala kontol muda ini. Tampak kedua lutut Gilang tergetar. Aku masukkan seluruh batang kontol itu kedalam mulutku dan aku membuat gerakan maju mundur. Tangan Gilang mencengkeram erat kepalaku. Sementara tanganku yang satu mengocok-kocok kontol Budi.
“Kak Ellaaa.. Akuuu.. ma.. u.. ken.. cing…” Gilang merintih.
Tampaknya anak ini akan orgasme, tentu aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi karena aku masih ingin permainan ini berlanjut. Kemudian aku beralih pada kontol Budi. Tampak kontol ini agak lebih besar dari kepunyaan Gilang. Aku mulai jilati dari pangkal sampai pada ujungnya, lidahku menari di kepala kontol Budi. Aku tusuk-tusuk kecil lobang kencing Budi kemudian aku masukkan seluruh batang kontol Budi. Jambakan rambut Budi kencang sekali ketika aku semakin mempercepat kulumanku.
“Kaaakkk.. a.. ku.. ju.. ga.. mo.. ken.. cing.. nih…” Budi merintih.
Aku hentikan kulumanku pada kontol mereka, kemudian aku bangkit dan naik ke atas ranjang lalu aku kangkangkan kakiku lebar-lebar sehingga memekku terbuka lebar.
“Siapa duluan yang mau tititnya dimasukkan ke sini?” aku berkata sambil tanganku menunjuk ke lubang memekku yang sudah nampak basah kuyup.
Mereka berpandangan, tampaknya membuat persetujuan. Dan akhirnya Gilang duluan yang akan menusukku. Gilang naik ke atas ranjang dan mengangkangiku tampak kontol yang tegang mengkilat siap menusuk lubang memek wanita yang pantas menjadi kakaknya. Aku tuntun kontol Gilang masuk ke lubang kenikmatanku. Aku membiarkan pria muda ini melepas keperjakaannya oleh memekku. Dan ‘bless’, batang kontol Gilang amblas ke dalam memekku.
“Aaaah …” aku mendesis.
“Masukkan.. Le.. bih.. da.. lam lagi.. dan genjot..” aku memberi perintah.
“Iyaaaa.. Kak Ella!! Eee.. naak.. bangeeeettt…” Gilang berkata.
Aku hanya bisa mendesah sambil menggigit bibir bagian bawahku. Tampaknya Gilang cepat memahami perkataanku dia memompa wanita yang lebih dewasa yang ada dibawahnya dengan seksama. Genjotannya semakin lama semakin cepat. Budi yang menunggu giliran hanya tertegun dengan permainan kami. Genjotan Gilang kian cepat aku imbangi dengan goyanganku. Dan tampaknya hal ini membuat Gilang tidak kuat lagi menahan sperma yang akan keluar.
Dan akhirnya “Akuuu.. mau.. ken.. cing.. la.. gi! Udah gak.. ta.. han.. la.. gi..” Gilang setengah berteriak.
Kakiku aku lipat menahan pantat Gilang. Dia merangkul erat tubuhku dan ‘creet.. creet…’ cairan hangat membanjiri liang kewanitaanku. Gilang terkulai lemas diatas tubuhku, butiran-butiran keringat keluar dari sekujur tubuhnya.
“Enaaaak bangeettt Kak….” Gilang berkata penuh kepuasan.
“Iya… tapi sekarang gantian Budi ding…” aku berkata.
Gilang mencabut kontolnya yang sudah agak mengempis dan terkapar lemas disampingku.
“Budi sekarang giliranmu yah…” aku berkata kepada Budi .
“Kamu tusuk Kakak dari belakang ya…” aku memberi arahan kepadanya.
Kemudian aku mengambil posisi menungging sehingga memekku pada posisi yang menantang. Budi naik ke atas ranjang dan bersiap menusuk dari belakang. Dan kontol anak yang kedua memasuki lobang kenikmatanku yang seharusnya belum boleh dia rasakan seiring dengan melayangnya keperjakaan dia.
Tampaknya Budi sudah agak bisa menggerakkan tubuhnya dengan benar dari dia melihat permainan Gilang. Budi menggerakkan maju mundur pantatnya. Aku sambut dengan goyangan erotisku. Semakin lama gerakan Budi tidak teratur semakin cepat dan tampaknya puncak kenikmatan akan segera diraih oleh anak ini.
“Enaaaaaaaaaaak Kak…” Budi berteriak nikmat.
Dan akhirnya dengan memeluk erat tubuhku dari belakang sambil meremas susuku Budi mengeluarkan spermanya. Lubang memekku terasa hangat setelah diisi sperma kedua anak ini. Budi juga terkapar disampingku. Dua anak ini terkapar lemas setelah memasuki dunia kenikmatan.
Walaupun aku belum sempat orgasme, namun sensasi yang aku dapatkan cukup membuat aku puas. Aku bangkit dan berjalan ke dapur tanpa berpakaian untuk membuatkan sirup dingin, agar tenaga mereka pulih. Setelah berpakaian dan selesai minum mereka minta ijin untuk pulang.
“Gilang, Budi kalian boleh pulang tapi jangan cerita kepada siapa-siapa tentang semua ini, kalian boleh minta lagi kapan saja asal waktu dan tempat memungkinkan…” aku berkata kemudian mencium bibir kedua anak itu.
“Iya Kak…!” sahut mereka hampir bersamaan.
Setelah mereka berdua pergi, satu sisi diriku bertanya-tanya, mengapa aku bisa bertindak seperti ini. Namun sisi lain diriku merasa puas karena berhasil menggoda dua orang anak yang masih polos. Aku juga sangat menikmati menggunakan tubuhku untuk merangsang dan menguasai kedua anak tersebut.
Aku juga senang bisa membuat keduanya lepas kendali dan jatuh dalam pelukan birahi. Namun sampai saat ini, aku tidak pernah melihat keberadaan mereka lagi. Tapi aku juga tidak akan pernah lupa dengan mereka. Karena kedua anak itu dapat memberikan kepuasan dan sensasi yang berbeda.
Read more ...