Tampilkan postingan dengan label cerita mesum terbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita mesum terbaru. Tampilkan semua postingan

Cerita Dewasa Lendir yang Gurih dan Wangi

Cerita Sex Ngentot, Cerita Mesum bergambar, cerita Dewasa Terbaru, cerita mesum Hot, cerita ngentot memek, cerita memek china, cerita gadis china hot | Cerita Sex Lendir yang Gurih dan Wangi, Aku bisa bertemu dengan seorang wanita china disebuah mall di mana saat itu dia sedang bertugas sebagai marketing tugasnya menawarkan produk produk buat investasi, dia terlihat cantik, imut dengan warna kulit yang putih mata sipit dan berambut sebahu , ku perhatikan dia mungkin masih masa masa Anak Baru Gede kira kira umurnya masih diantara 20 an tahun. cerita ngentot hot, ngentot memek china, mesum selakangan cewek china.
Saat aku lewat di depan dia pertama aku tak simpati tapi saat aku perhatikan dari atas sampai ke bawah hmm hmm aku hanya bisa mengecap ngecap , kulihat pahanya yang sangat mulus saat dia memakai rok mini membuat dedekku berdiri.
Kita berkenalan dan dia berkata “tolong banutin mei ko” soalnya aku belum mendatap custumor hari ini ya ya ya , p[intanya karena dia meminta aku pun tak bisa menolaknya dari situ aku bisa meminta nomer handphone nya dan aku jadi membeli produk yang di tawarkan oleh dia.

Cerita Dewasa Lendir yang Gurih dan Wangi

Cerita Mesum Lendir yang Gurih dan Wangi
Cerita Sex Terbaru – Transaksi itu menjadi awal keakraban aku dengan miss Mei…saking akrabnya jadi mirip TTM…but without sex ..sampai……
SETAHUN KEMUDIAN….
…. tui…tui..tui…ringtone hape aku bunyi , dari Miss Mei..
“ Koko…ni hao..(apa Kabar)..”
“…fei zhang hao ..(baik baik saja) ..ada apa Mei…”
“ Ko…tolong dong…omset Mei masih kurang nih…nambain ya..ko “
“ …waduh…Mei koko khan udah tiga kali nambah…”
“….ah..Koko khan masih banyak dana ngangur…please bantu Mei…ntar Mei kasi bonus deh…”
“..bonusnya apa Mei…”
“…ada deh ko…jadi ya …tambahin”
“ ..oke deh koko bantu…bonusnya kapan .”
“…nanti Mei …bel koko lagi..”
SEMINGGU YANG LALU…..
Cerita Ngentot Lendir yang Gurih dan Wangi
…. tui…tui..tuit…ringtone hape aku bunyi , dari Miss Mei…
“… Koko…ni hao….sore nih bisa jemput Mei nga…Mei mo kasi bonus nih..”
“..Wah..nga bisa Mei…sore ini sudah janji mo nganter laubo(istri)….”
“… Jadi Kapan Mei bisa ketemu Koko….”
“….Kalau sore koko nga bisa Mei…nanti susah jelasin sama laubo(istri)..gimana besok siang pas lagi istirahat kantor “.
“…ya..deh ko…jemput Mei ya ….”
“…oke Mei..tunggu aja…”
KEMARIN JADI HARI… H-NYA…..
Cerita Dewasa Lendir yang Gurih dan Wangi
Sesuai deal kemarin siang itu aku tancap gas mobil agak ngebut untuk jemput miss Mei…. Sepanjang jalan aku berpikir apa ya bonusnya…
Sesudah muter-muter bentar kita mampir makan siang di seputaran Jl.Rajawali, lalu aku tanya sama Mei :
“…kita mo kemana Mei….???” Tanyaku saat Mei udah disampingku dalam mobil.
Miss Mei …senyum-senyum padaku matannya menatap nakal :
“…Kalau Koko nga keberatan ….kita ke tempat kos Mei aja….”
“…tempat kos…?? rame nga ….??” Aku bertanya bingung..
“..nga kok Koko…kalau siang begini ..sepi..”
“…ya..okelah..”
Cerita Sex Lendir yang Gurih dan Wangi
Terus mobilku meluncur ketempat kosnya Miss Mei masih dibilangan daerah Rajawali…..tempat kosnya lumayan elit, sesampainya ditempat kos, Mei langsung ngajak aku ke kamarnya yang terletak di ujung lantai 2, kamarnya bersih & harus khas kamar cewek, lumayan luas,ada kamar mandi didalam.
“..Koko …tunggu bentar ya… Mei.. mo…bilas muka dan salin.”
Miss Mei kemudian masuk ke bilik kamar mandi….tak lama kemudian ..dia keluar
Astaga…..! jantungku berdegup kencang….dia ternyata bersalin pake baju tanktop putih tipis plus celana legging hotpants….sehingga menampakkan lengan dan pahanya yang putih mulus.
wah…wah…sexynya luar..biasa…
Aku masih terbengong-bengong ketika Mei duduk merapat denganku, jemarinya kemudian mengusap-usap dadaku…lalu mulai mencopoti kancing-kancing bajuku
“…Mei…kamu…???” aku masih kaget plus bingung.
“…ssstttt…ko…katanya mo bonus…sudah koko enjoy aja…” dia berbisik
…oh my god…disodori makhluk begini mulus dan sexy…aku ne lelaki normal bagaimana mungkin bisa nolak…
Jari jemari Mei menari-nari didadaku yang sdh terbuka…trus turun mengusap-usap areal penisdari celanaku dan dengan lembut dia menarik lepas reslitingnya…lalu tau-tau aku sudah cuma tinggal pake cd aja….lalu beberapa menit kemudian kami udah sama-sama polos…los…los…los
Aku jadi horni berat…miss Mei aku peluk …bibirnya aku lumat habis-habisan sampai dia terengah-engah….tanganku tidak tinggal diam..jemari ku mulai mengelus-ngelus bokong dan areal paha luar dalamnya sambil menikmati juga elusan Mei di areal penisaku yang sekarang ne sudah berdiri kokoh.
Aku membaringkan Mei yang udah polos ke ranjang kosnya….mulailah basic instink aku yang bekerja..jemariku terus mengelus-elus paha mulusnya…lalu memek nya…terus pahanya …terus memek nya..lagi…
Sudah..tuh aku ganti pake ciuman-ciuman liar penuh nafsu ..mulai lumatan pada bibirnya …turun ke leher… trus ke..toketnya yang putih mulus dengan pentil kecil merah kecoklatan..aku jilati puting toketnya…
“…ah..ah..ah..Koko…enak sekali Ko….ah…..terusin….” Mei mendesah .
Mendengar desahannya …aku tambah semangat kali ne ciumanku meluncur turun kearah pusarnya… lidahku bermain-main bentar disana…trus luncur lagi ke pangkal pahanya…kali ini..lidahku menari-nari di areal memeknya.
Agak lama lidahku bermain aku merasa memek Mei suda basah berlendir..gurih..wangi.
Mei tambah horni…tubuhnya bergetar hebat tangannya menekan-nekan belakang kepalaku seakan tak rela kehilangan kenikmatan…dan tak lama kemudian :
“…ah..ah..ah..Koko…Koko….Mei….ahh…Mei..Ahhh mo nyampe…..
Ko….ahh…..terusin….ahhh….Mei..nyampe….” Mei mendesah terputus-putus rupanya dia sudah dapet big-O nya……
Sekarang giliran Mei yang pegang kendali, aku terlentang di bawah …Mei membalas persis sama dengan yang tadi aku lakukan padanya….aduh..luar biasa, penisku tambah berdenyut-denyut…waktu dia mem-BJ-nya….jago sekali ..BJ-nya nga kena gigi..trus biji-bijinya juga dijilatin……pokoknya aku terangsang hebat….hampir aja ngecrot…ketika Mei menghentikan aksinya…
“…ahh..Mei Kok berenti..seh…? aku protes..
“…..maaf Ko..Mei nga suka belepotan peju .…? dia menjelaskan..
Ya…sudah….apa boleh buat…Mei kemudian mendekatkan wajahnya padaku ..kembali kami saling melumat bibir dengan nafsu membara.
Dengan posisi WOT Mei kemudian mengarahkan penis aku ke bibir memeknya.
digosok-gosok sebentar…sejurus kemudian penis aku sudah terbenam habis dalam memeknya….aduh…duh….nikmat sekali…memeknya peret abis…..aku benar-benar menikmati sensasi gesekan penisdalam memeknya.
Lama juga dalam posisi ini…hampir lima belas menitan ..aku memang sangat suka posisi ini …jadi aku…terlentang aja terus.
“…ah..ah..ah..Koko…Koko….ahh…Mei..Ahhh mo nyampe….lagi……”
Mei kembali mendesah hebat rupanya dia sudah dapet big-O nya yang kedua……
Aku juga nga tahan lagi..mr.P-ku berdenyut-denyut keras….
“…ahhh..ahhhh …tunggu…Koko….ahh…Mei..Ahhh mo nyampe juga….ahhh”
Akhirnya…dengan bersimbah peluh, tubuhku bergetar ….lalu ngecrot-lah penisdalam memeknya……aduh…luar biasa nikmat…..cerita sex terbaru 2017, cerita dewasa, cerita mesum terbaru, cerita sex mesum, cerita mesum 18, cerita mesum baru, cerita mesum terkini, cerita mesum 17, cerita mesum terhot, koleksi cerita mesum, mesum cerita 2017
Read more ...

Cerita Dewasa Anak Sekolah dalam Kelas

Cerita Mesum Terbaru, Cerita Sex Siswi Sekolah, Cerita ngentot ABG, cerita mesum anak sekolah, cerita sex hot, cerita hot ABG, cerita ngentot dalam kelas, kumpulan cerita ABG ngentot |  Cerita Ngentot Anak Sekolah dalam Kelas, Aku masih sekolah SMA dan kegiatanku jika selesai sekolah adalah ekstrakulikuler sebagai cheerleader, sering di sekolahku mengadakan lomba dimana sebagai team cheerleader harus siap tampil seksi dan minim di semua hadapan dan tentunya adalah mendukung team dari sekolahku, suatu hari di sekolahku ada pertandaingan basket yang mana team cheerleader menari nari tandanya sudah di buka pertandingannya. cerita ABG ngentot. kumpulan cerita ABG ngentot, cerita hot ngentot, cerita nyata ABG ngentot,
Sampai lupa memperkenalkan diri perkenalkan namaku lena, lanjut cerita tadi saat di pertengahan pertandingan team cadangan yang di ketahui namanya Dika mengamati aku terus dari bangku cadangannya sambil lempar senyum , saat selesai babak pertama dia menghampiriku dan mengajak kenalan denganku di sebuah kantin.

Cerita Dewasa Anak Sekolah dalam Kelas

Cerita Dewasa Anak Sekolah dalam Kelas
Cerita Sex ABG – Setelah kami berkenalan, Setelah tidak berapa lama, tiba-tiba dia berbisik di telinga saya, katanya, “Kamu cantik sekali deh Lenta..”, sambil matanya tertuju pada belahan dada saya. Muka saya langsung merah, kaget dan dadaku berdetak kencang. Tiba-tiba terdengar suara “Pritt…!”, tanda bahwa babak ke-2 akan dimulai, saya langsung mengajaknya balik ke lapangan.
Dalam perjalanan ke lapangan, kami melewati kelas-kelas kosong. Tiba-tiba dia menarik tanganku masuk ke dalam kelas 3 Fis 1, lalu dia langsung menutup pintu. Saya langsung bertanya padanya,
” Ada apa Dika…, babak ke-2 sudah mau mulai nih…, kamu tidak takut dicariin pelatih kamu?”.
Dia tidak membalas pertanyaanku, melainkan langsung memelukku dari belakang, dan dia berbisik lagi padaku, “Badan kamu bagus sekali ya Len..”.
Saya tidak bisa berbuat apa-apa selain berbalik badan dan menatap matanya serta tersenyum padanya.
Dia langsung mencium bibirku dan saya yang belum pernah berciuman dengan cowok, tidak bisa berbuat apa-apa selain membiarkan lidahnya masuk ke dalam mulutku. Setelah kira-kira 5 menit bercumbu, mulai tangannya meraba dan meremas dadaku.
Cerita Sex Anak Sekolah dalam Kelas
Saya pasrah saja padanya, karena terus terang saya belum pernah merasakan kenikmatan seperti ini. Tangannya masuk ke dalam baju cheers no.3-ku, dan mulai memainkan puting payudaraku, lalu dia menyingkapkan bajuku dan melepaskan rokku hingga saya tinggal mengenakan BH dan celana dalam saja.
Lalu ia membuka baju basket dan celananya, sehingga ia hanya mengenakan celana dalam saja. Tampak jelas di depanku bahwa “kontol”-nya sudah tegang di balik celana dalamnya. Ia memegang tanganku dan menuntun tanganku ke dalam celana dalamnya.
Saya merasakan “kontol”-nya yang besar dan tegang itu dan ia memintaku untuk meremas-remas kontolnya. Ia memaksaku untuk membuka celana dalamnya, setelah saya membuka celana dalamnya, tampak jelas kontolnya yang sudah ereksi. Besar juga pikirku, hampir sejengkal tanganku kira-kira panjangnya.
Cerita Mesum Anak Sekolah dalam Kelas
Baru kali ini saya melihat kemaluan cowok secara langsung, biasanya saya hanya melihat dari film biru saja kalau saya diajak nonton oleh teman-teman dekatku. Ketika saya masih terpana melihat kontolnya, dia melepas BH dan celana dalamku, tentu saja dengan sedikit bantuanku.
Setelah ia menyingkirkan pakaian dalamku, badannya yang tinggi dan atletis layaknya sebagai seorang pemain basket itu, menindih badanku di atas meja kelas dan ia mulai menjilati puting payudaraku sampai saya benar-benar menggeliat keenakan, kurasakan basah pada bibir kemaluanku, saya baru tahu bahwa inilah yang akan terjadi padaku kalau saya benar-benar terangsang.
Lalu tangannya yang kekar itu mulai meraba bibir kemaluanku dan mulai memainkan clitorisku sambil sesekali mencubitnya. Saya yang benar-benar terangsang tidak bisa berbuat apa-apa selain mendesah dan menggeliat di atas meja.
Cukup lama ia memainkan tangannya di kemaluanku, lalu ia mulai menjilati bibir bagian bawah kemaluanku dengan nafsunya, tangan kanannya masih memainkan clitorisku. Tidak lama saya bertahan pada permainannya itu, kira-kira 5 menit kemudian, saya merasakan darahku naik ke ubun-ubun dan saya merasakan sesuatu kenikmatan yang sangat luar biasa, badanku meregang dan saya merasakan cairan hangat mengalir dari liang kemaluanku,
Cerita Ngentot Anak Sekolah dalam Kelas
Dika tanpa ragu menjilati cairan yang keluar sedikit demi sedikit itu dengan nafsunya sampai hanya air liurnya saja yang membasahi kemaluanku. Badanku terasa lemas sekali, lalu Dika duduk di pinggir meja dan memandangi wajahku yang sudah basah bermandikan keringat.
Ia berkata padaku sambil tersenyum, “Kamu kelihatan capek banget ya Len…”. Saya hanya tersenyum.
Dia mengambil baju basketnya dan mengelap cucuran keringat pada wajahku, saya benar-benar kagum padanya,
“Baik banget nih cowo”, pikirku. Seperti sudah mengerti, saya jongkok di hadapannya, lalu mulai mengelus-ngelus kontolnya, sambil sesekali menjilati dan menciuminya, saya juga tidak tahu bagaimana saya bisa bereaksi seperti itu, yang ada di pikiranku hanya membalas perbuatannya padaku, dan cara yang kulakukan ini pernah kulihat dari salah satu film yang pernah kutonton.
Dika hanya meregangkan badannya ke belakang sambil mengeluarkan suara-suara yang malah makin membuatku ingin memasukkan kontolnya ke dalam mulutku, tidak berapa lama kemudian saya memegang pangkal kemaluannya itu dan mulai mengarahkannya masuk ke dalam mulutku, terasa benar ujung kontolnya itu menyentuh dinding tenggorokanku ketika hampir semua bagian batang kemaluannya masuk ke dalam mulutku, lalu saya mulai memainkan kontolnya di dalam mulutku, terasa benar kemaluanku mulai mengeluarkan cairan basah lagi, tanda kalau saya sudah benar-benar terangsang padanya.
Kira-kira 5 menit saya melakukan oral seks pada Dika, tiba-tiba badan Dika yang sudah basah dengan keringat itu mulai bergoyang-goyang keras sambil ia berkata, “aarghh…, Saya udah gak tahan lagi nih Len…, Saya mau keluarr…”.
Saya yang tidak benar-benar memerhatikan omongannya itu masih saja terus memainkan kontolnya, sampai kurasakan cairan hangat kental putih dan agak asin keluar dari lubang kemaluan Dika, saya langsung mengeluarkan kontolnya itu dan seperti kesetanan, saya malah menelan cairan spermanya, dan malah menghisap kontolnya sampai cairan spermanya benar-benar habis.
Saya duduk sebentar di bangku kelas, dan kuperhatikan Dika yang tiduran di meja sambil mencoba memelankan irama nafasnya yang terengah-engah.
Saya hanya tersenyum padanya, lalu Dika bangun dan menghampiriku, Dia juga hanya tersenyum padaku. Cukup lama kami berpandangan dengan keadaan bugil dan basah berkeringat.
“Kamu cantik dan baik banget Len”, katanya tiba-tiba. Saya hanya tertawa kecil dan mulai mencium bibirnya. Dika membalas dengan nafsu sambil memasukkan tangannya ke dalam lubang kemaluanku. Cukup lama kami bercumbu, lalu ia berkata, “Len…, boleh nggak Saya emm…, itumu…”.
“Itu apa Dik?”, tanya saya.
“Itu…, masa kamu gak tahu sih?”, balasnya lagi.
sebelum saya menjawab, saya merasakan kepala batang kemaluannya sudah menyentuh bibir kemaluanku.
“Crestt.., creest”, terasa ada yang robek dalam kemaluanku dan sedikit darah keluar.
Kemudian Dika berkata,
“Len kamu ternyata masih perawan!”, saya hanya bisa tersenyum dan merasakan sedikit perih di kemaluanku terasa agak serat waktu setengah kemaluannya masuk ke memekku. Digerak-gerakan perlahan batang kemaluannya yang besar tapi setelah agak lama entah mengapa rasa sakit itu hilang dan yang ada hanya ada rasa geli, nikmat dan nikmat ketika Dika menggoyangkan badannya maju mundur pelan-pelan saya tidak tahan lagi seraya mendesah kecil keenakan.
Kemudian semakin cepat saja Dika memainkan jurusnya yang maju mundur sesekali menggoyangnya ke kiri ke kanan, dan dipuntir-puntir putingku yang pink yang semakin membuatku menggelepar-gelepar seperti ikan yang dilempar ke daratan.
Keringat sudah membasahi badan kita berdua. Saya sadari kalau saat itu tindakan kita berdua bisa saja dipergoki orang, tapi saya rasa kemungkinanya kecil karena kelas itu agak terpencil.
“Ahh…, ahh…, ahh”, saya mendesah dengan suara kecil karena takut kedengaran orang lain. Kulihat wajah Dika yang menutup matanya dan terenggah-engah nafasnya.
Cukup lama juga Dika bermain denganku, memang benar kata orang kalau atlet itu kuat dalam bersenggama.
“Ahh…, aww…, aww”, geli dalam lubang kemaluanku tidak tertahankan. Tiba-tiba kurasakan sesuatu yang lain yang belum pernah kurasakan, cairan hangat kurasakan keluar dari dalam memekku.
Oh, itu mungkin yang kata orang orgasme pikirku. Badanku terasa rileks sekali dan mengejang. Mulutku ditutup oleh Dika mungkin ia takut kalau saya mendesah terlalu keras. Meja kelas yang agak tua itu bergoyang-goyang karena ulah kita berdua.
Saya masih merasakan bagaimana Dika berusaha untuk mencapai puncak orgasmenya, lalu ia duduk di bangku dan menyuruhku untuk duduk di kemaluannya. Saya menurut saja dan pelan-pelan saya duduk di kemaluannya. Dika memegang pinggulku dan menaik-turunkan diriku. Saya belum pernah saya merasakan kenikmatan yang seperti ini.
Saya mendesah-desah dan Dika semakin semangat menaik-turunkan diriku. Lalu badan Dika mengejang dan berkata,
“Len saya mau keluarr”, sekarang malah giliranku yang semangat memacu gerakan tubuhku agar Dika bisa juga mencapai klimaksnya, tapi lama Dika mengeluarkan kontolnya dan terdengar ia mendesah panjang,
“Ahh Len…, Saya keluar”. Kulihat air maninya berceceran di lantai dan sebagian ada yang di meja. Lalu kami berdua duduk lemas dengan saling berpandangan. Ia berkata,
“Kamu nyesel yah Len?”, saya menggeleng sambil berkata,
“Nggak kok Dik…, sekalian buat pengalaman bagiku.”
Saya teringat kalau orang-orang di luar kelas sangat banyak yang menonton pertandingan, lalu saya buru-buru mengenakan pakaian dan menyuruh Dika juga untuk memasang pakaiannya. Sebelum keluar dia bertanya padaku,
“Len kapan kita bisa ‘begituan’ lagi?”, dan saya menjawab “Terserah kamu Dik”.
“Tapi nanti setelah pertandingan selesai kamu tunggu Saya yah di pintu gerbang lalu nanti kita jalan jalan..”, Ia tersenyum dan mengangguk lalu kami berdua keluar kelas dan sengaja berpisah.
Read more ...

Cerita Cara Dewasa Kisah Mesum, Dina dibuat Klimaks

Cerita Sex Indonesia, Cerita Mesum Terbaru, cerita hot masa kini, Cerita ngentot teman kerja, cerita seks bergambar 2017, Kisah Mesum, Dina dibuat Klimaks – Aku memiliki jiwa yang supel dimana dalam keseharian aku bertemu banyak orang orang yang baru, di tempat aku bekerja ada salah satu teman wanita tentunya yang menarik mataku, panggil saja dia Dina dia juga sama seperti diriku orangnya supel mudah bergaul , makanya dia di letakkan di bagian marketing.
Beda dengan aku dan Dina dia sudah menikah baru tahun kemarin kalau aku si belum menikah di usiaku yang sudah menginjak ke kepala 3, tapi Dina masih sama seperti yang dulu dia tetap anggun dan cantik tambah supel lagi, Dina terlihat cantik jika memakai blazer pahanya yang putih terlihat dengan memakai rok mini ditunjang warna kulitnya yang putih juga serta ukuran buah dadanya itu yang bisa di katakan besar, senyumnya yang menawan, tidak mengherankan bila menjadi perhatian para lelaki.

Cerita Sex Dina dibuat Klimaks

Kisah Sex, Dina dibuat Klimaks
Kedekatan diriku dengan Dina berawal sejak dia bekerja pada bagian yang sama denganku 3 tahun yang lalu. Sejak dia pindah bagian (lantai berbeda walaupun dalam satu gedung) dan menikah, saya jadi jarang sekali bertemu. Paling hanya berbicara melalui telpon atau saling kirim email.
Kami sering bercakap-cakap mengenai kantor dan kadang-kadang menjurus ke hal yang pribadi. Karena Dina kadang-kadang berkeluh kesah mengenai masalah-masalah kantor, yang sering membuat pikirannya cemas.
Dan hal itu terbawa dalam keluarga. Rasa cemas Dina terkadang memang berlebihan, yang membuat sampai awal tahun 2004 ini belum ada tanda-tanda bahwa dirinya hamil.
Setiap ada anggota keluarga atau temannya yang bertanya mengenai hal itu, menambah gundah dirinya. Segala upaya termasuk konsultasi kepada dokter sudah dilakukan, tetapi hasilnya tetap nihil.
Kisah Dewasa, Dina dibuat Klimaks
Rasa cemas dan bersalah timbul pada diri Dina, karena selalu menjadi bahan pertanyaan khususnya dari pihak keluarga. saya sering kali memberi semangat dan dukungan kepadanya untuk selalu belajar menerema apa adanya dalam situasi apapun.
Bila ada sesuatu pikiran yang membuat gundah Dina, saya selalu dapat membuat dirinya lupa dengan masalahnya. saya selalu dapat membuat dirinya tertawa, dan terus tertawa. Pernah suatu ketika, Dina tertawa sampai berlutut dilantai sambil memegang perutnya karena tertawa sampai keluar air mata dan sakit perut!!
Pada suatu hari (aku lupa persisnya) minggu ke 2 di bulan Februari 2004 yang lalu, Dina menelponku melalui HP. Pada saat itu saya baru saja sampai di rumah, setelah seharian bekerja.
“Haloo Diniiii.. Lagi dimana lu? Tumben nih malem-malem nelpon, hehehehe..” kataku kemudian.
Kisah Ngentot, Dina dibuat Klimaks
“Lagi di rumaah. Lagi bengong-bengong, laper and cuapek buanget nih, tadi sayaada meeting di Kuningan (jalan kuningan-Jakarta) dari siang, lu sendiri masih dikantor?” kata Dina kemudian.
“Nggak laah, baru aja sampai di rumah. Eh, lu dirumah bengang-bengong ngapain sih? Emang di rumah lu kaga ada beras, sampai kelaperan gituh?” candaku kemudian.
Disana Dina terdengar tertawa renyah sekali,
“Hehehehe.. Emang benar-benar nih anak!! sayacapek karena kerja! Terus belum sempet makan dari pulang kantor!!”
“Ooo, gitu. sayakira lu capek karena jalan kaki dari kuningan ke rumah!” kataku kemudian.
“Eee, enak aja!! Ntar betis sayabesar sebelah gemana?”
“Lhaa kan, tadi sayabilang jalan kaki, bukan ngangkat sebelah kaki terus loncat-loncat? Kenapa betis lu bisa besar sebelah?”
Disana Dina hanya bisa tertawa, mendengar kata-kataku tadi.
Kisah Mesum, Dina dibuat Klimaks
“Sudah lu istirahat dulu Din, jangan lupa makan, mandi biar wangi. Seharian kan sudah kerja, capek, ntar kalau lu dikerjain ama laki lu gemana, sementara sekarang aja lu masih capek?” saya bicara seenaknya saja sambil meneguk minuman juice sparkling kesukaanku.
“Kalau itu mah laeen.. saya enjoy aja!! Nggak usah mandi dulu laki sayajuga tetep nempel. Lagian sekarang laki sayang gak ada, kok. Lagi ke Australia..” kata Dina kemudian.
“Ke Autralia? Wah, enak amat! Gini hari jalan-jalan kesono sendirian, lu kok kaga ikut? Ngapain Din, beli kangguru ya?” tanyaku seenaknya.
“Eh, ni anak dodol amat sih!! Urusan kantornya lah!!” kata Dina sengit, sementara saya hanya cekikikan mendengar Dina berkata sengit kepadaku.
“So anyway, seperti pertanyaan sayatadi, lu tumben Din, malem-malem gini telpon. Baru kali ini kan?” tanyaku.
“Iya, sayamau ngobrol aja ama lu. Abis disini sepi.. nggak ada yang bisa diajak ngomong” lalu Dina menceritakan apa-apa saja yang menjadi pembicaraan dalam meeting tadi.
Seperti biasa, saya diminta pendapat dalam masalah kantor yang sedang ditangani, dalam sudut pandang saya tentunya.
Tak terasa, kami berbicara sudah satu setengah jam yang kemudian kami berniat mengakhiri, dan berjanji akan di teruskan esok harinya di kantor. Sebelum saya menutup telpon, tiba-tiba Dina menanyakan sesuatu kepadaku,
“Eh, saya mau tanya dikit dong, boleh nggak? Tapi kalau lu nggak mau jawab, nggak apa-apa..”
“Apa?” tanyaku kemudian.
“Maaf Wan, kalau saya boleh tanya, Hmmm.. Lu pernah ML nggak?”.
Mendengar pertanyaan seperti itu saya sedikit kaget, karena walaupun pembicaraan saya dan Dina selalu apa adanya dan kadang bersifat pribadi, tapi belum pernah seperti ini.
“Ngg, pernah.. Kenapa Din?” tanyaku ingin tahu.
“Nggak, cuma tanya doang.. Lu pertama kali ML kapan, pasti ama cewe lu yah?” tanya Dina.
“Aqu pertama kali ML waktu SMA, sama teman bukan ama cewe aqu, lu sendiri kapan?”
Mendengar jawaban ku tadi Dina langsung berkata,
“Aqu sih, waktu kuliah. Itu juga setelah TA, sama Randy (suaminya). Rasanya gemana Wan, ML pertama kali?” tanya Dina.
“Lhaah, lu sendiri waktu ML pertama kali gemana?”.
“Awalnya sih, sakit. Tapi enak juga.. Hehehe. Abis Waktu itu Randy buru-buru amat. Maklum waktu itu kami takut ketauan..”.
“Emang lu ML dimana, di kantor RW?”
“Hahaha, nggak lah!! sayalakuin di ruang tamu rumah sayasendiri. Waktu itu lagi nggak ada orang lain. Pembantu sayajuga lagi keluar rumah”
“Wah, ternyata waktu sayake rumah lu kemarin, sayanggak sangka duduk di sofa yang pernah digunain untuk perang antar kelamin..”
Dina hanya tertawa mendengar celotehanku itu. Kemudian kami saling bercerita mengenai pengalaman kami masing-masing, sampai dengan masalah posisi yang paling disukai dan yang tidak disukai dalam berhubungan intim.
Kami juga sama-sama bercerita kalau kadang-kadang melakukan masturbasi apabila keinginan sudah menggebu dan tidak tertahankan.
“Wah, Wan.. kalau lu abis mastur, jangan dibuang sembarangan dong, kasiankan, anak lu pada teriak-teriak di got. Mending lu bungkus terus kirim ke sayaaja, kali-kali bermanfaat”
“Emang lu mau sperma aqu, bawanya gemana? Dibungkus? Kaya bawa nasi rendang! Kirim lewat apa dong? Mending langsung tuang ke lu langsung. Praktis dan nyaman, hehehehe”.
“Week, mengharap amat! Lu yang nyaman, tapi sayayang nggak aman!! Nggak, sayacuma mau sperma lu aja” celetuk Dina dengan sengit.
“Sudah ah, sayamau mandi dulu terus tidur, besok kita kan masih kerja..” kata Dina kemudian. Setelah itu kami sama-sama berpamitan untuk menutup telpon.
TGF (Thanks God is Friday), hari itu saya melakukan seperti biasanya. Walaupun saya terasa mengantuk, tapi saya senang dan bekerja dengan semangat sekali karena besok dan lusa libur. Seperti janji semalam, saya makan siang dengan Dina untuk melanjutkan pembicaraan masalah kantor yang sedang dihadapinya. saya dan Dinapun berangkat bersama, menuju restoran yang menyajikan masakan Thailand di bilangan Jakarta Selatan.
Sepanjang perjalanan dan di tempat tujuan pembicaraan kami hanya berkisar masalah pekerjaan yang serius, sekali-kali bercanda dan tertawa. Tidak ada satupun topik yang mengungkit-ungkit pembicaraan akhir di telepon semalam.
Sampai pada saat kami diperjalanan pulang, kami hanya diam seribu bahasa. Mungkin karena Dina masih mengingat pembicaraan yang tadi dibicarakan. Kalau saya sih, sedang mengingat-ingat rencana apa yang akan dilakukan liburan nanti.
Entah apa yang ada di benak Dina, mungkin pusing liat kemacetan lalu lintas yang sedang dihadapi, maklum dia yang jadi sopir. Sementara saya bersantai-ria disampingnya sambil mendengarkan lagu slow R&B.
“Kenapa sih, kok ngelirik sayaterus?” kata saya tiba-tiba, karena saya perhatikan dari sudut mataku, Dina sering melirik ke arah saya.
“Ge-Er aja sih lu? sayacuma liatin jalan, bukan liat lu! Jalan kan macet, jadi sayabingung mau ambil arah mana?” celetuk Dina.
“Weleh, muka liat jalan, kok biji mata lu ke arah aqu? Emang, tampang sayakaya pengamen yah?”. Dina tertawa mendengar celotehan saya tadi.
Kemudian dia berkata,
“Wan, lu benar mau kirimin ke aqu?”.
“Kirimin apa sih?”.
“Itu-tu, .. Pembicaraan kita semalem..” kata Dina.
“Tentang mastur..”
Aku langsung memalingkan wajahku ke Dina, bingung
“Mastur? Ooo, yang itu. Emang kenapa sih Din? Lu emang ingin benih aqu?”.
“Sebenernya bukan itu, sayacuma ingin punya anak doang. Cuma sayabingung harus gemana?”
“Mungkin sekarang belum rezeki lu, kali Din. Lu jangan nyerah gitu donk! Suatu saat nanti, kalau rezeki lu sudah dateng, pasti juga dapet kok. Sabar ajah, ya Din” kataku.
“Jadi maksudnya, lu nggak mau kasih kesempatan ke aqu? Maaf ya, Wan? Bukannya sayasudah kehilangan akal sehat, sayacuma mau tes aja. sayatahu lu orangnya bisa dipercaya. Apapun yang terjadi nanti, sayapercaya lu nggak berubah memandang diri aqu. Tetep bisa jadi teman aqu. Makanya sayaperlu lu”.
“Wah Din, kalau nanti hamil beneran gemana? Serem aja kalau sampai ketauan.. sayakan, jadi nggak enak ama keluarga lu?”.
“Biarin aja, itung-itung sebagai bukti kalau sayabisa hamil!”.
Setelah Dina berkata tadi saya berpikir, si Dina gila juga nih, pikirku. saya tahu, kami memang sama-sama dekat, tapi hanya sebatas teman biasa. saya hanya takut, nanti setelah kejadian, salah satu dari kami bisa muncul perasaan berbeda. Walupun Dina percaya saya tidak seperti itu, tetap saja saya ragu. Memang saya tidak memungkiri, ingin sekali tidur dengannya.
Tapi perasaan itu saya tahan, karena bisa merusak hubungan kami nantinya. Paling kalau sudah tidak terbendung, ujungnya hanya masturbasi. saya memang doyan sekali dengan yang namanya sex. Tapi saya tidak mau obral cinta demi sex semata. Oleh sebab itu, permintaan Dina ini bisa saja mengubah suasana. Tapi setelah saya pikir-pikir, apa salahnya saya coba. Toh, dari dulu memang saya ingin sekali melihat lekuk tubuhnya..
“gemana To, bisa nggak?” kata Dina tiba-tiba yang membuyarkan lamunanku.
“Bisaa.. Ya pasti sayabisa aja dong! Wong enak kok, main perang-perangan”.
“Heh, enak aja! Kata sapa lu, kita ML? sayakan cuma bilang minta sperma lu? Bukan berarti kita main sex!
Dan sayaminta kita bersikap obyektif yah, ingat sayasudah punya keluarga”.
“Jadi kita nggak nge-sex? Gemana caranya? Emang lu mau minum sperma aqu, yang ada sih lu cuma kenyang, bukannya bunting!” kataku mulai bingung.
“Hush, jijik ah, omongan lu. Gemana caranya lu hanya keluarin sperma lu nanti, terus langsung masukin ke punya aqu”.
“Waah, susah amat proyeknya! Tapi okelah, kita coba aja yah” sayapun menyanggupi, karena saya berpikiran, akan berusaha paling tidak bisa melihat bentuk tubuhnya yang membuat penasaran selama ini.
Kemudian dalam pembicaraan selanjutnya, kamipun sepakat untuk bertemu esok harinya di salah hotel bintang 3 di arah yang berbeda dengan daerah rumah kami di wilayah Jakarta selatan.
Hari Sabtu pun tiba. Setelah istirahat yang cukup, pagi-pagi sekali saya sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk tujuanku nanti. Setelah saya tiba di hotel tersebut, saya langsung check-in. Kemudian menunggu di kamar hotel setelah sebelumnya saya memberitahu Dina bahwa saya sudah sampai.
Lama sekali Dina tidak muncul, sudah hampir 3 jam saya menunggunya sambil menonton acara music di TV kamar. Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, ketika tiba-tiba ada ketukan halus dari pintu kamarku.
Dengan berdebar-debar sayapun bergegas mengintip dari pintu, ternyata Dina! Ketika saya bukakan pintunya, Dina langsung bergegas masuk meninggalkan saya di depan pintu sambil terbengong-bengong. Hari itu Dina menggunakan kaus hitam berkerah rendah dilapisi dengan bleser coklat tua, dengan rok berbahan kulot bercorak coklat tua.
Begitu sudah di dalam Dina langsung membuka blesernya yang ternyata memperlihatkan kausnya berlengan buntung. Menambah kontras dengan warna kulitnya yang putih bersih. Sementara saya hanya menggunakan T-Shirt dan bercelana pendek. Kemudian dia duduk di tepi tempat tidur, menghadap ke TV.
“Kenapa sih lu, bengong gitu liatin aqu?” kata Dina.
“Nggak, cuma heran aja sama lu, masuk ke dalam tanpa ngomong, buka bletser terus duduk nonton TV”
“Siapa yang mau nonton, sayakan cuma baru dateng. Sori, yah, sayanggak nyapa lu dulu.
Malah nyelonong masuk. Terus terang sayabingung, jantung sayadeg-degkan nih” kata Dina.
Akupun menyadari suasana seperti itu, kemudian saya menawarkan minum kepada Dina untuk mengendurkan suasana yang kaku. Setelah saya membuatkan teh yang diminta Dina, sayapun duduk di bawah sambil bersandar ke tempat tidur.
Dina yang berada didekatku meminum teh suguhanku sambil tetap duduk di pinggir tempat tidur.
Posisi ini membuat saya bisa mudah memperhatikan lekuk kakinya yang bagus, yang sejak dulu saya kagumi, karena tepat berada di samping mukaku. Putih bersih tanpa noda. Sekali kali saya membuka pembicaraan dengan topik yang umum saja.
Maksud saya hanya untuk mengendurkan suasana, dan ternyata saya berhasil. saya dapat melihat bahwa Dina sudah dapat rilex dengan susasana ini karena dapat menimpali pembicaraanku dengan cepat dan sekali-sekali tertawa mendengar celotehanku.
Setelah Dina minum teh, dia berdiri dan meletakkan gelasnya di atas meja di samping TV, kemudian duduk dibawah, disamping kananku dengan bersandar pada tempat tidur. Sambil terus berbicara, saya mencoba memeluk pundaknya dari samping, dan tangan kiriku memegang tangan kirinya. Sambil terus kami berbicara, saya mencoba merasakan kehalusan kulitnya dengan sentuhan-sentuhan halus ujung jariku yang saya lakukan.
Dari pundak saya sentuh turun ke telapak tangannya, silih berganti. Sentuhan-sentuhan lembut yang saya lakukan tidak di pungkiri membuat Dina terpengaruh, walaupun dia tetap saja berbicara. Terbukti bulu-bulu pada tengkuknya terlihat berdiri, karena ulahku itu. Ditambah lagi sekali-kali saya mencium pundaknya.
Sentuhan tangan kananku yang tadi dengan tangan kiriku menyentuh tanganganya, kini berpindah ke perutnya, sementara tangan kiriku masih memberi sentuhan pada tangan kirinya. Sentuhan pada perutnya terus beranjak naik, sampai saya menyentuh payudaranya walau masih di balut dengan bra dan kausnya.
Lama saya melakukan aksi tersebut sambil memberikan sentuhan dari luar.
Kemudian tanganku itu turun kembali kebawah yang kemudian meyusupkan ke dalam kaus Dina. Sentuhan pada perutnya saya langsung berikan tanpa halangan dari kausnya. Terus naik ke atas sampai saya menemukan payudaranya yang masih terbungkus payudara.
Begitu kenyal dan nikmat sekali rasanya, meremas-remas payudaranya dengan lembut, kemudian saya berusaha mencari-cari putingnya sambil terus meremas lembut serta memberi kecupan pada pundaknya.
Dina yang sudah mulai merasakan perbuatanku itu sambil memejamkan matanya, sudah terdiam sejak tadi tiba-tiba menepis ulahku itu sambil menarik tanganku dari balik kausnya, “Sudah, yah..” kemudian dia mengecup bibirku, yang di jawab dengan lumatanku sambil terus memberi sentuhan.
Kali ini yang manjadi sasaranku adalah kakinya, karena posisi Dina agak sedikit miring ke arah saya. Sedikit demi sedikit tanganku meraba, dan menyentuh kakinya sampai saya menyusupkan dibalik roknya. Didalam roknya tanganku mulai mencari-cari pangkal pahanya yang masih tertutup dengan celana dalamnya.
Rangsangan yang saya berikan mungkin menambah panas suasana, karena Dina menyambut lumatanku dengan bergairah. Kemudian tanganya mulai meraba-raba gundukan di balik celana pendekku yang sejak dari tadi menegang hebat, yang kemudian saya membimbing tangannya untuk memasukkan ke dalam celanaku. Terus saya melanjutkan aksiku di dalam roknya.
Aksinya yang memijat nikmat penisku dari dalam celana, membuat saya bernafsu sekali. sayapun menyudahi lumatanku dan kecupanku pada lehernya, dan langsung menurunkan kepalaku ke bawah, untuk memberi kecupan dan jilatan kecil pada kedua kakinya.
Dari bawah, terus ke arah pangkal kaki, sedikit demi sedikit saya memberi sentuhan, kecupan dan jilatan pada kedua kakinya.
Sampai akhirnya di pangkal kakinya, dengan menyibakkan roknya sedikit demi sedikit, akhirnya saya dapat melihat celana dalamnya yang berwarna coklat yang sangat muda. sayapun lebih bernafsu untuk memberikan jilatan disekitar pangkal pahanya.
Begitu saya berniat untuk menurunkan celana dalamnya, Dina tiba-tiba berdiri dan duduk di pinggir tempat duduk. Posisi saya yang sudah terlanjur memegang karet CD-nya, malah membuat turun agak kebawah karena Dina berdiri. Dina yang tahu hal itu langsung menurunkan roknya dan duduk di samping tempat tidur.
“Kita jangan sampai ML, yah?” kata Dina.
“Memangnya kenapa? Tuang spermanya gemana? Gini aja, sayaakan merangsang lu sampai keluar, setelah itu sayamasukin punya sayadan tumpahkan sperma sayadidalem, gemana? Soalnya kalau numpain doang mah, yang enak sayaaja dong?” pintaku kemudian.
“Sama aja donk kita ML?”.
“Nggak lama kok, paling kalau sayasudah nafsu banget kaya gini, paling lama semenit!” sergahku.
“Makanya lu saya buat klimaks dulu, baru saya masukin”.
“Tapi..” belum sempat Dina meneruskan saya sudah melumat bibirnya yang seksi itu, sambil tangan kiriku meraba-raba selangkangannya dari balik rok. Terasa basah disitu. Kerena lumatanku dibibirnya dan rangsanganku dari bawah, Dina merebahkan dirinya diatas kasur dengan posisi kaki yang menjuntai ke bawah tempat tidur. sayapun masih terus bergerilya, atas-bawah.
Kemudian saya menurunkan arah seranganku ke bagian bawahnya. Dari leher, pundak, saya remas payudaranya, terus ke perutnya, sampai dengan saya menyibakkan kembali roknya. Disitu saya melihat posisi celana dalamnya yang sudah merosot ke bawah, walaupun masih diatas dengkul, tapi sudah memperlihatkan bulu-bulu yang hitam dan halus serta terawat dengan rapi.
Untuk beberapa saat saya masih kagum dan takjub dengan pemandangan itu. Dari posisi di samping Dina, akhirnya saya memberi sentuhan halus melalui bibir dan kecupanku di sekitar selangkangannya. Sedikit demi sedikit memberi kecupan dan sentuhan, dan terus turun ke kakinya, sampai saya turun dari atas tempat tidur memberi kecupan pada kakinya yang menjuntai kebawah.
Kemudian masih terus mengecup kakinya dari bawah terus ke atas lagi, dan sedikit demi sedikit saya menarik turun celana dalamnya sambil memberi kecupan dan jilatan kecil pada sekujur kaki indahnya yang saya kagumi itu.
Setelah celananya saya lepas, dalam posisi duduk di bawah dan menghadap ke arah selangkangan Dina, saya membuka kakinya lebar-lebar kemudian dengan meletakkan kedua pahanya di atas pundakku, dan saya langsung melahap memeknya yang terawat sangat rapih sekali.
Dengan kulit bersih, bulu yang halus, memek yang dimiliki Dina sangat bagus sekali. Yang membuat diriku jadi bernafsu sekali dan ingin sekali menyutubuhinya. saya melumat memeknya dengan sangat bernafsu sekali, sampai terdengar erangan lepas Dina yang sudah tidak tertahankan sambil menggeliat kekiri dan kekanan.
Erangan-erangan Dina tersebut membuat diriku lupa, dan terus melumat dan menjilat memek nan indah itu, sambil memberi elusan kepada kedua pahanya dengan kedua tanganku. Elusanku itu kemudian beralih ke atas.
Dari balik kausnya saya memberi sentuhan-sentuhan ke perutnya, sampai akhirnya saya memeras halus kedua payudaranya yang sebelumnya sudah saya keluarkan dari ‘cup’ yang hanya menutup setengah dari payudaranya. Remasan halus yang saya berikan memberikan nuansa kenikmatan tersendiri bagiku.
Karena selain kulitnya yang sangat halus, ukuran dan kekenyalannya membuat saya makin bernafsu untuk menyetubuhinya. Walaupun saya belum melihat payudaranya secara langsung, karena masih tertutup di balik kaus. Setelah beberapa menit, tiba-tiba Dina mengangkat pantatnya tinggi-tinggi dan kedua kakinya menjepit kepalaku ke arah selangkanganku. Sambil setengah teriak yang tertahan Dina berkata,
“Wannnn, .. saya mau keluarr.. Aduhh!!” kemudian Dina mengejang untuk beberapa saat.
Aku yang masih terus melahap memeknya, merasakan ada cairan yang keluar dari dalam memeknya. Setelah Dina terhempas limas, saya masih saja membersihkan cairan cinta yang keluar dari dalam memeknya. Setelah itu baru saya merangkak naik sambil menyibakkan kausnya untuk melihat payudaranya, setelah terlihat, saya menjilatinya dengan lahap.
Dina yang masih keletihan setelah orgasme yang pertama, hanya terlihat pasrah saja. Karena saya sudah sangat bernafsu sekali, saya langsung melepas celanaku. Rotanku yang sudah sangat keras memang sedari tadi sudah membuat saya tidak nyaman. Dalam keadaan Dina yang pasrah tersebut, saya langsung memasukkan penisku dalam lubang cinta milik Dina. Seret, tapi nikmat sekali.
“Aduh! Ahh..” desah Dina sambil memejamkan matanya.
Sedikit demi sedikit saya masukkan, kemudian saya tarik sedikit, saya masukkan lagi yang lebih dalam, yang akhirnya saya menyodoknya dalam-dalam sampai mentok dengan pangkal penisku.
Kamipun menyatu, dan keinginan saya tadi untuk menyutubuhinya sudah terpenuhi. Karena desahan-desahan Dina yang membuat saya sangat bernafsu sekali, sambil memeluk tubuh Dina yang masih berpakaian lengkap saya segera menggenjot tubuhnya dengan cepat. Akhirnya dengan hitungan cepat pula, sayapun sudah tidak tahan untuk menyemburkan lahar panasku. saya langsung mendekap Dina kencang-kencang sambil menekan dalam-dalam penisku ke dalam memeknya.
“Ahh, .. sayakeluar” sayapun menyemburkan cairan cintaku di dalam rahim Dina. Perasaan nikmat menjalar di dalam tubuhku.
Untuk beberapa saat saya masih mendekap tubuh Dina karena belum mau melepaskan rasa nikmatku itu. Beberapa saat kemudian sayapun bergulir terlentang disamping Dina. Sambil memegang tangannya, sayapun berkata,
“Enak banget punya lu, Din. Untung lu bukan istri aqu. Kalau Istri aqu, ntar sayajadi males kekantor gara-gara nafsu terus ama lu”.
“Hehehe, punya lu juga enak kok. Cuma sayangnya cepet amat!” kata Dina,
“Sepertinya barang lu itu lebih besar deh, dari punya Randy. Soalnya sayangerasa agak mampet di memek aqu”.
“Masa sih? Ah, lu bisa-bisanya aja. Emang sih, tadi cepet banget. Abis sayasudah nafsu banget pingin nyetubuhin elu. Lagian tadi kan, lu bilang nggak mau ML. Jadi, dari pada waktu sayasudah nafsu banget dan sudah masukin barang sayatiba-tiba lu tadi nolak, atau kabur? Kan sayayang rugi.
Mending sayanyetubuhin elu dengan cepat. Yang penting nafsu sayatersalurkan. kalau mau yang lama ntar aja kita coba lagi, yah?”.
“Hahaha, emang dasar lu! Emang lu nggak capek?” kata Dina sambil tertawa renyah, saking gemasnya membuat saya langsung melumat bibirnya yang seksi itu.
Lama saya melumatnya, yang kemudian saya bangun meninggalkanya untuk pergi membersihkan penisku di kamar mandi.
Di kamar mandi saya membersihkan sisa-sisa cairan cintaku yang masih melekat dengan air hangat shower. Tidak lama setelah saya masuk ke dalam kamar mandi, Dina ikutan masuk, untuk membersihkan cairan cintaku yang keluar dari memeknya.
Sambil mengangkat kaki kanannya ke atas closet dan menghadap ke cermin besar, Dina membersihkan memeknya dengan tisyu WC. Sementara saya yang sedang mengeringkan penisku dengan handuk, terus memperhatikan kaki jenjang yang indah itu dan aktifitas Dina.
Kakinya yang putih bersih nan indah itu, terlihat apik sekali kalau dilihat dari belakang yang tiba-tiba membuat libidoku naik.
Rupanya Dina juga memperhatikan saya melalui pantulan cermin di depannya (shower berada di depan cermin). Dia tersenyum melihat saya tidak berkedip melihat dirinya. Senyumannya itu lho, aduh.
“Din, jangan senyum-senyum gitu, napa?” kataku dengan gemas.
“Lhaa, emang kenapa? Kan lu juga ngeliatin sayaterus, kan?” kata Dina. saya menghampiri Dina yang masih sibuk membersihkan cairan yang merembes di paha sisi dalam.
“Kok, di bersihin, Din? katanya mau di jadiin?”
“Cuma yang di luar aja, kok. Lagian nggak enak kalau buat jalan, ada sperma di paha aqu”. Sambil Dina bicara, saya mencium lehernya yang putih itu, sambil memeluknya dari belakang.
“Ihh, geli doonk!” protes Dina, karena membuat tidak leluasa membersihkan pahanya. saya nggak peduli, sambil jongkok malah terus menciumi kakinya yang terangkat itu sambil tangan kiriku mengelus sekujur kakinya yang berpijak di lantai, kemudian sedikit demi sedikit terus ke atas, sampai kemudian saya menciumi lehernya kembali.
Dalam posisi berdiri dan setengah memeluk dari belakang, saya terus menerus menciumi Dina yang sudah mulai terpejam dan menikmati sentuhanku itu. Kemudian tangan kananku menuju selangkangannya dan bermain-main dengan lembut pada bulu-bulu halus dan sekitar memeknya.
Sementara tangan kiriku menyusup ke dalam kausnya mencari daging-daging kenyal yang tertutup bra.
Sedikit demi sedikit Dina terpengaruh dengan aksiku itu. Tanpa membuang waktu lagi saya menyodorkan penisku yang sudah setengah online ke memeknya.
Perlahan tangan kananku itu membimbing penisku ke memek Dina dari belakang, sementara Dina memberi peluang dengan meninggikan pantatnya dan tanganya bertumpu dengan sikunya pada pinggir wastafel. Rasa nikmat dan hangat menjalar pada kami berdua saat penisku masuk ke dalam memek Dina.
Kemudian saya menyodoknya perlahan sekali untuk memberi nuansa yang lebih nikmat dan sensual, sementara saya memeluknya dari belakang dan memeras lembut payudaranya, sambil terus mengecup tengkuknya dan lehernya. Perlakuanku tersebut membuat kami benar-benar menikmati persetubuhan kami itu.
Sambil terpejam dan sekali-kali mengigit bibirnya, dari mulut Dina mengeluarkan suara desahan lembut. saya menyetubuhinya berdiri dari belakang sambil memperhatikan Dina dari kaca, melihat gocangan payudaranya, desahannya, dan ekspresi mukanya yang sensual, menambah gairahku saat itu.
Di menit yang kesekian, Dina menurunkan kakinya dari atas closet dan masih bertumpu di depan cermin, dia menunggingkan pantatnya ke belakang yang membuat saya dapat menikmati bongkahan pantat yang indah. Sambil sekali-sekali meremas pantatnya itu, saya menyodoknya terus menerus yang diimbangi oleh Dina dengan goyangan pada pantatnya dan menekan ke pangkal penisku.
Menit demi menit berjalan dengan nikmat. Kami masih bertahan dengan posisi yang sama. Sampai saya merasakan denyutan halus di dalam memek Dina yang makin terasa. Sambil menyusupkan tanganku di balik kausnya, yang membuat Dina dalam posisi nungging menyondongkan badannya ke belakang membuat saya dapat meremas payudaranya dengan mudah.
“Ssshh, uuhh.. Hmm.. Ssh, sayamau sampai, To..”
“Tahan sebentar yah Din, sayajuga.. Uhh, nikmat banget, tahan sebentar..”
Aku merasakan denyutan di memeknya kian terasa, yang kemudian Dina mulai mengejang. sayapun yang sudah sampai puncaknya, dengan rapat memeluknya dari belakang serta memberi sodokan-sodokan terakhir penisku dengan keras. Kamipun bergetar hebat, menikmati persetubuhan kami itu dengan klimaks bersama.
Sementara cairan cintaku yang saya tumpahkan di dalam memek Dina terasa hangat bercampur dengan cairan cintanya. Nikmatnya persetubuhan kami itu dirasakan oleh kami berdua, terbukti dengan bulu halus pada tengkuk Dina terlihat berdiri, yang kemudian saya kecup dengan lembut.
Dina berbalik diperperlakukan seperti itu, kemudian mengecup lembut bibirku, yang saya jawab dengan kecupan-kecupan lembut pula dibibirnya yang seksi. Entah kenapa, saya merasa senang sekali memperlakukan Dina seperti itu.
Sentuhan, kecupan yang lembut, aroma tubuh dan hembusan nafas serta dekapan kami berdua menambah mesra suasana romantis saat itu. Sementara suara TV di ruang tidur mengumandangkan lagu Cinta Kita dari Titi Dj,
“Aku tetap bertahan.. walau badai datang menerjang.. Menjaga cinta, kita, slalu bersama.. Sungguh cinta kita tiada.. Duanya..”.
Kecupan demi kecupan, belaian demi belaian kami lakukan. Hembusan nafas yang memburu menambah gairah kami, yang sebelumnya telah melakukan persetubuhan dengan kenikmatan sensual dan romantis.
Sambil berpagutan, saya mendorong Dina perlahan-lahan ke tempat tidur. Dalam posisi duduk di tepi tempat tidur, saya pangku Dina tanpa melepaskan pagutan kami berdua, yang menambah panas suasana di ruangan itu.
Dinapun dengan bergairah melepaskan pakaianku yang masih tersisa, sementara sayapun tidak tinggal diam. Kaus Dinapun saya buka, dan terpampanglah buah dada yang kenyal itu, sedikit terbungkus dengan bra. saya langsung menciumi buah dada Dina sambil membuka ikatan dari depan.
Setelah terbuka, saya pelintir putingnya dan saya sedot puting satunya. Dicium, menjilati, dan saya remas dengan lembut buah dada Dina yang indah itu dengan penuh kasih sayang.
Desahanan Dina menjadi-jadi, setelah ia memasukkan penisku ke dalam memeknya sendiri perlahan-lahan sekali. Sambil memeluk Dina, saya menciumi seluruh area dadanya, tanpa kecuali bahu dan ketiaknya, Sementara Dina perlahan tapi pasti menaik-turunkan tubuhnya dengan sekali-sekali memutar pantatnya dengan halusnya tatkala penisku tertancap jauh di dalam memeknya.
Menit demi menit, suasana romantis tersebut bertambah nikmat dengan perlakuan kami berdua, yang memberi belaian, kecupan, rangsangan dengan rasa cinta, romantis dan penuh kasih sayang. Goyangan Dina pun menjadi-jadi, dengan meningkatnya gairah kami berdua.
Tatkala gerakan Dina bertambah cepat, sayapun mendekapnya dengan erat sambil memberikan sodokan-sodokan ke atas, sampai jeritan panjang Dina yang merasakan ejakulasi setelah mendapat orgasmenya tersebut.
Tanpa melepaskan pelukan, saya mengejang untuk beberapa saat dan menikmati persetubuhan kami yang nikmati dan kemudian memberikan kecupan sayang kepada Dina yang telah memberikan kenikmatan dalam persetubuhan. Sambil memeluk Dina, saya ambuk ke belakang. saya membelai rambutnya, mengecup kening dan bibir Dina yang terlihat sangat letih tapi terlihat cantik, walaupun terihat rambut seluruh mukanya dan tubuhnya basah bermandikan keringat.
“Lu keliatan capek, Din. Istirahat dulu aja,” kataku.
“Nggak ah, sayaemang capek, tapi seneng banget ngelayanin lu. Abis enak banget!” kata Dina kemudian.
“Enak barang aqu, atau lu emang doyan sex?”
“Dua-duanya sih.. Hahaha, tapi sentuhan lu itu lho, bikin gairah sayaberkobar! Touch of Art..”
Aku tertawa mendengar kelakar Dina tersebut. Kemudian saya bangkit menuju kamar mandi untuk buang air kecil dan membersihkan sisa cairan cinta kami berdua, sementara Dina Dina bergerak ke arah bantal besar diatas tempat tidur. Di kamar mandi saya menyempatkan untuk menghisap sebatang rokok kesukaanku. Sambil menghisap saya memandang cermin di depanku,
“Bermimpikah saya ini” batinku. saya cubit-cubit mukaku, perih.
“Berarti saya nggak mimpi. saya menyetubuhi Dina? Wah..”
Sambil menghisap rokokku, saya tersenyum bangga sekali, karena bisa tidur dengan Dina. Setelah hisapan terakhir rokokku, saya berkumur dengan pengharum mulut dan kembali ke ruang tidur.
Di atas tempat tidur, ternyata Dina sudah tertidur lelap. Dengan posisi setengah tengkurap (miring) ke kiri, satu kaki tertekuk ke depan, dan kaki satunya lurus sejajar dengan tubuhnya. Pemandangan erotis yang saya lihat, pantatnya yang bulat, dengan posisi seperti ini membuat libidoku naik dengan cepat. Perlahan-lahan saya merangkak menghampiri Dina.
Dalam posisi yang sama, memek Dina saya masukkan dengan penisku yang sudah setengah tegang, bless.
Sedikit-demi sedikit saya masukkan dengan bantuan tangan kananku, sementara tangan kiriku membelai bongkahan pantatnya. Setelah penisku masuk hampir semua, saya maju-mundurkan perlahan-lahan, sementara kedua tanganku bergerilya ke suluruh kaki dan pantatnya.
Sodokan-sodokan halus yang saya lakukan ternyata tetap membuat Dina tersadar dari tidurnya, yang kemudian menoleh ke arahku.
“Auhh.. uhh, To.. Belai saya dong.. Nikmat juga nih! Geli..” kata Dina kemudian.
Sodokanku kemudian lebih cepat dan berirama sambil mengusap sekujur tubuh serta meremas halus buah dadanya.
Setelah puas, saya menyuruh Dina untuk tengkurap, dengan pantat ditinggikan. Dalam posisi tersebut, saya setubuhi Dina dari atas yang mengerang dan mendesah erotis sekali. Bongkahan pantat Dinapun tak luput dari remasan tanganku.
Setelah saya bergerilya di seluruh tubuhnya, buah dadanya yang terhimpit dengan kasur tidak luput juga dari remasan tanganku. Sodokan demi sodokan saya berikan serta keringat kami yang membanjir, menghasilkan citra rasa dan gairah pada kami berdua.
Erangan, desahan kami berdua serta sentuhan-sentuhan kami membuat gelora birahi kami memuncak. Sampai pada puncak gairah kami itu, saya menyuruh Dina untuk terlentang. Dengan gaya konvensional tersebut, saya setubuhi Dina sambil memeluk erat tubuhnya untuk mengakhiri sesi ini. Dekapan saya buat dan pagutan kami diakhiri dengan ejakulasi kami yang hampir bersamaan.
Bermula dari saya yang mengejang sambil mendekap erat tubuh Dina serta mengigit lehernya dengan bibirku, kemudian Dina menyusul dengan mendekap punggungku dengan himpitan kakinya yang erat pada pinggangku, menambah pesona tersendiri bagi kami berdua karena menambah masuknya penisku ke dalam memek Dina.
Setelah itu saya memberikan ciuman mesra kepada Dina dengan rasa sayang.
Menit berikutnya saya ambruk disampingnya. Peluh kami sudah tidak terkira banyaknya disertai nafas kami berdua yang tersenggal. Setalah itu kamipun mandi berdua, sambil bercanda saya dan Dina saling memandikan dengan mesranya.
Setelah selesai, kami mengeringkan tubuh kami bersama dan pergi ke tempat tidur. Diatas tempat tidur, kami tidur berpelukan dengan mesra tanpa ada rasa canggung. Sementara di TV menampilkan lagu ‘Bilakah’ dari grup musik Ada Band, kamipun kemudian tertidur pulas.
Aku tidak tahu sudah berapa lama tertidur, sampai kurasakan ada sesuatu yang geli pada selangkanganku. Sewaktu terbangun, kulihat Dina sedang mengulum dan menjilati penisku seperti makan candy.
Dari mulai biji pelir sampai lubang penisku, tidak luput dari sergapan lidah dan kuluman Dina. Rasa nikmat menjalar di sekujur tubuhku tatkala Dina mengulum penisku disertai dengan sentuhan giginya di ujung penisku. Penisku yang sudah mengeras bertambah keras diperlaskukan sedemikian rupa olehnya.
Setelah itu Dina mengambil posisi berjongkok di atas penisku. Sambil mencengkram dan membimbing penisku ke arah lubang cintanya, sedikit-demi sedikit penisku masuk. Kemudian ditarik kembali, digosok-gosokkan di sekitar lubang memeknya dan demasukkan kembali. Setelah amblas sampai biji pelirku menyentuh bibir kemaluiannya, Dina mulai menaik-turunkan tubuhnya perlahan-lahan.
Aku tidak tinggal diam. Kuremas pantatnya silih berganti yang kemudian beralih pada buah dadanya. Dina yang bergerak naik turun dengan cepat kemudian memutar-mutar pantatnya diatasku, membuat rasa sensualitas pada gairah kami berdua.
Kemudian dia menunduk untuk merapatkan tubuhnya diatas dadaku, yang saya balas dengan dekapan mesra dan ciuman bertubi-tubi pada bibir dan lehernya sambil memberikan sodokan keras dari bawah. saya kemudian meminta Dina untuk memutar tubuhnya membelakangi diriku.
Dalam posisi tetap di bawah, saya dapat memelihat bongkahan pantatnya menghantam penisku dengan mantap. sayapun dapat leluasa meremas pantatnya dengan sekali-kali meremas-remas punggungnya. Menit berlalu tanpa terasa, dengan posisi yang sama kami meraup kenikmatan dan sensualitas bersama.
Setelah itu saya meminta Dina untuk menungging. Dengan posisi doggy style saya menyetubuhinya sambil meremas buah dadanya dengan lembut.
Sodokan-sodokan yang lembut, gigitan kecil dan usapan lembut pada sekujur tubuh Dina membuat diriku tidak dapat membendung gairah puncakku itu. Yang kemudian saya meminta Dina untuk kembali pada posisi awal, saya dibawah dan Dina diatas untuk dapat mendekapnya dengan mesra.
Sodokanku dari bawah dan himpitan selangkangan Dina dari atas menambah menit akhir orgasme kami kian dekat. Sambil menyodok dari bawah sayapun mengusap lembut lubang duburnya yang kemudian menambah getaran tubuh dan denyutan yang keras pada memeknya.
Pada posisi tersebut dan saling mendekap erat, kami mengakhiri persetubuhan kami itu dengan tubuh kami yang saling mengejang dan semburan cairan cinta kami di dalam rahim Dina. Setelah berakhir, Dina jatuh disisiku dengan rasa yang sungguh nikmat.
“Uhhff.. Baru kali ini sayangerasain enaknya bercinta,” kataku kemudian.
“Kalau tahu seperti ini, mungkin dari dulu sayasudah minta ke elu sebelum elu digosok abis ama laki lu..”
“Enak aja lu! Emang sayamau ngasih perawan sayake elu! Jangan konyol..” kata Dina sambil melempar bantal ke arahku.
“Eh, tapi kan elu tadi nikmatin juga persetubuhan kita?”
“Iya siih, tapi kan karena sayamau cepet dapat anak. Kalau perawan sayatetep dikasih ke suami aqu, donk”
“Seett, pelit amat sih lu!!” kataku itu disambut dengan lemparan bantal lagi oleh Dina. saya yang sudah tahu gelagat dapat menghindari lemparan tersebut dan lari ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai giliran Dina untuk membersihkan diri.
Waktu sudah menunjukkan hampir jam tujuh malam, ketika Dina pamit kepadaku untuk kembali ke rumah. sayapun mendekapnya dengan mesra serta memberinya kecupan pada kening dan bibirnya. Setelah itu kamipun berpisah, Dina pulang dan saya tetap di hotel, kembali istirahat untuk mengembalikan staminaku yang terkuras. saya memang berminat checkout pagi-pagi setelah sarapan.
Hari-hari berikutnya di kantor, saya tetap bertemu dengan Dina.
Bila bertemu dan berbicara, kami berbicara dan bersikap seperti biasa saja seolah-olah tidak ada kejadian apapun pada kami berdua. Sampai kira-kira pada minggu ke-2 atau ke-3 setelah kejadian itu, Dina memberi kabar bahwa dia hamil. Dan Dina memastikan bahwa anak yang dikandung tersebut adalah anakku, karena disesuaikan dengan umur kandungan dan peristiwa yang kami lakukan.
Dari perselingkuhannya dengan saya pertama kali hingga kini, saya telah melakukan persetubuhan dengannya dua kali lagi, dimulai dari Dina memberitahukan bahwa dirinya hamil. Walaupun kami tidak melakukannya seperti pertama (kami hanya melakukan sekali setiap pertemuan), karena takut merusak janin yang ada dalam kandungannya. Sampai kami sepakat untuk tidak melakukannya lagi, mengingat tujuan perselingkuhan kami semula, dan untuk menghormati suami Dina.
Read more ...